Harimau Aulia

Harimau Aulia
Aulia dan Elgar


__ADS_3

Di hutan mati, mereka terus bertarung melawan para bangsa macan kumbang demi mengambil kembali kitab harimau putih yang berada di di wilayah hutan itu.


Seekor Elang sahabat Aulia yang sudah lama tidak ada kabarnya setelah Elang itu menelan sebuah pedang pusaka permata putih, saat itulah dia menghilang entah ke mana, kini dia kembali untuk membantu Aulia. Yang akan bertarung melawan bangsa macan kumbang.


Elang tersebut berbunyi dari kejauhan membuat Aulia menoleh ke arah pepohonan, dia tidak menyangka bahwa Elang itu akan kembali untuk membantunya mendapatkan kembali kitab itu.


"Aulia kau lihat apa?" tanya Bara karena dia melihat Aulia berhenti bertarung.


"Lihatlah Elang itu dia kembali kepada kita," jawab Aulia menunjuk ke arah pepohonan yang paling tinggi di hutan tersebut.


"Alhamdulillah jika Elang itu kembali kepada kita, inilah saatnya Aulia kita harus mendapatkan kitab itu," ucap Bara tersenyum.


Aulia dan Bara berlari ke arah kerajaan macan kumbang, Aulia meninggalkan teman-temannya yang lain yang sedang bertarung itu, sebab Aulia tidak mau teman-temannya yang lain menghadapi macan kumbang seperti Elgar.


"Elgar keluar kau dari tempat persembunyian kau ini!" Teriak Aulia.


"Siapa kalian, tuan kami tidak ingin menghadapi siluman seperti kalian!" ucap seorang macan kumbang.


Tanpa basa-basi Bara langsung menyerang macan itu, dengan cepat Bara mengeluarkan ilmu sihirnya mengarahkan ilmu itu kepada macan kumbang, hingga membuat macan itu mati.


"Ayo Aulia kita harus masuk kedalam," ucap Bara sambil menyeret tubuh manusia macan kumbang itu untuk menghadapi Elgar.

__ADS_1


Saat Aulia dan Bara masuk ke tempat tersebut di dalam sana tidak ada orang sama sekali.


"Elgar keluar kau, apa kau ingin melihat murid-murid mu dan teman-teman mu mati!" Aulia benar-benar sangat marah.


Tiba-tiba Elgar muncul di belakang Aulia, dia langsung mendorong tubuh Aulia, hingga Aulia tersungkur ke lantai Elgar mengeluarkan ilmu sihirnya dan melemparkan ilmu sihir itu ke arah Aulia, membuat Aulia terhempas ke arah tiang ke tiang lainnya yang berada di dalam kerajaan itu.


Bara pun mengeluarkan ilmunya dan menyerang Elgar. Namun, lagi-lagi Bara terpental jauh hingga keluar dari tempat tersebut, mulut Bara mengeluarkan darah segar, Elgar memang cukup kuat untuk menghadapi Aulia dan Bara.


Aulia pun segera keluar dari tempat itu dia melihat Bara sudah tidak berdaya lagi untuk berdiri, dengan cepat Aulia menghampiri Bara.


"Bara kau tidak apa-apa?" tanya Aulia sambil memegang kedua pundaknya.


"Kalian berdua tidak akan lolos dari tempat ini sebelum kalian dan bangsa kalian aku habisi!" ucap Elgar tertawa terbahak-bahak.


Elgar pun dengan cepat mengubah wujudnya menjadi macan kumbang meraka saling bertarung di luar kerajaan Elgar.


Aleen pun muncul ingin menyerang Aulia dari belakang, tapi untungnya Bara melihat semua itu dia mengarahkan ilmu sihirnya ke arah Aleen, dan Aleen pun terpental ke arah dinding kerajaannya sendiri. Aleen memegang dadanya yang mulai terasa sakit sihir Bara mengenai sasaran tepat di jantung Aleen.


Elgar kembali mengubah wujudnya menjadi manusia dia langsung berlari menghampiri adik perempuannya itu.


"Aleen kau tidak apa-apa? kenapa kau harus muncul ha?" tanya Elgar memeluk adiknya yang mulai sekarat.

__ADS_1


"Kembalikan kitab itu kepada ku, kalau tidak kalian akan mati!" ucap Aulia.


"Kalian berdua sudah menghabisi adikku satu-satunya dan kalian harus mati di tangan ku!" Elgar kembali menyerang Aulia dan Bara, Elgar memanggil teman-temannya untuk menghabisi Aulia dan Bara. Kini Bara dan Aulia di kelilingi oleh macan kumbang yang ganas-ganas dengan wajah yang menyeramkan.


"Adik mu pantas mendapatkan itu, sebab dia sudah menghabisi nenekku tanpa ampun! ucap Aulia.


"Aulia kita tidak akan selamat dari tempat ini, kamu harus ingat murid-murid kakek Arga masih bertarung diluar sana," ucap Bara sambil memegang dadanya yang masih terasa sakit.


Elgar tersenyum licik setelah mendengar perkataan Bara.


"Benar sekali apa yang di katakan sahabat kau itu, kalian semua tidak akan selamat dari ku!" Elgar kembali mendekati Aulia, saat Elgar ingin mengeluarkan sihirnya.


Aulia pun memanggil burung Elang untuk membantunya.


"Langit datanglah aku membutuhkan bantuan mu sekarang!" teriak Aulia.


Membuat Elgar dan teman-temannya menoleh ke atas, dia tidak mengerti siapa yang di panggil oleh Aulia dengan sebutan Langit itu, Elgar melihat ke arah langit yang datang adalah seekor burung Elang.


Elang itu langsung berdiri di atas pundak Aulia.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2