
Pagi itu Pak Rahman dan Bu Lilis. Bersiap-siap ingin pergi ke. Desa seberang ingin menghadiri acara di sana.
''Kakek, sama nenek, mau kemana? sudah rapi aja?'' tanya Aulia yang baru ke luar dari kamarnya.
''Kakek sama nenek, mau pergi ke desa seberang mau menghadiri acara disana, hari ini kamu sendiri aja ke kebunnya,'' ujar Pak Rahman.
''Iya kek, kakek sama nenek hati-hati ya,'' sahut Aulia sambil mencium pungung tangan kakek dan neneknya.
Pak Rahman dan Bu Lilis berjalan ke luar rumah mereka menaik sebuah sepeda unta miliknya.
''Kakek pergi dulu,'' ujar Pak Rahman sambil mengayuh sepedanya.
''Sebaiknya aku harus pergi ke kebun sekarang,'' batin Aulia.
Hari itu hanya Aulia sendiri yang pergi berkebun sambil membawa cangkul di pundaknya.
''Aulia,'' panggil Bara dari jauh dia pun berlari mendekati sahabatnya itu.
''Kamu mau kemana? bawa-bawa cangkul?'' tanya Bara.
''Aku mau pergi berkebun,'' sahut Aulia.
''Kakek sama nenek kamu kemana? kok mereka tidak ikut berkebun sama kamu?'' tanya Bara sambil terus berjalan mengikuti langkah kaki Aulia.
''Hari ini aku sendiri yang ke kebun, kakek sama nenek sudah pergi ke desa seberang,'' sahut Aulia.
''Ya udah aku ikut kamu ya,'' ujar Bara.
Aulia menganggukkan kepalanya. Mereka terus berjalan menuju perkebunan, setelah sampai di kebun Aulia segera mengerjakan perkerjaannya mencangkul dan menanam sayur.
Bara hanya menjadi penonton saja dia duduk di pondok milik pak Rahman, sambil tersenyum ke arah Aulia.
''Kenapa? kamu senyum-senyum sendiri?'' tanua Aulia sambil menghapus keringatnya.
''Aku masih teringat kejadian waktu itu, kamu sangat hebat saat melawan mereka, kamu persis seperti Harimau,'' ujar Bara.
__ADS_1
Mendengar perkataan Bara, Aulia menatap sahabatnya itu dengan mata tajam, Bara pun menjadi salah tingkah dan takut melihat tatapan Aulia.
''Kenapa? kamu menatap ku seperti itu?'' tanya Bara.
Aulia pun kembali menundukkan kepalanya.
.
.
''Gadis,'' panggil Bara. Dia melihat Gadis pulang dari kebunnya. Gadis pun menoleh ke arah Bara yang memanggilnya.
''Ada apa? aku buru-buru mau pulang,'' sahut Gadis.
''Mampir dulu sebentar ada yang mau aku bicarakan sama kamu,'' ujar Bara.
mereka bertiga sudah berteman sejak kecil hanya saja Aulia sedikit cuek kepada Gadis. Tapi tidak dengan Bara orangnya yang asyik dan juga lucu.
''Ada apa?'' tanya Gadis yang sudah berdiri di sebelah Bara.
''Dari kebunlah, emang kamu tidak lihat aku bawa apa!'' sahut Gadis sedikit kesal. yang memang sudah membawa sayur dari tadi, tapi masih di tanya juga sama Bara.
''Jangan marah-marah nanti kamu cepat tua,'' ujar Bara sambil tertawa.
''Terus kamu panggil aku kemari buat apa?'' tanya Gadis.
''Aku mau tanya sama kamu, menurut kamu Aulia itu ganteng ngak?'' tanya Bara sambil meliaht ke arah Aulia yang masih fokus dengan cangkulnya.
''Ganteng,'' sahut Gadis tanpa malu-malu. Aulia yang mendengar hanya tersenyum saja.
''Ganteng dari mana, gantengan juga aku kemana-mana,'' sahut Bara.
.
.
__ADS_1
''Gadis ayo kita pulang hari sudah mulai sore nih,'' panggil orang tua Gadis.
''Iya bu,'' sahut Gadis, ''Bara, Aulia, aku pulang dulu ya,'' ujar Gadis.
''Iya,'' sahut Bara dan Aulia serempak. Aulia menatap Gadis yang berjalan menuju orang tuanya.
''Aulia kenapa? kamu ngak suka, sama Gadis kamu lihatkan dia itu cantik baik rajin tidak ada kekurangan satu pun dalam dirinya,'' ujar Bara.
''Mengapa? kamu bicara seperti itu, dia kan teman kita mana mungkin aku bisa suka sama dia, tapi rasanya aku juga tidak pantas buat dia,'' sahut Aulia.
''Tidak pantas kenapa? kalian sama-sama baik, tapi keliatannya Gadis suka sama kamu,'' ujar Bara.
Aulia tidak lagi mendengar perkataan Bara, dia turun dari pondok melihat ke arah pengunungan, dia melihat ada berapa harimau di sana mengintai mereka. Meskipun itu sangat jauh, tapi Aulia begitu jelas melihatnya.
''Kamu lihat apa Aulia?'' tanya Bara mendekati Aulia.
''Sebaiknya kita pulang sekarang,'' sahut Aulia.
''Emangnya ada apa?'' tanya Bara lagi dia masih tidak mengerti kenapa Aulia begitu ketakutan, Aulia tidak lagi menjawab pertanyaan Bara mereka terus berjalan meninggalkan kebun.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT
TIPS NYA,
HANYA CERITA FIKSI
__ADS_1