
Bara pergi ke pasar untuk menemui ayahnya, di ujung pasar terlihat sang ayah sedang merapikan tempat dia menjual rotan-rotannya Bara pun segera menghampiri ayahnya.
''Bara kau sedang apa disini?'' tanya pak Sury.
''Aku mau jemput ayah pulang,'' sahut Bara sambil membantu sang ayah merapikan tempat tersebut.
Setelah semuanya selesai mereka pun segera pulang.
''Ayah, apa ayah sudah makan?'' tanya Bara menghentikan langkah sang ayah.
''Belum,'' sahutnya singkat.
''Kalau seperti itu aku ingin mengajak ayah makan di warung apa ayah mau?'' tanya Bara berharap sang ayah mengiyakan ajakannya.
''Boleh, tapi bagaimana dengan ibu mu dia akan makan sendiri di rumah,'' ucap pak Sury.
''Tadi aku sudah menyuruh ibu untuk makan duluan,'' sahut Bara.
Pak Sury menganggukkan kepalanya mereka pun pergi ke warung Gadis. Sampainya di warung tersebut ada beberapa warga yang juga sedang makan.
__ADS_1
"Tumben pak makan di warung?" tanya seorang warga yang sedang menikmati makanannya.
"Iya nih pak, Bara ngajak saya makan disini," sahut pak Sury sambil tersenyum ke arah warga tersebut.
Berapa jam kemudian Bara dan ayahnya sudah kembali ke rumah mereka. Malam itu Bara berpura-pura tidur karena dia ingin tahu apakah ibunya akan berubah malam itu atau tidak.
Malam itu buk Ina terbangun dari tidurnya dia menoleh ke arah suaminya yang sedang tertidur pulas di sampingnya. Buk Ina mengubah wujudnya menjadi seekor ular utuh yang biasanya hanya setengah tubuh saja yang berubah, tapi malam itu seluruh tubuhnya menjadi ular. Dia pun mulai merayam ke arah kamar Bara.
"Kau akan mati! malam ini wahai harimau putih,'' ucap buk Ina saat dia ingin mematuk leher Bara.
Dengan cepat Bara menangkap kepala ular itu dan mencekiknya dengan sangat kuat, Bara pun membawanya menghilang dari kamarnya menuju hutan.
"Hentikan semua ini ibu!" ucap Bara dengan mata berkaca-kaca dia tidak bisa menyaksikan ibunya menjadi manusia ular seperti itu, Bara tertunduk menghadap sang ibu. Agar ibunya mau melepaskan ilmu tersebut.
Buk Ina mengubah kepalanya menjadi manusia hanya saja wajahnya di penuhi oleh sisik ularnya.
''Ternyata kalian berdua sudah merencanakan semua ini!'' ucap buk Ina menjulur-julurkan lidahnya seperti ular pada umumnya.
''Hentikan semua ini ibu, apa ibu tidak merasa hiba kepada ku dan ayah. Jika ayah mengetahui wujud ibu seperti ini apa yang akan terjadi kepada ayah?'' tanya Bara.
__ADS_1
''Aku tidak peduli, yang aku mau sekarang kalian berdua harus mati di tanganku!'' ucap buk Ina.
''Kenapa kau sangat membenci ku ibu? lepaskan! ilmu itu, ilmu itu akan membahayakan ibu sendiri,'' ujar Bara.
''Iya aku sangat membenci kalian berdua karena kalian adalah bangsa harimau putih, dan kalian adalah musuh terbesar ku!'' sahut buk Ina sambil tertawa cekikikan.
''Baiklah jika itu yang ibu inginkan,'' ucap Bara dia pun segera mengubah wujudnya menjadi harimau dia langsung menyerang ibunya sendiri. Begitu juga dengan Aulia mereka berdua menyerang buk Ina.
DI TEMPAT LAIN
Warga yang sedang berjaga-jaga malam itu mendengar suara pertarungan dan suara harimau yang sangat kuat.
Warga pun bersama-sama mendatangi pegunungan yang tidak jauh dari desa. Mareka pun pergi ke pegunungan itu untuk melihat suara petarungan tersebut.
.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG. jangan lupa minta update beri semangat juga