Harimau Aulia

Harimau Aulia
balas dendam


__ADS_3

"Mau pergi ke mana Bara itu?" Gumam Aulia dia mengikuti Bara dari jauh, "kenapa Bara pergi ke arah bukit? Apa dia punya masalah." Aulia terus mengikuti Bara.


Sampainya di atas bukit Bara membaringkan tubuhnya di atas batu besar yang ada di bukit tersebut tempat biasa mereka untuk menghilangkan masalah.


"Bara." Panggil Aulia.


"Aulia, kenapa kau ada disini? Apa kau mengikuti ku dari tadi?" tanya Bara.


Aulia menganggukkan kepalanya dan naik ke atas batu.


"Iya aku mengikuti mu dari tadi, kenapa kau pergi kesini? apa kau memiliki masalah?" tanya Aulia sambil menatap langit biru dan cerah siang itu.


"Ayahku meminta ku untuk berjanji, agar aku tidak lagi pergi ke hutan. Kau tahu Ayahku begitu marah kepada ku. Dia sangat khawatir saat aku pergi tanpa memberitahunya, aku harus bagaimana?" tanya Bara.


"Ikuti saja apa yang dingin oleh Ayah mu," jawab Aulia.


"Apa? Kau sudah gila apa? Bagaimana aku bisa mengikuti kemauan Ayahku dia akan tahu siapa diriku!" ujar Bara.


"Ayah kau tidak akan tahu, jika kau tidak jujur. Kau bisa bilang kalau kita memiliki pekerjaan," ujar Aulia.


"Ke bohongan di tutup dengan ke bohongan! itu tidak baik Aulia suatu saat Ayahku pasti tahu siapa aku!" Ucap Bara.


"Terus kau maunya bagaimana apa kau mau menceritakan tentang siapa dirimu yang sebenarnya kepada Ayah mu, itu akan mencelakai Ayah mu sendiri!" ujar Aulia.


"Kau benar Aulia, para siluman sudah mengetahui siapa diriku, aku juga merasa takut jika mereka menyakiti Ayahku," ucap Bara menundukkan kepalanya.


"Kau tidak perlu khawatir aku juga akan menjaga Ayahmu, dan kita hanya di tugaskan untuk menjaga desa ini dan warganya, dari para siluman." Aulia dan Bara membaringkan tubuh mereka di atas batu itu.


"Sepertinya aku sudah lama tidak melihat Elang teman kita itu?" tanya Bara.


"Kan kakek sudah bilang dia hanya datang saat kita butuhkan," jawab Aulia.


"Ya seharusnya saat kita sedih begini dan punya masalah seperti ini, dia harus datang untuk sekedar menghibur kita," ujar Bara tersenyum.

__ADS_1


"Mana bisa seekor elang menghibur kita," ucap Aulia tertawa.


Saat Bara dan Aulia sedang bercanda, tidak sengaja Bara melihat ada orang-orang dari atas bukit.


"Aulia, coba kau lihat disana." Tunjuk Bara ke arah desa.


"Siapa mereka? Apa orang kota itu ngapain mereka ada di kebun ku." Aulia melihat ada beberapa orang di kebunnya.


Jika berdiri dari atas bukit maka desa semakin terlihat indah orang-orang pun terlihat dari atas.


"Aku akan kesana!" Aulia melompat dari batu itu.


"Aku ikut dengan mu." Bara juga melompat ke bawah, mereka segera turun dari bukit tersebut menuju desa.


"Apa-apaan ini! Apa yang kalian lakukan?" tanya Aulia melihat orang-orang kota itu.


"Kau masih bertanya? Tanah ini sekarang adalah milikku jadi kau tidak bisa mengganggu gugatnya!" ujar Bayu.


"Apa maksud perkataan mu, aku tidak pernah menghabisi siapapun, dan iya tanah ini adalah milikku sekarang." Bayu melepaskan tangan Bara dari kerah bajunya.


Dari kejauhan Aulia melihat Pak kades yang hendak pergi ke tempat itu.


"Pak kades, bagaimana ini kenapa orang-orang kota itu mengambil tanah milik kakek ku, Anda sudah berjanji untuk mengurus semua ini kan?" tanya Aulia.


"Sudahlah Aulia kau berikan saja tanah itu kepada mereka, nanti saya akan berikan uangnya kepada kamu dan kamu bisa berbuat apa saja dengan uang itu!. Karena aku ingin mereka Segera pergi dari desa ini, agar mereka tidak berbuat ulah lagi!" ujar Pak kades.


"Tapi bukan seperti ini caranya Pak, saya sudah ngomong sama Anda bawah saya tidak ingin menjual tanah itu, apapun yang terjadi saya tidak akan pernah menjualnya!" Hardik Aulia.


"Terus kau mau apa sekarang haa!" Pak kades mengangkat kepalanya menantang Aulia.


"Pak kades Anda harus sadar, bahwa tanah itu milik Aulia, seharusnya kau membatunya bukan malah sebaliknya, apa kau tahu mereka sudah membunuh seekor harimau di hutan? Apa kau mau desa kita ini kembali di ganggu sama harimau jadi-jadian itu!" Bentak Bara.


"Beraninya kau membentak saya, kau ini bukan siapa-siapa disini ngapain kau harus mati-matian membantu Aulia!" Pak kades mendorong tubuh Bara menjauhinya.

__ADS_1


WILAYAH HUTAN BAGASKARA


"Wajah kau," ujar Gavar terkejut melihat berubahan wajah Aidan.


Aidan yang begitu penasaran dia berdiri dan berjalan mendekati sebuah cermin dia menatap wajah itu.


"Wajah ini!" Gumam Aidan.


Ternyata Aidan bisa mengubah wajahnya seperti wajah Aulia bahkan dia bisa mengubah wajah siapapun yang dia inginkan.


"Ini sangat luar biasa Ayah, aku akan menghacurkan Aulia dengan menggunakan wajah ini!" Aidan tersenyum puas melihat kekuatan barunya.


DI DESA INDAH


di penginapan, Bayu berjalan mondar-mandir di depan anak buahnya, dia masih memikirkan tentang perkataan Bara tadi siang.


"Ada apa Bos? Bos keliatan sangat gelisah," ujar anak buah.


"Aku masih memikirkan tentang perkataan Bara tadi siang, dia sudah menuduh saya membunuh adiknya, saya tidak pernah membunuh siapapun bahkan saya juga tidak mengenali adiknya itu, dan saya juga baru mengenali Bara setelah datang ke desa ini!" Ujar Bayu berdiri di dekat jendela.


"Kita juga heran Bos, kenapa Bara bisa ngomong seperti itu," jawab anak buah.


"Setahu saya kita hanya menghabisi seekor harimau putih," ujar anak buah Bayu yang lainnya.


"Benar Bos, kita hanya menghabisi seekor harimau putih, bukan seorang manusia... Apa jangan-jangan harimau itu adalah harimau jadi-jadian!" Anak buah Bayu menatap teman-temannya.


.


.


Bersambung


Bantu vote dan subscribe

__ADS_1


__ADS_2