Harimau Aulia

Harimau Aulia
Gantala, Aidan, Gavar, Aulia,Bara


__ADS_3


''Aulia ayo kita pergi dari tempat ini,'' ajak Bara sebab dia tahu kalau harimau kuning akan datang.


Tanpa bertanya Aulia dan Bara pun pergi dari sana. Setelah di pertengahan jalan Gavar dan Aidan menghalang jalan mereka.


''Gantala-Gantala kau begitu terburu-buru setelah mengetahui aku datang apa kau takut berhadapan dengan ku?'' tanya Aidan.


Gavar hanya tersenyum menangkapi perkataan Aidan.


''Tidak ada dalam diriku untuk takut kepada diri mu!'' sahut Bara, mengubah wajahnya menjadi Gantala.


''Ternyata kau ini harimau putih yang tidak tahu malu ya, bisa-bisanya kau tinggal di dalam tubuh manusia,'' ujar Aidan tertawa di depan Aulia dan Gantala.


''Siapa kau?'' tanya Aulia, Aulia tidak mengetahui siapa Aidan.


''Kau yang siapa, aku hanya punya urusan dengan dia,'' sahut Aidan menunjuk ke arah Gantala.


''Tuan dia adalah Aulia, cucu dari Raja Agra dia memiliki kekuatan sakit sebaiknya kita pergi dari sini,'' ucap Gavar sambil berbisik di telinga Aidan.


Aidan pun menoleh ke arah Aulia, dia menatap Aulia dari ujung kaki hingga ujung rambut.

__ADS_1


''Ohh... Ternyata kau ini juga seorang harimau putih yang ingin mencoba ikut campur dalam urusan ku dengan Gantala!'' ujar Aidan.


''Aku tidak mengenali kau, lebih baik kau pergi dari sini jangan halangi jalan kami,'' ucap Aulia.


''Aku akan memberitahu kamu, siapa aku sebenarnya, aku adalah anak dari Bagaskara dan dia sudah menghabisi saudara laki-laki ku, ya dia juga hampir membunuh! ku'' ucap Aidan.


''Tuan Aidan tolong jangan mencari masalah dengan Aulia, dia memiliki kitab harimau putih itu,'' bisik Gavar lagi, dia begitu khawatir jika Aidan memiliki masalah dengan Aulia.


''Aku tidak takut siapapun dia,'' sahut Aidan.


''Ternyata kau juga pemilik kitab itu, bisa kau berikan kepadaku. Kalau tidak maka nasib mu akan sama seperti sahabat mu itu!'' ujar Aidan


''Hahaha!... Kau ini sangat lucu ternyata, mengatakan aku seorang siluman, dan kau sendiri siapa seolah-olah kau itu bukan siluman!'' ujar Aidan menatap Aulia.


Aidan mengeluarkan ilmu sihirnya melemparnya ke arah Aulia. Aulia pun terkena ilmu itu Aulia pun langsung terjatuh.


''Aulia, kamu tidak apa-apa?'' tanya Bara, Bara pun kembali menyerang Aidan mereka berkelahi di hutan itu.


Aulia kembali bangkit, Gavar melihat Aulia yang sedang bangkit dia langsung menyerang Aulia. Mereka berempat saling berkelahi di hutan tersebut.


Mereka saling melempar ilmu tenaga masing-masing, Aulia berhasil melumpuhkan Gavar, Gavar mengubah wujudnya menjadi harimau begitu juga dengan Aulia mereka saling berubah wujud.

__ADS_1


Namun, lagi-lagi Gavar dan Aidan tidak mampu melawan Aulia dan Bara karena ilmu mereka tidak sebanding.


''Ingatlah Aulia Kau juga akan menjadi musuhku sebab kau ikut campur dalam urusan ku dengan Gantala!'' ujar Aidan.


Aidan dan Gavar pun menghilang dari hutan itu. Setelah mereka pergi, Aulia yang masih terasa sakit memegang dadanya.


''Aulia kau tidak apa-apakan?'' tanya Bara.


Aulia mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum.


''Seharunya kau tidak perlu ikut campur urusan ku dengan Aidan, biar aku yang menghadapinya,'' ucap Bara sambil merangkul tubuh Aulia. Mereka berdua pun terus berjalan meninggalkan hutan.


''Sebaiknya kita istirahat dahulu di sini, aku ingin memulihkan tenaga ku,'' ucap Aulia meraka berdua istirahat di bawah pohon besar Aulia pun mencoba berkonsentrasi untuk memulihkan tenaganya.


.


.


.


. BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2