Harimau Aulia

Harimau Aulia
kematian harimau putih


__ADS_3

"Kakek, nenek, Aulia, janji kepada kalian apapun milik kakek sama nenek Aulia akan menjaganya dan tidak akan melepaskannya untuk orang lain siapapun dia," ucap Aulia saat ini dia berada di makam nenek dan kakeknya,"nenek, kakek Aulia harus pulang sekarang besok Aulia ke sini lagi." Aulia pun segera pergi dari makam tersebut.


DI TEMPAT LAIN


Bayu dan Aidan merencanakan sesuatu untuk Aulia dan Bara. Tetapi Bayu masih tidak mengerti apa rencana Aidan, sebenarnya malahan Aidan membawanya ke hutan yang tidak terlalu jauh.


"Kenapa kau mengajak saya ketempat seperti ini? inikan hutan," ujar Bayu melihat sekeliling tempat itu.


"Bukannya Anda menginginkan tanah itu, jadi Anda harus mengikuti rencana saya!" ujar Aidan.


"Iya tapi kenapa kau harus membawa saya ke hutan seperti ini?" tanya Bayu sambil berjalan mendekati pohon-pohon besar di hutan itu.


"Kau menginginkan tanah peninggalan kakek Aulia kan? Apa kau tidak merasa takut dengannya?" tanya Aidan.


"Ngapain saya harus takut dengannya, dia itu hanya seorang anak kecil bagiku!" Jawab Bayu.


"Saya akan memberitahu kan kepada Anda, kalau Aulia itu bukanlah..." ucapan Aidan terputus saat mendengar anak buah Bayu berteriak.


"Bos!" Teriak anak buah Bayu di hutan itu dia berlari ke arah Bayu dan Aidan.


"Ada apa?" tanya Bayu panik melihat anak buahnya terengah-engah karena dia tampak ketakutan.


"A... A-daa.''


''Bicara yang benar! Ada apa?'' tanya Bayu semakin panik.


''Ada harimau disana Bos!'' ucap anak buah Bayu sambil memegang dadanya dan tangan yang satunya memegang pohon.


Aidan merasa sedikit khawatir dia takut bahwa itu adalah harimau bangsa dia,'' Sebaiknya kita harus pergi dari sini takutnya harimau itu akan mengejar kita,'' ucap Aidan.


Bayu dan beberapa anak buahnya pergi meninggalkan hutan tersebut. Namun, di perjalanan tiba-tiba saja Aidan menghentikan langkahnya.


"Ada apa? Kenapa kau berhenti?" tanya Bayu kepada Aidan.


"Kalian saja yang pergi dari sini, saya juga harus pergi ke arah sana." Aidan menunjuk ke arah hutan.


"Ngapain kau kesana? Bukannya disana ada harimau apa kau tidak takut di terkam oleh harimau itu." Bayu melarang Aidan untuk pergi ke arah hutan dalam.

__ADS_1


"Tidak! Pergilah kalian dahulu." Aidan pun segera berlari ke dalam hutan, meninggalkan orang kota tersebut


"Saya harus mengikuti dia!" ucap Bayu kepada anak buahnya.


"Jangan Bos, disana ada harimau itu." larang anak buah.


"Saya tidak peduli! saya harus membantu Aidan jika nanti harimau itu menerkamnya bagaimana dia sendirian disana," ujar Bayu.


Bayu pun berjalan ke arah Aidan pergi. Saat orang-orang kota itu berjalan memasuki hutan. Tiba-tiba seekor harimau putih melompat ke arah meraka, untuk menghalangi agar mereka tidak memasuki hutan tersebut. Bayu yang merasa terkejut dia langsung mengeluarkan senjatanya dan menodongkan senjata itu ke arah harimau tersebut.


BANG!... BANG!... BANG!!! Tiga tembakan mengenai tubuh harimau putih. Setelah melihat harimau tersebut tidak bergerak lagi orang kota itu segera pergi meninggalkan harimau tersebut.


"Bos! Kenapa Bos menembak harimau itu?" tanya salah satu anak buah Bayu.


"Saya tidak sengaja menembaknya, saya benar-benar tidak sadar dan saya sangat terkejut! melihat makhluk itu di depan kita tadi. Jika saya tidak menembaknya kita yang akan mati di terkam oleh harimau itu!" Bayu mondar-mandir di depan anak buahnya saat ini mereka sudah berada di penginapan.


