
Aulia terus berjalan menjauhi murid kakeknya itu, karena dia tidak ingin Bara menjadi bagian dari bangsanya.
Tapi orang itu lebih cepat dari Aulia dia sudah berdiri di depan Aulia.
''Pergilah dari sini, kembalilah ke desa terlarang saya tidak ingin kamu mengikuti saya,'' ujar Aulia.
''Hentikan langkah mu, kalau tidak sahabat mu itu akan mati,'' ujar orang itu.
Aulia tidak memperdulikannya, Aulia kembali membaringkan tubuh Bara ke tanah dia mencoba mengeluarkan ilmunya lagi untuk di berikan ke tubuh Bara. Tapi lagi-lagi Bara tidak bisa menerima ilmu itu karena tubuhnya terlalu lemah, Aulia kembali menangis sambil merangkul tubuh Bara.
''Biarkan aku memasuki tubuhnya, dia tidak akan bisa bertahan lama,'' ujar murid itu.
Aulia tidak tahu harus berbuat apa lagi dia benar-benar sudah putus asa melihat sahabatnya seperti itu.
''Baiklah aku izinkan masuklah ke dalam tubuh sahabatku ini, aku sudah tidak tahu harus bagaimana mana lagi,'' sahut Aulia.
Mendengar itu sang murid pun segera duduk bersila duduk di hadapan Bara dia mulai mengerakkan tangannya seperti gaya-gaya ciri khas manusia harimau.
Tidak lama dia langsung memasuki tubuh Bara, Aulia melihat kejadian itu dia benar-benar tidak kuat dan belum bisa menerima kalau sahabatnya akan sama seperti dirinya, sebagai manusia harimau.
Aulia memalingkan wajahnya dari Bara agar dia tidak melihat kesakitan sahabatnya itu.
''Aulia,'' panggil Bara.
Aulia pun menoleh ke arah Bara yang telah berdiri di belakangnya dengan kuat. Darah kental yang mengalir di wajahnya pun hilang seketika wajahnya kembali bersih seperti sediakala.
''Bara,'' ujar Aulia langsung memeluk sahabatnya itu.
''Ada apa? dengan mu?'' tanya Bara sambil melepaskan pelukannya.
''Apa? kamu benar-benar Bara?'' tanya Aulia.
"Iya aku Bara memangnya ada Bara lain selain aku" sahut Bara tersenyum.
Aulia tahu bahwa Bara bukanlah seutuhnya Bara, tapi Aulia legah melihat Bara baik-baik saja mereka pun kembali berjalan melewati hutan dan semak-semak.
Di perjalanan mereka di hadangan oleh harimau 🐯 kuning yang ingin merampas kitab harimau 🐯 putih dari tangan Aulia. Mereka tahu kitab itu di serahkan kepada Aulia.
"Berhenti kalian serahkan kitab itu kepada kami!" ujar mereka harimau 🐯 itu.
"Kitab apa saya tidak membawa kitab," sahut Aulia.
"Kau tidak usah berbohong dari kami, kami tahu kitab itu sudah di serahkan kepada mu, berikan kepada kami," ujar mereka.
Bara bersembunyi di belakang Aulia.
"Serahkan atau kami akan merebut secara paksa dari tangan mu," ujar mereka lagi. Mereka langsung menyerang Aulia dan Bara.
__ADS_1
Di tengah hutan mereka bertarung dan melawan bangsa harimau 🐯 kuning untuk mendapatkan kitab harimau 🐯 putih itu.
Bara pun ikut membantu Aulia dia mengeluarkan jurus-jurusnya karena di dalam dirinya ada harimau 🐯 putih.
Mereka bangsa harimau 🐯 kuning tidak mampu melawan Aulia dan Bara mereka kalah dan pergi kitab tidak bisa di rebut oleh mereka.
Aulia menatap Bara, matanya berkilau seperti mata harimau, Aulia begitu merasa bersalah Bara yang telah menjadi harimau seperti dirinya. Dia tidak tahu harus berkata apa kepada ke dua orang tuanya nanti jika Bara telah berubah wujud seperti harimau 🐯.
"Kenapa? kamu menatap aku seperti itu?" tanya Bara.
"Tidak aku melihat kamu begitu hebat saat melawan mereka tadi," sahut Aulia.
"Itu sudah biasa, kamu kan juga pernah melihat aku bertarung waktu itu," ujar Bara.
