
''Untuk apa kau kemari?'' tanya Aulia mendekati Bara.
''Kau mau ke mana?, kenapa kau tidak mengajak ku bersama mu?'' tanya Bara.
''Aku ingin pergi mencari siluman yang telah menghabisi nenek ku, jadi kau tidak perlu ikut dengan ku!'' jawab Aulia.
Aulia pun segera pergi meninggalkan Bara di hutan itu. Tapi Bara menghentikan langkahnya dengan melemparkan ilmu sihirnya ke arah Aulia.
''Apa-apaan ini, apa kau ingin aku mati?'' tanya Aulia dengan wajah marah.
''Aku sengaja mengehentikan langkah mu, untuk tidak mencari siluman itu,'' jawab Bara berjalan mendekati sahabatnya itu.
''Apa maksud mu haa.'' Aulia menatap Bara tajam.
''Aulia jangan seperti ini, ini tidak baik untuk kita menyerang mereka dengan kemarahan,'' ucap Bara.
''Ini adalah urusan ku, jadi kau jangan pernah mengehentikan ku!'' jawab Aulia.
__ADS_1
''Aulia hentikan semua ini, aku tidak ingin terjadi sesuatu sama kamu, kau tahu kan mereka itu memiliki banyak murid dan pengawal apa kau ingin mati sia-sia disana dan kita hanya berdua!'' ucap Bara.
''Aku tidak membutuhkan kamu, lebih baik sekarang kau pulang ke desa mana tahu disana ada warga yang sedang membutuhkan kamu!'' ucap Aulia. Dia kembali berjalan meninggalkan Bara.
''Kata-kata mu sangat menyakiti perasaan ku, tapi bagaimana pun juga kau adalah sahabat ku, maaf aku harus melakukan ini,'' batin Bara.
Bara melihat ke bawa dia mengambil sebuah kayu, dia pun berjalan mendekati Aulia yang belum jauh darinya.
Buhng!... Sebuah pukulan keras di pundak Aulia sebelum pingsan Aulia sempat melihat siapa orang yang telah memukulinya lalu dia pun terjatuh dan pingsan.
''Dasar. Ya beginilah kalau bocah harimau lagi nakal-nakalnya di pukul dulu baru dia mau pulang,'' ucap Bara dengan leluconnya.
''Nenek, kakek maafkan saya. Saya sudah berbuat kasar kepada Aulia, saya hanya ingin menjaganya,'' ucap Bara kepada dirinya sendiri Bara berdiri di depan jendela rumah itu sambil menatap keluar jendela.
Tidak lama Aulia pun kembali sadar dia memegang pundaknya yang masih terasa sakit karena pukulan itu. Aulia menguatkan dirinya untuk berdiri dan berjalan keluar kamar dengan sepoyongan dia melihat Bara duduk di sebuah kursi di rumah itu.
''Aulia kau sudah bangun?'' tanya Bara tanpa menoleh ke arahnya.
__ADS_1
''Apa yang sudah kau lakukan? apa kau ingin membunuh ku!'' ucap Aulia dengan tangan yang masih memegang pundaknya.
''Mana mungkin aku ingin membunuh mu, kau itu adalah sahabat ku satu-satunya,'' jawab Bara.
''Jika kau memang sahabat ku, kenapa kau selalu ingin menghentikan ku. Untuk menemui siluman itu, kau tahu kan kalau kitab itu berada di tangan mereka!'' ucap Aulia dengan marah.
''Aku tahu, tapi kita harus memiliki strategi untuk menghadapi mereka bukan cara kemarahan seperti ini, mereka pasti akan tertawa melihat dirimu seperti ini!'' ucap Bara dia juga merasa kesal kepada Aulia.
Bara melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu, dia tidak ingin terus-menerus berdebat dengan Aulia.
''Kau mau ke mana?'' tanya Aulia.
''Pulang! sebaiknya kau tenangkan dahulu dirimu besok kita bertemu lagi, jika kau benar-benar sudah siap baru kita akan pergi menemui mereka dan mengambil kembali kitab itu,'' ucap Bara dan pergi.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG.