Harimau Aulia

Harimau Aulia
HARIMAU PUTIH


__ADS_3

Bu Lilis, kembali pulang ke rumah setelah menjual sayur di pasar, dengan suasana rumah yang sudah bersih, Bu Lilis berjalan memasuki rumah dia mencari Aulia saat dia masuk rumah tidak ada Aulia di sana, Bu Lilis membuka pintu kamar Aulia dia melihat Aulia sedang melaksanakan Salat asar. Dia tersenyum melihat cucunya itu Bu Lilis sangat beruntung mendapatkan cucu seperti Aulia.


"Nenek sudah pulang?" tanya Aulia.


"Iya, nenek baru saja pulang nenek pikir kamu tidak ada di rumah," sahut Bu Lilis.


''Aulia tidak kemana-mana kok nek,'' ujar Aulia sambil membuka pecinya.


''Ya sudah nenek salat dahulu ya,'' ujar Bu Lilis melangkahkan kakinya keluar kamar Aulia.


Setelah Bu Lilis pergi dari kamar.


Aulia mendekati lemari pakaiannya dia selalu melihat kitab itu agar tidak hilang, karena Raja Agra memberikan tanggung jawab yang besar kepadanya. Untuk menjaga kitab itu dari makhluk lain.


Aulia menutup kembali lemari itu, dan keluar dari kamar berjalan menuju ruang tengah rumah. Sore menjelang Magrib Aulia berpamitan kepada Bu Lilis untuk pergi ke mesjid karena setiap malam Jum'at Aulia selalu mengikuti pengajian yang dahulu selalu di ikuti oleh Pak Rahman.


''Nenek Aulia pergi ke mesjid dulu ya, nenek hati-hati di rumah,'' ujar Aulia.


''Iya,'' sahut Bu Lilis.


Aulia mencium punggung tangan sang nenek lalu pergi.


''Pak sekarang Aulia sudah menjadi sosok yang yang kita khawatirkan selama ini, Ibu takut Pak jika suatu saat nanti Aulia juga akan meninggalkan Ibu,'' batin Bu Lilis sambil melihat Aulia pergi.


Di perjalanan Aulia bertemu Bara yang juga mau ke mesjid mereka berjalan searah. Namun tidak saling sapa mereka terus berjalan. Hingga sampai ke dalam Mesjid mereka juga duduk berdampingan.


Pengajian malam itu sudah di mulai oleh ustadz Karim, yang ada di desa itu.


Berapa jam berlalu pengajian pun selesai berapa warga masih duduk di dalam mesjid sambil mengobrol, Aulia melirik Bara yang berada di sampingnya Bara terlihat diam dia tidak lagi seperti Bara yang dulu yang selalu ceria dan lucu sejak pulang dari hutan terlarang itu dan sejak Gantala memasuki tubuhnya semuanya berubah.


"Kenapa? kamu melihat ku seperti itu? apa ada yang aneh?" tanya Bara.


"tidak bisanya setelah selesai pengajian kamu selalu mengajak aku keluar dan pergi ke warung Gadis, dari tadi aku hanya melihat kamu diam saja," sahut Aulia.


"Ya udah ayo kita pergi ke warung Gadis kita minum kopi dan juga makan soalnya aku belum makan malam," ujar Bara.


"Ayo," sahut Aulia.


Saat mereka ingin keluar dari mesjid yang tidak terlalu besar itu, tiba-tiba seseorang memanggil mereka.


"Aulia, Bara kalian mau kemana? ayo duduk sama kita dulu," ujar orang itu.


Mereka berdua pun berjalan mendekati orang yang memanggil mereka Aulia dan Bara langsung duduk di sebelah orang tersebut.


"Ada apa Pak?" tanya Aulia.

__ADS_1


"Kita semua yang duduk disini sangat penasaran sama kalian," ujarnya.


"Penasaran kenapa? Pak?" tanya Aulia.


"Iya Pak penasaran kenapa?" tanya Bara.


"Kami mau tahu waktu itu Kalian pergi ke hutan terlarang itukan?" tanya orang itu.


Deg...


Bara dan Aulia saling tatap satu sama lain, lalu menjawab pertanyaan Warga itu, "Tidak Pak," sahut Aulia.


"Kalian jangan membohongi kami, ada kok yang melihat kalian pergi waktu itu, cuma mereka tidak sempat mengikuti kalian mereka hanya melihat kalian dari jauh saja," ujar warga itu.


