
''Apa yang ibu katakan?'' tanya Bara menghentikan makannya.
''Ibu gak mau kamu berteman dengan Aulia, yang tidak tahu asal-usulnya itu!'' ucap ibu Bara.
''Buk, jangan bicara seperti itu. Ibu tahukan kalau gak ada Aulia mungkin aku sudah mati sekarang dan mungkin kita tidak bisa berkumpul seperti ini,'' ujar Bara.
''Apa maksud mu bicara seperti itu?'' tanya sang Ibu.
''Ibu masih ingatkan waktu aku dan Aulia pergi ke hutan, disana kami bertemu harimau. Kalau tidak ada Aulia maka aku akan mati di terkam oleh harimau jadi-jadian itu,'' ujar Bara.
''Justru itu ibu tidak suka kamu berteman dengan Aulia, setiap kamu berteman dengan dia kamu selalu dalam bahaya!'' sahut sang Ibu.
Karena tidak mau berkepanjangan Bara pun pergi meninggalkan ibunya di ruang makan tersebut.
''Aku harus berbuat sesuatu agar Bara menjauhi Aulia, anak yang tidak tahu asal usulnya itu!'' batin Ibu Bara.
Bara, pergi ke mesjid desa disana dia bertemu dengan Aulia yang sedang melaksanakan salat.
''Bagaimana aku bisa menjauhi teman seperti ini, dia laki-laki yang baik dan juga teman yang baik,'' batin Bara.
''Bara ada apa dengan mu? kenapa kamu melamun?'' tanya Aulia sambil melambaikan tangannya di wajah Bara.
__ADS_1
''Aku hanya melamun melihat bintang, aku pikir kamu belum selesai salat,'' sahut Bara tersenyum.
Aulia pun duduk di samping Bara mereka duduk di kursi yang sama yang terletak di luar mesjid.
''Sepertinya kamu lagi memikirkan sesuatu, apa kamu lagi memikirkan Gadis?'' tanya Aulia menggoda Bara.
''Ya gaklah,'' sahut Bara singkat.
Setelah ngobrol panjang, Aulia dan Bara pun pulang ke rumah mereka masing-masing.
''Assalamualaikum,'' ucap Aulia sambil mengetuk pintu rumahnya. Namun sang nenek tidak menjawab salamnya.
''Nenek!'' teriak Aulia dia langsung mendobrak pintu hingga terlepas dari tempatnya.
''Nenek kenapa? apa yang terjadi disini?'' tanya Aulia.
Sang nenek tidak sadarkan diri, tiba-tiba saja Aulia mencium bau siluman ular di sekitar rumahnya.
''Kurang hajar! kalian, berani sekali kalian menyakiti nenek ku!'' ucap Aulia matanya bersinar rambutnya pun muncul dengan warna putih.
Sebelum dia mengejar siluman ular tersebut Aulia membaringkan neneknya dikamar.
__ADS_1
''Nenek Aulia pergi sebentar, aku akan segera kembali,'' ujar Aulia. Dia pun segera pergi itulah kali pertama Aulia menggunakan ilmu menghilangnya Aulia langsung menghadang siluman ular tersebut di tengah hutan. Dia benar-benar marah matanya melirik sekeliling hutan.
Aulia melihat siluman ular itu lari menjauh ke dalam hutan, Aulia pun dengan cepat mengubah wujudnya menjadi harimau dia langsung menerkam ular tersebut dengan kuku panjangnya dia mencabik-cabik tubuh siluman ular itu.
Dari kejauhan Ratu Sanca melihat Aulia menerkam muridnya, dia mengeluarkan ilmu tenaga dalamnya segera dia lemparkan sihirnya ke arah Aulia.
Sihir tersebut membuat Aulia terpental jauh. Sang Ratu pun segera melarikan muridnya pergi dari hutan tersebut.
Aulia juga segera pergi dari hutan itu dengan cepat, dia ingin melihat keadaan neneknya yang dia tinggalkan di rumah. Setelah sempai di rumah Aulia segera mengobati sang nenek dengan ilmunya.
.
.
.
. BERSAMBUNG..
jangan lupa minta update dan dukungannya.
Terimakasih.
__ADS_1