
Malam kliwon pun tiba Aulia dan Bara pergi ke hutan meraka pun segera mengubah wujud mereka menjadi harimau, dengan cepat pergi ke hutan terlarang untuk menemui Raja Agra.
Masih di pertengah perjalanan Aulia dan Bara di hadang oleh murid Bagaskara di hutan tersebut malam itu mereka semua tidak bisa mengubah wujudnya menjadi manusia mereka hanya bertarung dengan wujud mereka masing-masing.
Karena pertarungan dua bangsa itu tidak berhenti membuat Aulia terluka Elang pun datang malam itu untuk membantu Aulia yang sedang terluka. Berapa murid Raja Agra juga datang menolong Aulia dan Bara.
Raja Agra terpaksa datang ke hutan tersebut untuk membawa Aulia pergi dari tempat itu, Aulia masih dengan wujud hariamunya.
Di desa terlarang Aulia di baringkan di sebuah rumah panggung yang terbuat dari bahan bambu, Bara mendekati Aulia yang sedang terbaring lemah Bara yang masih berwujud harimau itu dia mendorong-dorong tubuh Aulia dengan kakinya dia berharap Aulia cepat sadar.
Raja Agra mendekati Aulia dan Bara yang berada di rumah panggung itu dia melihat Bara terus menerus membangunkan Aulia.
''Tenanglah murid ku sahabat mu ini pasti akan sembuh dia akan kembali seperti semula,'' ujar Raja Agra.
Subuh pun tiba Aulia dan Bara kembali menjadi manusia mereka saling konsentrasi untuk menguatkan tenaga mereka masing-masing.
...DI DESA INDAH..
Buk Lilis sudah pergi berkebun pagi itu tanpa di temani oleh Aulia karena Aulia belum kembali dari hutan terlarang itu. Bu Lilis mengangkat kepalanya dia melihat ke arah hutan tersebut dia tahu cucunya itu pergi kesana, meskipun Aulia tidak memberi tahunya sewaktu dia pergi.
''Apakah kamu tidak akan kembali lagi ke desa, ini Aulia nenek sangat khawatir jika kamu tidak pulang,'' batin Buk Lilis.
__ADS_1
''Itu bukannya neneknya Aulia kok dia sendirian di kebunnya Aulianya kemana?'' tanya Kaila yang sedang berjalan bersama Naura.
''Aku gak tahu, ayo kita kesana,'' ajak Naura.
Kaila Menganggukkan kepalanya. Mereka berdua berjalan menuju kebunnya Buk Lilis.
''Kenapa? neneknya Aulia melihat ke arah hutan ya?'' tanya Kaila.
''Mungkin hanya sekedar melihat saja,'' sahut Naura yang terus berjalan.
Setelah sampai di kebun Naura langsung menyapa neneknya Aulia yang sedang memetik sayur.
''Nenek,'' sapa Naura.
''Naura hanya jalan-jalan saja nek sama Kaila, kenapa? nenek sendirian?'' tanya Naura.
''Iya nek kenapa nenek sendiri Aulia kemana,'' Kaila menyahut.
''Dia di rumah lagi gak badan,'' sahut Buk Lilis berbohong agar Kaila dan Naura tidak terus bertanya tentang Aulia.
''Aulia sakit nek?, kok nenek tidak memberi tahu kita?'' tanya Kaila.
__ADS_1
''Dia hanya sakit biasa saja nanti juga sembuh,'' ujar Buk Lilis tersenyum.
Berapa jam berlalu Bu Lilis kembali pulang ke rumahnya, begitu juga dengan Kaila dan Naura pulang ke tempat tinggal mereka, Kaila duduk di ruang tamu rumah tempat mereka tinggal.
Dia langsung menghempaska. tubuhnya di sebuah kursi panjang yang terbuat dari bahan kayu tersebut. Sambil menarik napasnya.
''Kamu kenapa? kayak capek banget keliatannya padahal kita hanya pulang dari kebun,'' ujar Naura duduk di samping Kaila.
''Kebun itu jahu Naura,'' sahut Kaila, ''sadam dan Kenzo kok belum pulang katanya mau beli makanan?'' tanya Kaila.
''Gak tahu mungkin sebentar lagi mereka pulang,'' sahut Naura.
.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG JANGAN LUPA DUKUNGAN NYA...