"Mereka salah lihat kali Pak kita pergi ke hutan buat cari rotan," sahut Bara.


Mereka warga itu pun masih belum percaya sama apa yang di katakan oleh Bara dan juga Aulia. Karena mereka perginya selama berhari-hari.


"Mana mungkin kalian pergi cuma untuk mencari rotan selama berhari-hari waktu itu juga kami tidak melihat kalau kalian pulang membawa rotan," ucap salah satu warga.


Aulia dan Bara terdiam mendengar warga yang tidak percaya sama apa yang mereka katakan.


"Kalian lihat tidak waktu Aulia sama Bara pulang membawa rotan?" tanya warga kepada warga lainnya.


"Tidak Pak," jawab warga serempak.


"Kami sudah menjualnya Pak waktu itu kepada orang membeli rotan," sahut Aulia. Mereka terus membohongi warga agar tidak bertanya tentang hutan terlarang itu lagi.


"Apa selama kalian di hutan itu bertemu harimau?" tanya salah satu Warga.


Bara menatap Aulia, "Tidak Pak, kalau kami sempat bertemu harimau pastinya kami sudah mati, tidak mungkin kami berdua berada disini sekarang," sahut Aulia.


"Tidak semua harimau jahat," sahut seseorang dari belakang, dia adalah ustadz Karim.


Aulia, Bara dan juga warga menoleh ke arah ustadz Karim. Ustadz Karim pun duduk di samping mereka.


"Emangnya ada harimau baik ustadz?" tanya salah satu warga.


"Iya mereka sama seperti kita ada yang baik ada juga yang jahat, mereka di sebut dengan sebutan harimau Aulia," ujar Pak ustadz Karim.


"Pak Ustadz jangan sebut nama saya pak nanti mereka semua bisa salah paham mereka pikir nanti saya adalah Harimau," ujar Aulia.


"Bukan Aulia kamu, mereka itu bisa tidak terlihat mereka seperti manusia biasa juga, tapi mereka bisa menghilangkan diri dan mempunyai ilmu tinggi mereka setiasa berzikir dan berdoa dan juga salat tidak pernah mereka tinggalkan, jika ada orang yang melihat mereka, orang itu sangat beruntung," ujar Ustadz Karim.


"Bukankah kata orang jika ada seseorang yang dapat melihat mereka di hutan adalah keturunannya saja pak?" tanya Aulia.

__ADS_1


Semakin penasaran meskipun dia sendiri adalah harimau itu.


"Tidak semua keturunannya yang bisa melihat mereka, jika ada orang yang tersesat di dalam hutan, mereka akan menolong orang yang tersesat itu, mereka juga bisa berwujud seperti kita atau berwujud harimau 🐯 putih," sahut ustadz Karim.


Aulia mulai membayangkan kejadian mimpinya waktu itu dia juga sempat melihat mereka sedang berzikir memakai baju serba putih mulai dari sorban dan gamis putih.


''Kenapa? apa kamu pernah melihat mereka?'' tanya ustadz Karim.


''Ya gaklah ustadz aku takut kalau bertemu mereka,'' sahut Aulia.


''Apa ustadz Karim sudah pernah bertemu dengan mereka?'' tanya Aulia.


''Ya belumlah, saya juga takut kalau bertemu dengan mereka kalau wujud manusia sih tidak apa-apa, kalau mereka wujud harimau bisa pingsan saya melihatnya,'' sahut ustadz Karim tersenyum.


''Bara kenapa? kamu diam saja dari tadi, kepala di tekuk gitu lagi?'' tanya ustadz Karim.


''Tidak apa-apa ustadz saya lagi mendengar cerita ustadz aja,'' sahut Bara.


Pak ustadz Karim pun Menganggukkan kepalanya.


''Tapi ustadz kalau memang ustadz belum pernah melihat mereka, dari mana ustadz Karim tahu tentang ceritanya?'' tanya Bara.


''Saya tahu cerita itu dari orang tua saya dahulu,'' sahut ustadz Karim.


Bara dan Aulia, semua warga yang ada di situ pun menganggukkan kepala mereka setelah mendengar cerita dari ustadz Karim.


''Ustadz apakah para Aulia itu bisa berubah wujud seperti harimau?'' tanya Aulia.


''Tidak,'' sahut sahut Ustadz Karim.


...****************...


Tiba-tiba saja seseorang berlari dengan tergesa-gesa menghampiri mereka...


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


...BERSAMBUNG JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS. HANYA CERITA FIKSI...


__ADS_2