
''Kailan dari mana saja? jam segini baru pulang kita udah lapar tahu gak,'' ujar Kaila kepada Kenzo dan Sadam yang baru pulang entah dari mana.
''Maaf kita tadi nongkrong di warung sih Gadis,'' sahut Sadam.
''Ih!, dasar mata keranjang,'' upat Kaila.
''Bukan mata keranjang kita berdua, lagi ngobrol sama warga disana tentang malam kliwon,'' sahut Sadam.
Kaila memutar matanya ke arah Naura dan Kenzo.
''Emangnya malam kliwon itu apa sih? yang gue tahu malam kliwon itu malam horor,'' ujar Kaila.
''Yang gue tahu juga gitu malam horor, tapi kata warga tadi ada sebuah mitos juga di dalam malam kliwon ini,'' sahut Kenzo.
''Mitos apa itu?'' tanya Naura.
''Ayo ngumpul sini gue ceritain nanti takutnya ada yang mendengar percakapan kita,'' ucap Kenzo.
Mereka bertiga pun langsung mendekati Kenzo mereka duduk berhadapan berempat di rumah itu.
''Lo percaya adanya siluman harimau?'' tanya Kenzo sambil menatap teman-temannya.
''Aku bukannya tidak percaya soal itu, karena aku belum pernah melihatnya, lagi pula zaman sekarang ini udah modern dan canggih mana ada yang seperti itu,'' sahut Naura.
__ADS_1
''Tapi gue percaya, sebelumnya gua juga gak percaya ada harimau jadi-jadian itu, tapi pas kejadian di desa seberang nah, di situ gue makin percaya apa lagi gue sering baca cerita gitu tentang manusia harimau putih,'' sahut Sadam.
''Terus apa lagi yang di bilang sama warga? gue jadi penasaran sama ceritanya?'' tanya Kaila.
''Kata warga tadi, malam kliwon itu orang yang memiliki kekuatan hariamu akan berubah wujud menjadi harimau seutuhnya, hanya untuk malam itu saja, dan mereka akan menambah kekuatan mereka berkali-kali lipat,'' ucap Kenzo.
''Gue sempat curiga sama seseorang kalau orang tersebut memiliki kekuatan hariamu itu,'' ujar Sadam.
Kenzo Kaila dan Naura menatap Sadam tanpa berkedip.
''Siapa?'' tanya mereka serempak.
''Tapi kalian bertiga jangan kaget ya,'' ujar Sadam.
Mereka pun Menganggukkan kepala meraka bersamaan.
Mereka bertiga langsung mencuekkan Sadam dan pergi meninggalkan Sadam di ruangan itu sendirian.
''Hai! kenapa kalian pergi, gue bicara jujur, kalau kalian tidak percaya dimana Aulia dan Bara sekarang mereka tidak ada di desa ini,'' ujar Sadam dengan suara keras.
Kenzo Kaila dan Naura pun masuk ke dalam kamar mereka masing-masing mereka tidak lagi mendengarkan perkataan Sadam yang menurut mereka tidak masuk akal itu.
''Tidak apa-apa kalau mereka tidak percaya sama apa yang gue bilang, tetapi gue tetap percaya kalau Aulia dan Bara adalah manusia harimau itu,'' batin Sadam.
__ADS_1
Malam harinya Aulia dan Bara sudah kembali ke desa indah, Bara membantu Aulia yang masih terluka itu.
''Bara apa yang terjadi sama Aulia?'' tanya Bu Lilis melihat Bara menggendong Aulia di belakangnya.
''Aulia terluka nek, aku akan membawanya ke kamar,'' sahut Bara.
Bu Lilis segera mengambil obat-obatan untuk Aulia dan segera meletakkannya ke tempat yang luka tersebut yang masih mengeluarkan darah itu.
"Ahh!. Ini sangat sakit nek," rengek Aulia dia tidak bisa menahan rasa sakit itu saat sang nenek meletakkan obat itu ke lukanya.
"Kenapa? saat terluka kamu tidak merasa sakit," ujar Buk Lilis sambil terus membuat obat itu ke luka Aulia.
Awu...
"Tahan saja sebentar kamu ini sudah seperti anak kecil saja," ujar Bara mengejek Aulia.
"Apa yang kalian lakukan di hutan itu pulang sudah seperti ini?" tanya Buk Lilis.
Aulia dan Bara saling tatap meraka heran dari mana neneknya tahu kalau mereka pergi ke hutan itu.
.
.
__ADS_1
.
. BERSAMBUNG...