
Bara bangkit dari duduknya dia ingin keluar dari lingkaran api unggun tersebut karena dia ingin mencari Aulia, saat dia ingin melangkahkan kakinya dari lingkaran api unggun itu dia tidak bisa menembus ajian pelindung yang telah di pasang oleh Aulia.
''Apa ini? kenapa? aku tidak bisa menembusnya,'' batin Bara dia kembali menyentuh ajian pelindung itu tapi tangannya malah menjadi panas saat dia menyentuh ajian tersebut.
''Apa yang terjadi dengan diriku kenapa? aku tidak bisa menembusnya.'' Bara benar-benar heran padahal dia juga seorang harimau tapi dia tidak bisa menembus ajian itu.
Di seberang sungai sana Aulia sedang bertarung dengan para siluman yang menginginkan kitab harimau putih, saat ini waktu masih di tengah malam, Bara ingin mencari Aulia yang pergi tanpa memberitahu dirinya tetapi dia tidak bisa menembus ajian tersebut. Bara mencoba konsentrasi dia memejamkan matanya dan tangannya di lipatkan ke dadanya. Tetap saja dia tidak bisa menghancurkan ajian pelindung itu.
''Bara ada apa?'' tanya Sadam.
''Kenapa? kau bangun?'' tanya Bara.
''Gue terbangun karena gue mendengar lo ngomong sendiri,'' sahut Sadam.
Kenzo juga ikut terbangun karena mendengar Sadam dan Bara bicara.
''Ada apa? ini kenapa kalian ribut ini masih tengah malam?'' tanya Kenzo sambil mengucek matanya.
Tidak berapa lama seekor elang berbunyi dari kejauhan seolah-olah elang itu tahu bahwa Aulia dalam bahaya.
''Langit ada apa dengannya kenapa dia terbang ke arah sana?'' tanya Bara.
''Siapa langit?'' tanya Sadam sambil berdiri dari duduknya.
__ADS_1
Mereka pun melihat langit mereka tidak tahu kalau elang itu adalah langit yang diberi nama oleh Aulia kepada seekor elang.
''Ada apa? dengan langit?'' tanya Kenzo.
''Apa kalian berdua melihat elang terbang, dia lah yang bernama langit, dia adalah temannya Aulia,'' sahut Bara.
''Apa?''
Mereka sangat terkejut mendengar Aulia berteman dengan seekor elang.
''Kenapa kalian sangat terkejut? di desa ini sudah biasa kalau orang bisa berteman dengan siapapun,'' ujar Bara.
''Iya kita tahu itu, tapi ini sangat aneh dari mana elang itu bisa tahu bahwa Aulia bersama dengan kita apa dia mengikuti kita sampai ke hutan ini?'' tanya Kenzo.
"Iya," sahut Bara singkat.
''Aku harus membantu Aulia tapi bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari sini, sedangkan Kenzo dan Sadam sudah bangun," batin Bara.
"Apa yang sedang lo pikirkan?" tanya Sadam kepada Bara.
"Sebaiknya aku kasih tahu guru kalau Aulia dalam bahaya," batin Bara, "kalian berdua jangan ganggu saya dan kalian harus menjaga api ini tetap menyala," ujar Bara. Dia pun duduk bersila memejamkan ke dua belah matanya Bara mencoba bicara melalui batin dengan Raja Agra.
''Guru bagaimana cara ku keluar dari ajian pelindung yang di buat oleh Aulia, aku ingin membantunya guru karena dia sedang bertarung dengan para siluman,'' ucap Bara.
__ADS_1
''Kau tidak perlu khawatir saya akan memperintahkan murid lain untuk membantu Aulia, kau tetaplah menjaga orang kota itu,'' sahut Raja Agra.
Bara kembali membuka ke dua matanya dia melirik ke arah Sadam dan Kenzo, meraka masih melihatnya.
''Kenapa? kalian melihat saya seperti itu?'' tanya Bara.
Kenzo dan Sadam hanya menggelengkan kepala mereka, meraka pun kembali duduk.
...DI SEBERANG SUNGAI...
Aulia bertarung dengan para siluman di bantu oleh elang tersebut dan berapa harimau putih yang segera datang untuk membantu Aulia. Ternyata yang mereka hadapi adalah siluman buaya sang penjaga sungai banyak tersebut.
.
.
.
.
.
. .... BERSAMBUNG....
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS HANYA SEBUAH CERITA FIKSI.