"Tapi anehnya lagi Bos, kenapa Aidan membawa kita ke hutan itu?" tanya anak buah.


"Saya juga tidak mengerti kenapa dia mengajak kita ke hutan itu, apa maksud dia sebenarnya, dan kenapa dia pergi ke hutan yang lebih jauh." Bayu masih tidak percaya dia sudah membunuh seekor harimau di hutan tersebut.


"Apa jangan-jangan dia adalah siluman? Seperti yang di bicarakan oleh warga dan juga istrinya Pak kades waktu itu," ujar anak buah Bayu.


"Kau masih percaya dengan cerita seperti itu mana ada di zaman sekarang ini ada siluman, kau sangat percaya dengan ucapan orang-orang disini!" ujar Bayu.


"Bukan seperti itu Bos, kita semua sudah mendengar cerita dari orang-orang desa ini bukan satu atau dua orang lagi, tapi sudah begitu ramai kita mendengarkan tentang siluman ini," ucap anak buah.


"Terus! Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Bayu sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Menurut saya sih Bos, sebaiknya kita pulang saja ke kota, dari pada kita ketakutan seperti ini, kita juga bisa mati lama-lama di tempat ini Bos," ujar anak buah Bayu.


Bayu hanya diam menangkapi perkataan anak buahnya tersebut.


"Benar Bos kami juga setuju," ucap anak buah lainnya.


"Baiklah nanti saya pikirkan tentang semua ini, sebaiknya kita istirahat dahulu hari juga sudah mulai sore nanti malam kita ketemu sama Pak kades," ucap Bayu sambil berjalan memasuki kamarnya.


Aidan, Gavar, dan beberapa murid Bagaskara kembali ke hutan dimana kejadian Bayu menembak harimau putih tersebut. Mereka tertawa puas disana, menyaksikan musuh mereka mati terkapar di tanah, Aidan berjongkok di samping harimau itu.

__ADS_1


"Akhirnya saya bisa melihat kematian bangsa harimau putih, dengan seperti ini Aulia tidak akan menolak memberikan kitab harimau itu kepada kita!" ucap Aidan begitu puas," dan manusia-manusia bodoh itu terjebak oleh berbuatannya sendiri." Aidan pun kembali berdiri.


"Saat ini mereka pasti merasa sangat ketakutan!" ucap Gavar tersenyum miring.


"Tuan Aidan, sekarang apa yang harus kita lakukan kepada harimau ini?" tanya salah satu murid.


"Biarkan saja bangkainya! berada disini saya ingin melihat kesedihan Aulia setelah menyaksikan salah satu temannya mati!" Aidan tersenyum angkuh.


DI DESA INDAH


Sore menjelang maghrib


Aulia sedang bersiap-siap untuk pergi ke mesjid malam Jumat Aulia lebih awal pergi ke mesjid, karena setiap malam Jumat ada pengajian di desa ini.


"Tumben sekali Bara tidak datang ke rumah, biasanya sore-sore seperti ini dia sudah mengganggu ku," gumam Aulia, "lebih baik aku pergi ke rumah Bara." Aulia pun segera keluar dari rumahnya. Menuju rumah Bara.


Sampainya di rumah Bara, Aulia tidak melihat adanya Bara dia hanya melihat Pak Sury di halaman rumah itu.


"Assalamualaikum Paman," ucap Aulia.


"Waalaikumsalam," sahut Pak Sury.


"Paman apa Bara ada di rumah?" tanya Aulia.


"Ada, dia ada di dalam, katanya dia lagi kurang sehat," ucap Pak Sury yang hendak pergi ke mesjid.


"Apa paman sudah melihat keadaannya?" tanya Aulia.


"Belum Paman tidak diizinkan masuk ke dalam kamarnya." Pak Sury pun segera pergi meninggalkan Aulia di depan rumahnya.


Tanpa berpikir panjang Aulia segera masuk ke dalam rumah Bara, dia mengetuk pintu kamar Bara yang terkunci.


"Bara, Bara!" Aulia terus memanggil Bara dari balik pintu kamar. Namun, tetap saja tidak ada yang menyahut dari dalam.


.


.

__ADS_1


Bersambung 😔


__ADS_2