Harimau Aulia

Harimau Aulia
Aidan dan Gavar


__ADS_3

KERAJAAN BAGASKARA


Aidan sedang menghadap Bagaskara.


''Apa yang membuat kau kemari anakku,'' ucap Bagaskara.


''Aku ingin Ayah membantu ku, untuk mendapatkan pedang itu, dari Aulia,'' Jawab Aidan.


''Kau tidak bisa semudah itu, untuk mendapatkan pedang tersebut,'' ucap Bagaskara.


''Kenapa?'' tanya Aidan.


''Sebab pedang itu tidak berada di tangan Aulia, pedang itu berada di hutan terlarang dan dijaga ketat oleh Raja Agra, kita tidak bisa kesana,'' ucap Bagaskara.


''Apa salahnya kita kesana, aku sangat ingin memiliki pedang itu ayah!'' ucap Aidan dia sangat ingin memiliki pedang tersebut untuk membalaskan dendamnya kepada Gantala.


''Kau jangan berurusan dengan Raja Agra, karena kami sudah berjanji untuk tidak saling mengganggu, jika itu terjadi maka kita bisa dihabisi oleh mereka!'' ucap Bagaskara.


''Bagaiamana cara aku untuk mendapatkan pedang itu?'' tanya Aidan.


''Jika pedang itu sudah berada di tangan Aulia, kau bisa merebutnya,'' jawab Bagaskara.


Aidan menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Di lain tempat Gavar mendengar pembicaraan Aidan dan Bagaskara.


''Tenag saja tuan Aidan aku akan membantu Anda untuk mendapatkan pedang itu dari Aulia,'' batin Gavar.

__ADS_1


Gavar adalah seorang murid yang cukup setia kepada tuannya. Sama halnya seperti Gantala yang juga begitu setia kepada Raja Agra dan Aulia.


Saat ini Aidan duduk sendiri di hutan wilayahnya, tidak lama Gavar pun datang untuk menemaninya.


''Tuan Aidan kenapa kamu duduk sendiri?'' tanya Gavar sambil duduk di samping Aidan.


''Sudah berapa kali saya harus ngomong sama kamu, jangan panggil saya tuan. Panggil saja Aidan,'' ucapnya.


''Baiklah Aidan, apa yang membuat kamu melamun seperti ini, seharusnya seorang harimau ganas tidak seperti ini,'' ucap Gavar.


''Kau tahu kan, kalau saya sangat menginginkan pedang itu, tapi Ayah melarang ku untuk pergi ke hutan terlarang. untuk merebut pedang itu!'' jawab Aidan.


''Jangan terlalu tergesa-gesa untuk mendapatkan pedang tersebut, kita masih belum tahu. Apakah pedang itu benar-benar berada di hutan terlarang atau tidak, karena mereka juga sangat licik! bisa jadi pedang itu masih berada di tangan Aulia,'' ucap Gavar.


''Kamu benar, tapi bagaimana kita bisa mengetahuinya bahwa pedang itu ada bersama Aulia?'' tanya Aidan menatap Gavar.


Aidan pun mengangguk-anggukkan kepalanya.


''Kalau bisa kita hadapi Aulia, Kita juga harus menyiapkan beberapa murid untuk membantu kita disana,'' ucap Gavar.


Aidan kembali menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah Gavar.


''Gantala dan Aulia, bersiaplah kalian untuk mati!'' batin Aidan.


MALAM HARI ITU.

__ADS_1


Aidan, Gavar dan berapa murid lainnya menyerang warga yang sedang ngobrol sambil berjaga-jaga malam.


''Kalian harus menakuti mereka, kalau perlu habisi meraka!'' ucap Aidan.


Murid itupun menganggukkan kepala mereka, dan mengubah wujud mereka menjadi harimau kuning.


Warga yang sedang mengobrol, salah satu dari mereka pergi ke arah semak-semak.


''Kamu mau ke mana?'' tanya warga melihat temannya pergi.


''Saya mau pi*pis sebentar,'' ujarnya tergesa-gesa karena sudah tidak tahan. Orang itupun langsung membuang air kecil di dalam semak-semak itu.


Setelah selesai dia segera pergi. Namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara sesuatu yang berjalan di dalam semak.


''Bunyi apa itu?'' orang itu menyalakan senternya sambil melihat ke dalam semak.


''Tolong-tolong!'' ujar orang itu berlari ke arah warga lainnya.


''Ada apa pak?'' tanya warga.


Dia menjawab dengan napas yang tidak teratur tubuhnya bergetar ketakutan.


''A- a ada harimau pak,'' ujarnya.


.

__ADS_1


.


. BERSAMBUNG


__ADS_2