Aulia menganggukkan kepalanya. Mereka kembali berjalan melewati hutan, sudah berhari-hari mereka berjalan di hutan tersebut belum juga sampai ke desa mereka. Malam pun tiba mereka masih di hutan.
''Aulia kenapa? kamu tidak mengunakan ilmu saja agar kita lebih cepat sampai di desa?'' tanya Bara.
''Tidak, aku lebih suka berjalan seperti ini, apa kata nenek ku nanti tiba-tiba kita sudah berada di rumah, kamu harus tahu aku tidak akan pernah memperlihatkan kekuatan ku kepada orang lain, aku akan mengunakan kekuatan ini hanya untuk menjaga desa kita dan orang-orang di sekitar kita,'' ujar Aulia. Panjang lebar.
Bara mengangguk dan tersenyum dia sangat bangga dengan sahabatnya itu.
.
.
.
.
Orang tua Bara mulai cemas dan gundah karena Bara belum juga pulang.
''Bu Lilis jika Bara tidak pulang hari ini juga saya akan menyalahkan Aulia soal ini karena dia yang membawa Bara pergi ke hutan itu!'' ujar orang tua Bara.
''Sabar Bu, mereka pasti akan pulang,'' sahut Bu Lilis.
''Kalau terjadi sesuatu kepada Anak saya, lihat saja nanti, ini sudah berhari-hari Bu, tapi anak ku belum juga pulang,'' ujar orang tua Bara.
''Bukan hanya Bara yang belum pulang, tapi Aulia juga belum pulang,'' sahut Bu Lilis.
''Saya tidak peduli! sama Aulia, saya hanya ingin Anak saya kembali dengan selamat,'' ujar orang tua Bara Semakin marah.
Bu Lilis hanya bisa diam, dia juga merasa cemas dan khawatir karena Aulia belum juga pulang dari hutan terlarang itu.
Warga-warga pun sudah berkumpul di rumah Bu Lilis.
''Bu, kenapa? Aulia pergi ke hutan itu, bukankah hutan itu sangat berbahya?'' tanya salah satu Warga.
__ADS_1
''Saya tidak tahu Aulia pergi ke hutan itu, karena dia tidak memberi tahu saya waktu pergi,'' sahut Bu Lilis berbohong karena takut masalahnya akan panjang.
...... Hutan terlarang......
''Kita akan sampai ke desa, aku harapkan kamu bersikaplah seperti Bara,'' ujar Aulia menghentikan langkah Bara.
''Aku ini Bara Aulia, kenapa? kamu berkata seolah-olah aku ini bukan Bara,'' sahutnya.
''Karena ada raga lain dalam tubuh mu,'' ujar Aulia.
''Aku tahu, aku adalah murid dari kakek kamu, meskipun raga ini bukan lagi seutuhnya Bara, tapi aku tetaplah Bara,'' sahut Bara tersenyum.
Aulia pun membalas senyuman itu, dia juga tahu Bara bukanlah Bara yang dahulu yang cerah dan lucu, sekarang Bara yang dia kenal adalah Bara sang manusia harimau.
''Apa kamu bisa mengenali orang tua Bara?'' tanya Aulia.
''Ya masihlah, aku masih waras tidak mungkin aku melupakan orang tua ku,'' sahut Bara.
Aulia tersenyum mendengar perkataan Bara kalau dia masih mengingat orang tuanya. Mereka pun sampai di desa. Warga-warga sudah menantikan kepulangan mereka berdua. Orang tua Bara langsung memeluknya, Bara kelihatan bingung dia merasa seperti memiliki keluarga baru, itu jelas karena Bara memiliki dua raga.
Aulia juga di peluk oleh sang nenek dia menangis takut Aulia tidak kembali.
''Nenek kenapa? menangis sekarang Aulia sudah kembali,'' ujar Aulia mengusap air mata sang nenek.
''Nenek hanya takut kamu tidak akan kembali lagi sama nenek,'' ujar Bu Lilis.
''Aulia tidak mungkin tidak kembali dan tidak mungkin Aulia meninggalkan nenek sendiri di rumah ini,'' sahut Aulia.
Aulia menoleh ke arah Bara dia masih di peluk oleh orang tuanya, Bara pun menoleh ke arah Aulia Bara mengangguk bahwa dia tahu itulah orang tuanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
......BERSAMBUNG JANGAN LUPA LIKE DAN... KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS HANYA CERITA FIKSI...