Harimau Aulia

Harimau Aulia
Siluman


__ADS_3

Pagi harinya pak Budin datang ke rumah tempat anak kota itu tinggal, dia menatap mereka semua karena tidak mendengarkan perkataan dan larangan yang berlaku di desa itu, Aulia dan Bara dan juga warga desa sudah berada di rumah itu.


''Apa? yang sudah terjadi saya sudah bilang, jangan berbuat macam-macam di desa ini tapi kalian tidak mendengarkan apa yang sudah saya katakan,'' ujar pak Budin panjang lebar.


Naura menceritakan semua kejadian malam itu, tidak ada yang keluar rumah maupun berbuat yang aneh-aneh.


Sadam hanya bisa diam saja dia sangat takut menjelaskan kepada pak Budin. Kejadian bagaimana dia bisa kerasukan.


''Ayo ceritakan apa? yang sudah kamu lakukan di malam itu sehingga kamu bisa kerasukan seperti itu?'' tanya pak Budin.


Sadam melirik teman-temannya dia takut menjawab pertanyaan dari pak Budin.


''Ayo Sadam ceritain kejadian semalam gue juga pengen tahu kenapa? lo bisa kerasukan seperti itu, dan lo tahu gak gue hampir mati gara-gara lo cekik,'' ujar Kenzo.


Akhirnya Sadam menceritakan kejadiannya.


''Maaf pak saya sudah berbuat salah, tadi malam saya keluar dari rumah untuk mencari sinyal ponsel karena saya harus menghubungi orang tua saya, saya takut mereka khawatir karena saya belum mengabari mereka,'' ujar Sadam dengan wajah tertunduk.


''Ya ampun Sadam kan pak Budin sudah memberitahu kita jangan keluar malam, lo parah banget!'' ujar Kaila dia tidak menyangka Sadam melakukan larangan yang berlaku di desa itu.


''Maafkan saya pak kades,'' ujar Sadam.


''Ini bukan soal minta maaf maupun tidak, ini semua berbahya untuk kalian, saya sudah melarang kalian berkali-kali tapi kalian tetap tidak mendengarkan perkataan saya,'' ujar pak Budin.


Mereka semua pun menundukkan kepala karena merasa bersalah telah melanggar peraturan di desa itu. Semua orang keluar dari rumah itu, saat Aulia dan Bara ingin keluar rumah Naura menghentikan langkah Aulia.

__ADS_1


''Mas terimakasih sudah membantu kami semalam,'' ucap Naura.


Aulia hanya menganggukkan kepalanya tanpa ada senyuman di wajahnya.


''Maaf mas kalau saya boleh tahu nama mas siapa?'' tanya Kenzo.


''Aulia.''


''Kenalin mas nama saya Kenzo dan ini Naura Kaila dan Sadam, sekali lagi terimakasih sudah membantu kami semalam,'' ucap Kenoz.


Aulia pun keluar dari rumah itu bersama dengan Bara.


......................


...DI TEMPAT LAIN...


mereka bercerita tentang kejadian semalam.


''Kenapa? kamu bisa di rumah itu, tadi malam?'' tanya Bara sambil menyeruput kopi hitamnya.


''Aku mendengar teriakan mereka tadi malam, rumah tempat mereka tinggalkan dekat dengan rumah ku jadi aku keluar untuk melihat mereka,'' sahut Aulia.


''Tapi mereka tidak tahukan siapa kamu?'' tanya Bara.


Aulia menggelengkan kepalanya dan menyeruput kopinya.

__ADS_1


''Menurut kamu makhluk apa yang sudah merasuki orang kota itu?'' tanya Bara berbisik.


''Siluman bayangan hitam!'' sahut Aulia.


Bara melebarkan matanya terkejut dengan perkataan Aulia.


''Kok bisa, apa? yang di inginkan oleh siluman bayangan itu? sehingga makhluk itu merasuki orang kota itu,'' ujar Bara.


''Dia menginginkan kitab harimau putih,'' sahut Aulia.


''Tapi kenapa? Siluman itu merasuki tubuhnya?'' tanya bara yang masih tidak mengerti.


''Kamu kan tahu semua siluman menginginkan kitab ini, para siluman akan melakukan segalanya cara agar kitab ini jatuh ke tangan mereka,'' ujar Aulia.


''Mereka datang,'' ucap Bara.


Aulia pun membalikkan badannya menoleh kebelakang melihat anak kota itu duduk di warung Gadis.


.


.


.


.

__ADS_1


. ... BERSAMBUNG...


...JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPSNYA. HANYA CERITA FIKSI...


__ADS_2