
Setelah pertarungan itu selesai Aulia dan para harimau putih lainnya kembali mengubah wujudnya mereka menjadi manusia.
"Terimakasih sudah membantu ku," ucap Aulia kepada teman-teman sebangsanya.
"Iya ini sudah tugas kami untuk membatu mu, kau dan bara berhati-hati lah jika pertarung dengan para siluman," ujar harimau putih itu.
Aulia menganggukkan kepalanya.
"Tanaman yang kau cari ada di sebelah hutan sana, ambillah dan segeralah pergi dari sini," ucap harimau yang berwujud manusia itu, "kalau seperti itu kami semua pergi dahulu."
Para harimau putih pun pergi meninggalkan Aulia.
"Langit ayo kita pergi mengambil tanaman itu," ujar Aulia kepada seekor elang yang menjadi temannya.
Langit adalah seekor elang biasa. Tapi dia elang yang cerdas mengerti apa yang di ucapkan oleh pemiliknya, dia juga memiliki ilmu kesaktian Aulia tidak tahu kalau elang yang dia rawat selama ini memiliki kesaktian yang luar biasa.
Mereka pun pergi mengambil tanaman tersebut dan kembali ke seberang sungai.
"Bagaimana caraku ke sana kalau aku mengubah wujudku pasti Kenzo dan Sadam akan tahu siapa aku," batin Aulia.
Elang itu berbunyi seakan dia ingin menujukan sebuah jalan.
"Ada apa langit?" tanya Aulia.
__ADS_1
Elang itu pun terbang menjauh Aulia pun mengikuti elang tersebut, tibalah mereka di sebuah jalan yang juga harus melewati sungai, tapi setidaknya jahu dari Kenzo dan Sadam Aulia pun segera mengubah wujudnya menjadi seekor harimau dia melompati sungai tersebut setelah sampai di seberang sungai dia kembali mengubah wujudnya menjadi manusia.
Dari kejauhan Aulia melihat Bara Kenzo dan Sadam masih duduk di dalam lingkaran api unggun itu, dari kejauhan juga Aulia menghancurkan ajian pelindung tersebut. Setelah menghilangkan ajian itu dia kembali berjalan mendekati teman-temannya.
"Aulia kau dari mana saja?" tanya Bara.
"Aku mencari tanaman ini," sahut Aulia sambil memperlihatkan tanaman yang di bawanya, "apa tanaman ini yang kalian cari?" tanya Aulia.
"Iya benar di mana lo mendapatkannya?" tanya Kenzo.
"Ya sudah ayo kita pulang sekarang hari juga sudah mulai subuh," ujar Aulia.
Mereka pun menganggukkan kepala mereka serempak dan mereka pun keluar dari lingkaran api unggun tersebut.
Bara sangt terkejut melihat Kenzo dan Sadam bisa menembus ajian pelindung itu, dia pun mencoba melangkahkan kakinya dari lingkaran api unggun itu, ternyata ajian pelindung itu sudah di hancurkan oleh Aulia.
''Gak aku hanya heran saja kenapa? saat aku ingin menembus ajian tersebut tidak bisa padahal aku juga sebangsa dengan mu tapi kenapa? tidak bisa'' sahut Bara, masih tidak mengerti.
''Mungkin kau tidak membaca bismillah saat kau ingin keluar dari ajian pelindung itu,'' ujar Aulia sambil tersenyum dan berjalan lebih dulu dari Bara.
Mereka telah jauh dari hutan sungai banyak tersebut karena mereka ingin pulang ke desa indah. Matahari pagi mulai menerangi hutan burung-burung pun kembali berkicau di dalam hutan itu.
''Apa yang kau lihat?'' tanya Aulia kepada Kenzo.
__ADS_1
''Di mana? elang teman lo itu,'' sahut Kenzo sambil terus berjalan.
''Elang yang mana yang kau maksud,'' sahut Aulia mengerutkan keningnya.
''Tadi malam kami melihat seekor elang terbang, Bara memberitahu kami bahwa elang itu adalah teman lo,'' ujar Kenzo.
''Dia ada apa kalian ingin melihatnya?'' tanya Aulia.
''Tentu saja di mana dia,'' sahut Kenzo.
Aulia pun menunjukkan ke arah elang tersebut yang sedang berdiri di atas pohon tinggi di hutan itu.
''Itu dia di sana,'' ujar Aulia menunjukkan ke arah. Elang itu.
.
.
.
.
. BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS HANYA SEBUAH CERITA FIKSI,
buat teman-teman yang membaca cerita ini dukung terus ya.