
Siang itu Aulia dan Bara pergi ke warung Gadis, mereka menikmati makanan disana meskipun warung itu kecil tapi pengunjungnya cukup ramai. Ada beberapa warga sedang membicarakan tentang Warga yang hilang di hutan Aulia dan Bara hanya mendengarkan saja saat mereka bercerita tentang orang hilang tersebut, ada tiga orang yang hilang di hutan sampai saat ini mereka belum di ketahui keberadaannya.
''Pak kalian sudah dengar kabar?'' tanya seorang warga.
''Kabar apa Pak sampai sekarang kami belum mendengar kabar apa-apa,'' sahut mereka.
''Ada orang yang hilang di hutan Pak, sampai sekarang mereka belum pulang,'' ujar warga.
Deg...
''Kenapa? mereka bisa hilang Pak?'' tanya warga lainnya.
''Ada yang mengatakankan mereka pergi ke hutan untuk mencari rotan dan kayu, dan ada juga yang mengatakan mereka sudah tidak pulang selama seminggu. Gak tahulah mereka masih ada atau gak,'' ujar Warga itu.
''Kasihan sekali mereka, kenapa? mereka tidak cari di gunung terdekat saja atau pun di bukit itu, masih banyak juga rotannya kenapa? harus ke hutan,'' sahut yang lain.
''Mungkin di hutan lebih banyak Pak,'' ujar Warga.
''Yang namanya di hutan pasti banyak, terus siapa-siapa saja yang hilang itu pak?'' tanya warga.
''Pak Nudin, Pak Zein dan Pak Surya,'' ujar Warga lainnya.
''Wah mereka kan bersahabat!'' sahut lainnya.
Seorang Bapak-bapak berlari menuju warung dengan napas naik turun dia menghampiri warga yang berada di warung itu.
''Ada apa? Pak?'' tanya warga yang sedang ngobrol di warung itu.
''Saya dapat kabar Pak, kalau Pak Zein dan Pak Surya di temukan dengan keadaan selamat mereka sekarang ada di balai desa, tapi..
''Tapi apa Pak?'' potong seorang warga.
''Pak Nudin yang masih belum di ketahui keberadaannya,'' sahut orang itu.
''Wah kalau tidak di temukan pasti dia sudah tidak ada, kalau gak di terkam harimau biasa, palingan harimau jadi-jadian itu,'' sahut warga lainnya.
''Kita berdoa saja semoga Pak Nudin baik-baik saja dan selamat,'' ujar seseorang.
''Aminnn,'' sahut mereka dengan serempak.
Aulia dan Bara pun pergi kebalai desa untuk melihat bagaimana keadaan mereka yang selamat itu. Sampainya di balai desa Aulia melihat warga tersebut wajahnya begitu pucat pasi mungkin karena ketakutan wajar mereka sangat takut yang namanya hutan pasti banyak bintang puasnya apa lagi mereka sudah satu Minggu di hutan itu.
__ADS_1
''Pak Kades bagaimana dengan suami saya Pak dia belum juga di temukan, tolong Pak tolong cari suami saya,'' ucap seorang wanita paruh baya mungkin dia adalah istrinya Pak Nudin dia terus menangis.
''Iya Bu, pasti kita akan mencari suami Ibu sampai ketemu,'' sahut Pak Kades.
''Aku akan minta bantuan sama kakek agar menemukan Pak Nudin,'' ujar Aulia.
Bara menganggukkan kepalanya bahwa dia setuju meminta bantuan kepada Raja Agra.
Aulia dan Bara pun berjalan mendekati warga itu karena mereka ingin bertanya di hutan mana mereka tersesat Aulia dan Bara duduk samping warga tersebut.
''Pak kita mau tanya? di hutan mana kalian tersesat itu?'' tanya Aulia.
''Kami tidak tahu nama hutan itu, tapi hutan itu sangat lebat dan gelap kami mencari rotan di situ karena tempat itu sangat banyak sekali rotan. Setelah kami mengambil rotan tersebut di situlah kami kehilangan Pak Nudin saat kami mencarinya dia gak ada, dia seperti menghilang begitu saja,'' sahut Pak Surya.
Aulia dan Bara melihat satu sama lain mereka tahu itu adalah hutan menuju hutan terlarang, Aulia dan Bara pun langsung pergi dari balai. Desa tanpa mengatakan apapun kepada warga.
''Apa sebaiknya kita saja yang pergi ke hutan itu,'' ujar Aulia menatap Bara.
''Jangan, kita tidak boleh kesana, takutnya warga bisa curiga sama kita lebih baik kita minta tolong sama guru saja,'' sahut Bara.
