
Elang itu benar-benar sudah menghilang entah ke mana, Aulia dan Bara kembali ke desa indah mereka berdua sudah berada di rumah masing-masing. Tetapi Aulia dan Bara masih berpikir ke mana elang itu pergi.
''Ke mana elang membawa pedang tersebut?'' tanya Aulia ke pada diri sendiri.
Begitu juga dengan Bara bertanya-tanya ke mana elang itu pergi membawa pedang tersebut.
''Apa elang itu benar-benar baik atau dia hanya pura-pura baik,'' batin Bara. '' aku harus temui Aulia,'' ucap Bara bangkit dari tempat duduknya dan pergi.
Bara pergi menemui Aulia di rumahnya, saat itu Aulia sedang tidak berada di rumahnya hanya ada sang nenek di rumah.
''Assalamualaikum nek,'' ucap Bara sambil mengetuk pintu rumah.
''Waalaikumsalam,'' sahut bu Lilis. ''Bara ada apa?'' tanya bu Lilis setelah membuka pintu.
''Nek, Aulia ada di rumah?'' tanya Bara yang masih berdiri diluar rumah.
''Dia baru saja keluar, katanya dia juga mau ketemu kamu, apa kalian tidak bertemu di jalan tadi?'' tanya bu Lilis.
Bara menggelengkan kepalanya, sebagai jawaban bahwa dia tidak bertemu Aulia.
''Ya sudah nek, kalau gitu Bara pergi dahulu cari Aulia,'' ucap Bara berlalu pergi.
''Bara kamu lagi mencari siapa?'' tanya seorang warga yang sedang ngobrol dengan warga lainnya.
__ADS_1
''Cari Aulia pak, apa bapak melihatnya?'' tanya Bara.
''Kalian berdua ini tidak bisa berpisah sebentar saja ya,'' ucap warga.
''Bapak bisa aja, namanya juga sahabat pak, kalau sahabat itu banyak yang harus di ceritakan,'' ucap Bara tersenyum.
''Ya sudah, tadi saya lihat dia pergi ke sana, gak tahu mau ke mana sepertinya dia sedang terburu-buru,'' ucap warga.
''Ke mana perginya Aulia, kenapa dia tidak memberitahu aku,'' batin Bara.
Bara pun kembali berjalan mencari Aulia. Di perjalanan Bara melihat Aulia sedang bersama dengan Gadis, wanita yang di sukai olehnya, meskipun begitu dia tidak pernah cemburu kepada Aulia, karena dia tahu kalau Aulia tidak menyukai Gadis. Saat Bara ingin pergi dari sana, ternyata Aulia melihat Bara.
''Bara tunggu,'' panggil Aulia.
''Ada apa?'' tanya Bara.
''Kenapa kamu bicara seperti itu, tadi aku mencari kamu. Terus gak sengaja aku bertemu dengan Gadis,'' ucap Aulia.
''Kenapa kamu mencari aku?'' tanya Bara.
''Ada yang ingin aku bicarakan, ayo ikut aku ke warung Gadis,'' ucap Aulia.
Aulia tahu bahwa Bara sangat cemburu dengan dia dan Gadis, tapi Aulia hanya bersikap biasa saja.
__ADS_1
''Ngapain kita ke warung?'' tanya Bara.
''Jajan, emang kamu gak mau jajan,'' ucap Aulia merangkul pundak Bara.
Sampainya mereka di warung Gadis, Aulia segera memesan gorengan dengan dua gelas teh hangat.
''Dalam berapa bulan ini, desa kita cukup aman syukurlah kalau begini terus,'' ucap seorang warga.
''Betul pak, kalau beginikan enak kita juga tidak perlu ketakutan tidak perlu lari-lari gara-gara siluman,'' ucap warga lainnya.
Di warung tersebut terlihat sepasang laki-laki dan perempuan entah dari mana asal mereka karena tidak pernah terlihat sebelumnya di desa itu. Seorang warga pun bertanya kepada mereka berdua.
''Maaf Mbak, Mas kalian ini dari mana kok kami baru melihat kalian berdua disini?'' tanya warga.
''Kami datang dari desa jauh,'' jawab laki-laki itu.
''Dari desa jauh,'' ucap warga memberitahu warga lainnya.
''Tapi untuk apa mereka datang jauh-jauh ke desa kita ini?'' tanya warga saling berbisik.
.
.
__ADS_1
. BERSAMBUNG..