
Warga mulai memukul kentongan diluar sana, sembari berteriak meminta tolong. Untungnya kejadian itu tidak jauh dari rumah Aulia.
''Aulia-Aulia,'' panggil bu Lilis sembari mengetuk pintu kamar.
''Iya nek, ada apa?'' tanya Aulia.
''Diluar sana ada warga yang sedang meminta tolong, coba kamu kesana mungkin ada sesuatu yang terjadi,'' ucap bu Lilis.
''Baikk nek, nenek tunggu dirumah saja ya, jangan ke mana-mana,'' ucap Aulia berlalu pergi.
Sampainya Aulia di tempat kejadian itu, dia melihat warga begitu ketakutan.
''Ada apa ini pak? apa yang terjadi?'' tanya Aulia.
''Ada harimau disana.'' ujar mereka.
''Ya sudah bapak, tunggu disini saja, biar saya yang kesana,'' ucap Aulia.
Aulia pun segera pergi ke arah harimau itu.
''Sok sekali Aulia itu, memangnya dia bisa apa melawan harimau,'' ujar warga.
''Sudah biarkan saja dia, kalau dia matikan bukan salah kita. Ayok kita pergi dari tempat ini dari pada kita mati juga,'' ujar warga lainnya.
Bara yang mengetahui kejadian itu, dia juga segera pergi membantu Aulia. Sampainya Bara disana para harimau kuning sudah mengelilingi Aulia, Bara pun muncul di tengah-tengah mereka.
__ADS_1
''Aduhh... Kalian lagi ternyata, apa kalian gak ada kerjaan lain selain mengganggu warga desa?'' tanya Bara yang mulai mengeluarkan kata-kata leluconnya.
''Bagus, kalian berdua sudah muncul disini, ternyata tidak susah untuk menyuruh kalian datang,'' ucap Aidan.
''Jika kau datang dengan cara baik-baik, maka kami juga akan datang baik-baik. Tapi kalian malah mengganggu warga desa kami,'' jawab Aulia.
''Aulia-Aulia, kami tidak akan pernah datang dengan cara baik-baik sebelum kau menyerahkan pedang itu kepada ku.'' ucap Aidan.
''Itu lagi yang dia inginkan, dengarkan baik-baik berkataan ku, wahai anak Bagaskara. Pedang itu tidak ada pada kami, pedang itu berada di hutan terlarang. Jika kau mau ambil saja,'' ucap Bara.
Gavar dan Aidan saling tatap, mereka berpikir bahwa tidak mungkin mereka pergi ke hutan terlarang itu hanya untuk mengambil pedang tersebut. Mereka juga tahu itu akan membahayakan mereka.
''Apa yang sedang kalian pikirkan ha?'' tanya Bara sambil melipatkan tangannya di dada.
sedangkan harimau lainnya masih mengelilingi mereka.
''Baik, kali ini kami akan mengalah, tapi ingatlah Aulia, ini bukan akhir dari segalanya kami akan kembali untuk menghabisi kalian dan juga orang-orang desa ini!'' ujar Gavar.
Gavar dan Aidan mengubah wujudnya menjadi manusia kuning, mereka pun segera pergi dari desa itu.
''Aulia kenapa kau biarkan mereka pergi begitu saja, padahal aku sudah siap-siap untuk menyerang mereka,'' ucap Bara dengan gayanya.
''Sudah simpan saja tenaga mu itu, untuk yang lain,'' jawab Aulia dia pun pergi dari tempat tersebut.
''Tunggu aku, kau mau ke mana?'' tanya Bara berlari mendekati Aulia.
__ADS_1
''Pulanglah ke mana lagi,'' jawab Aulia.
..........
DITEMPAT LAIN
Ada seseorang yang sedang mengintai Aulia dan Bara.
''Aulia, kau jangan merasa hebat dulu setelah mengusir harimau-harimau pengecut itu, aku akan kembali menuntut balas atas kematian ayahku! dan mengambil kitab itu darimu, jangan panggil aku Elgar jika aku tidak bisa membalas perbuatan orang tua mu, kepada ku!'' ujar Elgar sih macan kumbang.
''Ada apa?'' tanya Bara sambil menoleh kiri kanan semak-semak.
''Gak apa-apa, tapi perasaanku seperti ada seseorang yang sedang mengintai kita,'' ucap Aulia.
''Siapa dia?'' tanya Bara lagi, penasaran.
''Tidak usah di bahas, sebaiknya kita pulang saja,'' ucap Aulia.
.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG tolong bantu vote ya.