
''Hei! siluman harimau apa kau takut berhadapan dengan kami hingga kau pergi begitu saja,'' ucap wanita itu mendekati Aulia.
Aulia menatap lurus ke arah wanita yang berada di depannya itu, begitu juga dengan wanita itu menatap Aulia.
"Kau hanya seorang wanita, jadi jangan pernah bicara seperti itu didepan ku!" ucap Aulia masih dengan tatapan tajamnya.
"Berani sekali kau bicara seperti itu kepada ku!" jawab wanita itu.
"Kalian berdua pergilah dari sini, sebelum aku mengusir kalian dengan paksa!" ucap Aulia "ayo Bara kita pergi dari sini."
Saat Aulia dan Bara berbalik badan, wanita itu mengeluarkan ilmu sihirnya langsung melemparkan ilmu sihir itu ke arah Aulia. Dengan cepat Aulia menghindari ilmu itu, dan kembali melemparkan ilmunya ke arah sang wanita, membuat wanita itu terpental jauh ke belakang. Sang kakak langsung mendekati adiknya yang sudah kesakitan.
"Sudah aku bilang, pergilah dari sini!" ucap Aulia dengan marah sesekali matanya bersinar.
"Kurang ajar kau, kau sudah menyakiti adikku, terimalah balasan ku. Harimau putih!" ucap laki-laki itu mengeluarkan ilmu sihirnya dan lemparkan ilmu itu ke arah Aulia.
Mereka saling menyerang dengan ilmu sihir masing-masing, karena ilmu mereka sama-sama kuat maka mereka terkena ilmu masing-masing, Bara yang melihat Aulia sudah kesakitan dia segera membawa Aulia pergi dari hutan itu. begitu juga dengan macan kumbang mereka juga menghilang dari hutan.
Bara membawa Aulia ke dalam pondok yang berada di kebunnya, disana dia mengobati Aulia dengan ilmu tenaga dalamnya.
__ADS_1
''Aku sudah bilang sama kamu, jangan berurusan dengan mereka!'' ucap Bara setelah mengobati Aulia.
''Kita tidak mungkin berdiam saja, mereka pasti akan kembali ke desa ini lagi,'' ucap Aulia sambil memegang dadanya yang masih terasa sakit.
''Iya aku tahu, tapi mereka bukan tandingan kita, kau tahu kan mereka itu memiliki kesaktian yang luar biasa, kita bisa mati jika terus berhadapan dengan bangsa mereka. Untungnya mereka hanya berdua bagaimana jika mereka banyak!'' ucap Bara.
''Sudahlah Bara ini adalah tugas kita untuk selalu melindungi dan menjaga desa ini, semoga Allah melindungi kita,'' ucap Aulia.
''Ya sudah, bagaimana dengan keadaan kamu sekarang, apa masih sakit?'' tanya Bara.
Aulia menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Bara.
''Sebaiknya kita pulang sekarang, pasti nenek sendirian di rumah, dan aku juga harus pulang,'' ucap Bara.
''Aulia ada apa dengan kamu?'' tanya salah satu warga.
''Iya Bara ada apa dengan Aulia?'' tanya warga lainnya.
''Biasa pak, jatuh dari pohon,'' ucap Aulia.
''Kok bisa jatuh dari pohon bagaimana ceritanya?'' tanya warga.
__ADS_1
''Lagi gangguin anak burung pak,'' sahut Bara.
''Aulia-Aulia kau ini anak burung pun kau ganggu, gak ada kerjaan lain apa,'' ucap warga berlalu pergi.
Aulia memukul kepala Bara.
''Aww! kenapa kau memukul ku?'' tanya Bara.
''Sejak kapan aku mengganggu anak burung,'' ucap Aulia.
''Udahlah kau kan tahu, bagaimana warga jika bertanya sampai ke ujung-ujungnya,'' ucap Bara.
''Terserah kaulah,'' ucap Aulia.
Aulia pun sampai di rumahnya di antar oleh Bara.
''Aku harus pulang sekarang, kau istirahatlah pulihkan tenaga mu,'' ucap Bara.
Aulia menganggukkan kepalanya, Bara pun segera pergi dari rumah Aulia dengan cara menghilang.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG