
Setelah sampai ke desa Aulia dan Bara datang ke mesjid untuk melaksanakan salat subuh.
''Sebaiknya taruh saja Elang itu di luar kita harus salat dulu,'' ucap Aulia.
Bara menganggukkan kepalanya dan segera meletakkan Elang tersebut di luar mesjid setelah menaruh Elang, Aulia dan Bara masuk kedalam mesjid.
Tidak butuh lama Aulia dan Bara kembali keluar dari mesjid dia melihat elang itu, masih terbaring diluar sana.
''Aulia apa itu elang punya kamu?'' tanya warga.
''Iya pak,'' sahut Aulia.
''Dimana kamu mendapatkannya elang ini sangat cantik?'' tanya warga lagi.
''Saya dapat elang ini dari kebun pak, dia terjatuh dari pohon jadi saya bawa pulang untuk di obati,'' sahut Aulia, '' yasudah pak kalau gitu saya pulang dahulu,'' ujar Aulia sambil berjalan meninggalkan warga itu di halaman mesjid.
''Ternyata kamu pintar bohong juga ya,'' ujar Bara tersenyum.
''Berbohong demi kebaikan apa salahnya,'' jawab Aulia.
''Kebaikan dari mananya, kalau bohong ya tetap saja bohong namanya,'' ujar Bara mengambil elang itu dari tangan Aulia.
''Kamu tahu wargakan mereka akan bertanya dari ujung rambut sampai ujung kaki, emang kamu mau kegitu,'' ujar Aulia.
''Ya ngak sih,'' sahut Bara.
Tidak jauh dari rumah Aulia melihat sang nenek sedang membersihkan daun-daun kering yang berserakan di halaman rumahnya.
__ADS_1
''Apa nenek tahu kalau kita, pergi ke hutan itu?'' tanya Bara.
''Sepertinya,'' jawab Aulia singkat.
......................
''Aulia Bara kalian dari mana saja? apa kalian pergi ke hutan itu lagi?'' tanya Bu Lilis.
Aulia hanya mengangguk saja, begitupun dengan Bara mereka hanya bisa mengangguk di depan Bu Lilis tanpa menjawab perkataannya.
''elang itu dari mana?'' tanya Bu Lilis.
''Dapat di hutan nek karena dia terluka, jadi Aulia bawa pulang,'' sahut Aulia.
''Ya sudah sekarang kamu kasih dia obat, biar dia cepat sembuh setelah sembuh kamu kembalikan dia ke hutan,'' ujar Bu Lilis.
''Aku masih penasaran sama elang ini? kenapa? dia bisa bertarung dengan Sanca,'' ujar Bara.
''Aku juga tidak tahu, mungkin saja ada sesuatu dengan elang ini,'' sahut Aulia sambil menatap elang itu.
''Kayanya aku harus pulang sekarang ibuku pasti akan mencariku,'' ujar Bara.
Aulia menganggukkan kepalanya Bara pun segera pergi dari rumah Aulia dengan cara menghilang.
''Baiklah sekarang engkau istirahatlah di kandang ini, aku juga mau istirahat,'' ucap Aulia kepada elang itu.
Elang itu seakan mengerti apa yang di ucapkan oleh Aulia kepadanya Aulia pun segera masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
''Kitab ini tidak akan aku keluarkan biarlah tetap di dalam tubuhku, mungkin ini lebih baik,'' batin Aulia.
''Assalamualaikum,'' ucap seseorang diluar sana.
''Waalaikumsalam,'' jawab Bu Lilis, ''gadis ada apa?'' tanya Bu Lilis.
''ini ada makanan buat nenek dan juga Aulia dari ibuku,'' ujar Gadis sambil menyerahkan rantang ke tangan Bu Lilis.
''Terimakasih nak, Gadis ayo masuk dahulu Aulia juga ada di rumah,'' ujar Bu Lilis.
''Tidak usah nek Gadis juga mau ke pasar takutnya nanti telat,'' sahut Gadis segera pergi dari rumah Aulia.
''Aulia ayo makan dulu, ini ada makanan dari Gadis,'' ujar Bu Lilis sambil menyiapkan makanan untuk Aulia.
''Iya nek,'' sahut Aulia dari dalam kamarnya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
...BERSAMBUNG,... JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPSNYA HANYA SEBUAH CERITA FIKSI...