
Setelah pintu di buka tidak ada siapa-siapa di luar sana.
''Tu kan, tidak ada siapa-siapa,'' ujar Bara.
''Iya-ya kok gak ada orang, yasudahlah ayo kita masuk, lagian hujan juga belum reda,'' ujar Aulia.
Bara hanya Mengangguk saja. Saat mereka hendak masuk terdengar suara harimau mengaum sangat dekat di belakang mereka.
''Kamu dengar gak?'' tanya Bara.
''Ya jelaslah, aku dengar,'' sahut Aulia mereka pun melihat ke belakang.
''Harimau!'' teriak Bara di tengah lebatnya hujan.
''Ayo lari ke pondok,'' ujar Aulia, Aulia juga merasa ketakutan. Saat mereka ingin masuk ke dalam pondok dua harimau telah menghalangi mereka dari depan.
''Pergi kalian kami tidak mengganggu kalian,'' ujar Aulia kepada harimau itu.
''Kita harus lari kemana?'' tanya Bara sambil memegang lengan Aulia.
''Kalian tidak akan bisa lari kemana-mana,'' sahut harimau itu. Mereka harimau itu pun mengubah wujudnya menjadi manusia.
''Mereka harimau jadi-jadian ini sangat bahaya Aulia,'' ujar Bara semakin ketakutan.
''Dasar manusia bodoh!'' ujar harimau itu mereka pun kembali mengubah wujudnya menjadi seekor harimau kuning, dan salah satu harimau itu mengaum dan melompat ke arah Aulia, tapi malah harimau itu yang terpental jauh, tanpa sengaja Aulia mengarahkan tangannya kepada harimau yang ingin menerkam dirinya.
Membuat harimau itu tidak bisa bangun lagi gara-gara ilmu yang di keluar kan oleh Aulia. Karena melihat temannya terpental jauh mereka kembali menyerang Aulia bersama-sama.
Lagi-lagi Aulia tidak sadar mengeluarkan ilmu tenaga dalamnya membuat kedua harimau itu terpental lagi.
__ADS_1
''Kamu hebat sekali Aulia,'' ujar Bara.
''Aku tidak tahu apa-apa,'' sahut Aulia.
Aulia sama sekali belum mengerti apa-apa yang terjadi kepada dirinya, tiba-tiba harimau itu mengubah kembali dirinya menjadi manusia dan kembali berdiri .
''Ya tuhan mereka harimau jadi-jadian yang luar biasa mereka sangat kuat.'' Bara yang dari tadi bersembunyi di belakang Aulia .
''Bara tolong aku, untuk melawan! mereka aku tidak bisa menghadapi mereka sendirian,'' ujar Aulia.
''Tapi aku takut,'' sahut Bara.
''Emang kamu mau mati disini, kamu kan bisa bela diri,'' ujar Aulia.
''Ya, bisalah tapi yang ini bukan lawan ku,'' sahut Bara yang tetap bersembunyi di belakang Aulia .
''Coba saja dulu, aku tidak bisa melawan mereka semua sendiri!'' ujar Aulia.
''Baiklah satu lawan satu jangan bersama-sama,'' ujar Bara mencoba bercanda di depan harimau ganas tersebut.
Tanpa pikir panjang mereka langsung berkelahi di tengah lebatnya hujan. Blam!.. Bang!! Blam!.. bunyi pukulan mereka.
Bara sangat heran melihat cara bela diri Aulia seperti harimau, Bara malah melamun dia tidak sadar kalau ada harimau di belakangnya.
Tiba-tiba Aulia mengaum seperti harimau karena. Dia melihat Bara ingin diterkam harimau kuning dari belakang, mata Aulia bercahaya seperti mata harimau pada umumnya mereka terus berkelahi satu sama lain, di dalam derasnya hujan, hujan belum juga berhenti. Tidak berlangsung lama kawanan harimau kuning pun lari karena kalah melawan Aulia dan Bara.
Setelah mereka pergi tiba-tiba Aulia jatuh pingsan, Bara langsung mengejar Aulia dan membawa Aulia masuk ke dalam pondoknya. Mereka sudah begitu basah.
''Aulia-Aulia,'' panggil Bara sambil menggoyangkan tubuh Aulia, tidak lama Aulia pun sadar kembali.
__ADS_1
''Apa yang terjadi?'' tanya Aulia.
''Apa kamu tidak ingat apa yang sudah terjadi?'' tanya Bara.
''Aku hanya ingat kita bertarung, tapi tidak tahu mereka pergi,'' sahut Aulia.
''Iya mereka pergi setelah kalah dari kamu, apa kamu tidak ingat?'' tanya Bara lagi.
Aulia menggelengkan kepalanya.
''Aku melihat kamu sangat aneh, cara kamu berkelahi dan bela diri tadi, serupa seperti harimau sangat keren dan mantap dari mana kamu belajar?'' tanya Bara menatap Aulia .
''Aku tidak tahu tiba-tiba saja aku seperti itu, tolong kamu rahasiakan kejadian tadi biarlah kita berdua saja yang tahu,'' ujar Aulia .
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung
LIKE DAN KOMENTAR NYA VOTE DAN BUNGA NYA HANYA CERITA FIKSI