
Malam harinya Aulia mengajak Naura keluar, dia ingin mengajak Naura ke suatu tempat Aulia ingin mengatakan perasaannya terhadap Naura. Meskipun dia tahu Naura tidak akan menjadi miliknya.
''Naura bisakah kamu ikut dengan saya sebentar, saya ingin menunjukkan sesuatu kepada mu,'' ajak Aulia.
''Boleh memangnya kita mau kemana?'' tanya Naura sambil tersenyum.
''Ikut saja dahulu,'' ucap Aulia.
Naura menganggukkan kepalanya dan mereka pun pergi berdua ke tempat yang di ajak Aulia. Tidak lama mereka pun sampai di sebuah kursi yang terletak di tepi jalan. Mereka pun duduk disana.
''Naura besok kamu akan pulang ke kota mu, sebelum kau pergi saya ingin mengatakan sesuatu,'' ucap Aulia.
''Emangnya kamu mau mengatakan apa?'' tanya Naura menatap Aulia.
''Kenapa kau datang ke desa ini,'' tanya Aulia sambil menatap Naura.
Naura tersenyum,''Aku datang kemari hanya untuk berkerja.''
''Tapi kanapa kau harus hadir! di dalam hatiku?'' tanya Aulia.
''Aulia, kamu ini sedang bicara apa? aku benar-benar tidak mengerti apa maksud perkataan kamu!'' sahut Naura.
''Aku jatuh cinta sama kamu, kenapa kamu harus membuat saya jatuh cinta semudah ini kepada mu!'' ucap Aulia.
__ADS_1
Naura hanya diam tanpa berkata sepatah katapun dia hanya fokus menatap Aulia dia tidak mengerti.
''Kau tidak perlu menjawabnya saya hanya ingin mengungkapkan perasaan saya saja. Jika nanti kau pergi setidaknya saya akan lebih mudah untuk melakukan mu,'' ucap Aulia.
''Aku juga merasa nyaman dengan mu Aulia, tapi mohon maaf bukan maksud aku untuk menolak cinta mu, kau juga sangat baik kepada ku. Tapi sekarang ini aku sudah punya tunangan yang telah di jodohkan oleh orang tuaku,'' ujar Naura.
''Cukup!.. Saya hanya ingin jawaban, dan kamu sudah menjawabnya dengan baik,'' ucap Aulia menundukkan kepalanya.
Mungkin inilah yang terbaik untuk Aulia, Naura menolaknya dan itulah yang di inginkan olehnya.
''Aulia aku pulang dulu, Kaila pasti sudah menunggu ku di rumah,'' ujar Naura bangkit dari tempat duduknya dan pergi.
Aulia yang masih duduk sendiri sambil menatap langit malam.
''Aulia,'' panggil Bara berjalan mendekati.
Aulia menganggukkan kepalanya tanpa menjawab perkataan Bara.
''Apa jawabannya jangan sampai dia menerima mu,'' ucap Bara.
''Seperti yang kau inginkan, dia menolak ku. Dan aku rasa itu adalah jawaban yang tepat,'' sahut Aulia.
''Jangan menyalahkan takdir mu, aku juga sama seperti mu kita adalah satu dan tidak mungkin bisa berubah. Apa kau masih ingat dahulu aku sangat ingin seperti mu yang memiliki ilmu kesaktian dan bela diri yang bagus dan sekarang aku menjadi seperti kamu. Ternyata itu sangat sulit untuk ku menjalankannya aku sadar ini adalah takdir ku,'' ucap Bara dia pun bangkit dari duduknya dan pergi.
__ADS_1
Aulia melihat Bara pergi meninggalkannya tiba-tiba saja Aulia memanggilnya, ''Bara.'' dan berlari ke arah Bara sambil merangkul pundak sahabatnya itu.
''Kenapa? apa kau sudah bisa melepaskan dia pergi?'' tanya Bara.
''Aku akan mencobanya dan harus kuat seperti diri mu,'' sahut Aulia.
.
PAGI HARINYA
Anak kota itu sedang mengemaskan barang-barang mereka yang akan mereka bawa ke kota, Naura mendekati neneknya Aulia.
''Nenek aku akan pergi, terimakasih atas segalanya atas kebaikan nenek... Dan juga warga desa yang sudah mau menerima kami dengan baik selama di desa ini,'' ucap Naura.
Dan Naura pun mendekati Aulia dan Bara mereka saling bertatapan mungkin itu adalah tatapan terakhir mereka, dan mereka tidak tahu kapan akan bertemu lagi.
''Maafkan aku mungkin selama di sini aku, atau teman-teman ku membuat kalian marah atau kesal, dan untuk kamu Aulia untuk tadi malam aku minta maaf,'' ucap Naura.
Aulia menganggukkan kepalanya. Tidak lama mereka pun masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan desa indah.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG...