Harimau Aulia

Harimau Aulia
Desa terlarang


__ADS_3


Aulia menceritakan semua kejadian terjadi di desa indah saat ini, ada seorang dukun yang mencoba mencelakai teman-temannya dengan menggunakan sihir hitam seperti teluh. Raja Agra sangat memahami dukun-dukun seperti itu bahkan di semua desa memiliki dukun yang semacam itu.


''Apa yang harus kami lakukan kek?'' tanya Aulia yang duduk di samping Bara, yang masih terbaring.


''Tugas kalian adalah menjaga desa dan juga orang-orang di desa itu. Tapi jika ada dukun-dukun yang seperti itu lebih baik kalian habisi mereka daripada mereka terus menyakiti warga desa,'' ucap Raja Agra.


Aulia pun pergi keluar dari pondok bambu, dia berjalan-jalan di desa terlarang Aulia melihat desa itu tidak ada bedanya dengan desa lainnya, hanya saja yang membuat desa itu berbeda adalah penduduk desanya tidak bisa keluar dari tempat itu mereka akan tetap tinggal di desa ini selama-lamanya.


Seorang anak laki-laki yang berkulit coklat dengan pakaian sederhana mendekati Aulia dia memegang tangan Aulia, Aulia sangat terkejut melihat anak laki-laki itu memegang tangannya.


''Ada apa?'' tanya Aulia sambil berjongkok di depan anak laki-laki itu.


''Tidak apa-apa aku hanya ingin berteman dengan mu,'' jawab anak laki-laki itu.


''Baiklah jika kau ingin berteman dengan ku, bari kita duduk,'' ucap Aulia.


Anak kecil itu hanya menatap Aulia entah apa yang sedang di pikirkan oleh anak laki-laki itu bahkan dia tidak berkedip menatap Aulia.


''Kenapa? kenapa kamu menatap aku seperti itu?'' tanya Aulia tersenyum.


''Kau sangat tampan, apa kau cucu kakek Arga, apa kau juga seorang harimau putih?'' tanya anak laki-laki itu.


Membuat Aulia bingung dengan banyaknya pertanyaan yang di lontarkan oleh anak laki-laki itu kepadanya. Aulia hanya bisa tersenyum mendengar pertanyaan dari anak kecil tersebut.


''Kenapa kau hanya tersenyum? aku butuh jawaban mu,'' ucapnya lagi.

__ADS_1


''kau ini masih kecil, tapi sudah sangat pintar dalam bicara. Bolehkah aku menjawab pertanyaan mu satu-persatu aku tidak bisa menjawab semuanya.'' Aulia tersenyum.


Anak kecil itu Menganggukkan kepalanya dia sangat bersemangat menunggu jawaban dari Aulia atas semua pertanyaannya itu.


''Kenapa kau malah diam lagi, ayo jawab pertanyaan ku tadi,'' ucap anak kecil itu.


''Baiklah aku akan menjawab, semua pertanyaan kamu, semua yang kau katakan itu benar. Hanya satu yang tidak benar, aku ini tidak taman,'' ucap Aulia tersenyum.


''Berarti kau adalah salah satu dari mereka.'' anak kecil itu menunjuk ke arah murid-murid Raja Agra yang sedang berkumpul di sebuah pondok bambu.


Aulia menganggukkan kepalanya


''Aku mau tanya sama kamu, kenapa kamu memanggil kakak ku, dengan sebutan kakek juga?'' tanya Aulia penasaran dengan anak laki-laki itu.


''Orang tuaku baru meninggal beberapa bulan yang lalu, aku hanya tinggal berdua bersama kakakku, jadi Kakek Arga menjadikan kami sebagai cucunya. Apa kau marah kalau aku menjadi cucunya juga?'' tanya anak kecil itu.


''Tentu saja tidak kenapa aku harus marah,'' jawab Aulia.


"Apa teman kau yang sakit itu juga seorang harimau seperti mu?" tanya anak laki-laki itu lagi.


"Iya dia sama seperti diriku, apa kau takut," ucap Aulia.


"Tidak untuk apa aku harus takut, aku hidup di tempat ini juga berdampingan dengan mereka, semua itu sudah biasa untuk ku," jawab anak itu.


"Kalau aku boleh tahu siapa nama mu?" Tanya Aulia menatap anak kecil itu.


"Nama ku Hari, gak tahu kenapa ibu dan ayahku membuat nama itu," ucap anak laki-laki tersebut.

__ADS_1


DI TEMPAT LAIN


Bara yang tadinya masih terbaring kini sedikit demi sedikit dia kembali sembuh, matanya mulai terbuka secara berlahan.


"Guru," ucap Bara setelah sadar.


"Kau istirahatlah dahulu kau baru saja sadar." Raja Agra membaringkan Bara kembali.


"Aku kenapa guru rasanya sangat sakit sekali?" Tanya Bara.


"kau terkena racun siluman ular saat kalian bertarung, dan Aulia membawa mu kesini," jawab Raja Agra.


"Terimakasih guru sudah menyembuhkan saya," ucap Bara.


Seorang wanita cantik berambut panjang dengan mata sayu dan kulit putih bersih, datang untuk memberikan obat ramuan tradisional kepada Raja Agra untuk di berikan kepada Bara.


"Kakek ini obatnya sudah saya buatkan," ucap wanita itu.


Raja Agra segera mengambil mangkuk kecil yang terbuat dari sebatang kayu, yang berisi ramuan itu. Dan memberikannya kepada Bara untuk di minum olehnya.


"Minumlah ramuan ini agar racun itu bisa berkurang dari tubuh mu." Raja Agra membantu Bara untuk meminumnya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung berikan aku dukungan kalian vote


__ADS_2