Aulia menganggukkan kepalanya dia pun segera menutup matanya dan memegang dadanya dia ingin berkomunikasi. Dengan sang kakek melalui batinnya. Tidak lama Aulia kembali membuka matanya.
''Bagaimana?'' tanya Bara.
''Baguslah kalau seperti itu,'' ujar Bara.
''Aku berharap tidak terjadi sesuatu kepada Pak Nudin,'' ucap Aulia.
Bara menganggukkan kepalanya.
''Aulia aku mau minta maaf sama kamu,'' ujar Bara.
''Maaf untuk apa?'' tanya Aulia menoleh ke arah Bara.
''Semalam aku sempat mencari kitab itu di dalam lemari pakaian kamu,'' ujar Bara.
''Gak apa-apa aku sudah tahu, tapi kenapa? kamu ingin mencari kitab itu?'' tanya Aulia.
''Kamu tahu dari mana, terus kenapa? kamu tidak memarahi aku?'' tanya Bara.
''Untuk apa aku harus marah, kamu berhak mempelajari kitab itu, masalahnya sangat mudah aku tidak berprasangka buruk sama kamu karena itu aku tidak bertanya sama kamu,'' sahut Aulia.
__ADS_1
''Aku pikir kamu akan menganggap aku sebagai mengkhianat, Aku tidak ingin mempelajari kitab itu, Guru sudah bilang kalau aku tidak akan bisa mempelajari kitab tersebut. Aku hanya takut kamu akan menaruh kitab itu sembarangan karena itulah aku mencarinya tapi ternyata aku tidak menemukannya,'' sahut Bara panjang lebar.
''Kamu bisa mempelajari kitab itu aku sudah meminta izin kepada kakek dan dia mengizinkannya,'' ujar Aulia.
''Tapi kamu tahukan kalau aku tidak bisa mempelajari kitab itu tubuh ini akan hancur dan kamu tahu aku tinggal di raganya Bara,'' ujar Gantala / Bara.
''Kamu bisa mempelajarinya tapi bukan untuk semuanya, kamu bisa mempelajari satu atau dua ilmu,'' sahut Aulia.
.........
Malam harinya warga-warga pulang dari mesjid begitu juga Aulia dan Bara keluar dari mesjid karena rumah Aulia dan Bara searah mereka pun segera pulang berdua. Jalan itu cukup gelap untuk di lewati karena lampu dijalan itu sangat jauh-jauh jaraknya, dari sana terlihat seseorang sedang berjalan ke arah Aulia dan Bara, orang itu berjalan sempoyongan.
''Bara bukannya itu Pak Nudin?'' tanya Aulia.
''Iya itu Pak Nudin ayo kita kesana,'' ujar Bara mereka berlari menghampiri Pak Nudin yang sudah begitu kesakitan karena ada luka di kakinya dan di lututnya, Bara dan Aulia memegang tangan Pak Nudin agar dia tidak terjatuh mereka langsung membawa Pak Nudin ke rumahnya.
''Assalamulaikum,'' ucap Aulia setelah sampai di rumah Pak Nudin.
''Waalaiakumsalam,'' jawab istri Pak Nudin dari dalam rumah. Pintu pun dibuka sang istri melihat suaminya sedang di pegang oleh Aulia dan Bara.
''Bapak,'' teriak Istri Pak Nudin, Aulia dan Bara langsung membawa Pak Nudin masuk ke dalam rumahnya dan membaringkannya di atas tempat tidur.
''Terima kasih ya nak Aulia dan nak Bara, sudah menemukan suami Ibu,'' ucap nya.
''Iya Bu, sama-sama,'' sahut Aulia.
Berapa warga terdekat mulai berdatangan ke rumah Pak Nudin mereka ingin tahu bagaimana Pak Nudin bisa selamat dan bisa pulang ke rumah.
Malam itu pukul jam 11.30 Aulia dan Bara masih di rumah Pak Nudin, warga dan juga Pak kades sudah berada di rumah itu.
''Pak bagaimana cara Bapak bisa pulang dari hutan itu, apa ada yang mengantarkan Babak pulang?'' tanya Pak Budin kepala desa.
Pak Nudin masih terlihat linglung karena kejadian tersesat tersebut dia masih belum percaya kalau dirinya sudah berada di rumahnya, kalau orang desa tersesat di hutan pasti dirinya akan terlihat bingung karena di ikuti oleh makhluk yang tak kasat mata seperti jin dan lainnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG... JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS NYA HANYA CERITA FIKSI.