
Naura kembali menghampiri Aulia di rumahnya sambil membawa kotak obat di tangannya.
''Sini tangan kamu biar aku pakaikan obatnya,'' ujar Naura.
''Tidak usah biar Bara saja yang membuatnya,'' sahut Aulia mengambil kotak obat tersebut dari tangan Naura.
Aulia menyerahkan kotak itu kepada Bara.
''Aku tidak bisa aku juga tidak mengerti cara membuatnya biarkan saja Naura yang melakukannya,'' ucap Bara.
Tanpa basa-basi Naura mendekati Aulia dan segera melepaskan perban yang melilit tangannya Naura pun mulai membersihkan luka-luka yang ada di lengan Aulia.
''Udah selesai tidak perlu lamakan?'' tanya Naura tersenyum.
Aulia menatap Naura dan tersenyum,'' Terimakasih sudah mengobati saya,'' ucap Aulia.
Naura menganggukkan kepalanya.
Mereka pun mulai mengobrol sepanjang waktu itu, tetapi Kaila masih penasaran dengan Aulia dan Bara.
''Oh iya, tadi kalian berdua belum menjawab pertanyaan gue, saat malam kliwon itu kalian berdua ada di mana?'' tanya Kaila.
Naura menoleh ke arah Aulia dan Bara dia juga ingin mendengar jawaban mereka.
''Kita berdua berada di rumah masing-masing, kalian kan tahu kalau malam itu tidak boleh ada yang keluar dari rumah,'' sahut Aulia yang begitu masuk di akal mereka.
__ADS_1
Kaila Menganggukkan kepalanya.
''Kau kenapa? selalu mengusik kami berdua dan selalu bertanya yang tidak masuk akal kepada kami?'' tanya Bara.
''Karena gue penasaran aja sama kalian berdua, karena kalian berdua itu aneh!'' sahut Kaila.
''Kaila kok kamu bicara seperti itu kepada mereka?'' tanya Naura.
''Ya gue kan cuma penasaran,'' sahut Kaila.
''Maaf ya Aulia, Bara,'' ujar Naura sambil menarik tangan Kaila dan membawanya pergi dari sana.
''Sepertinya kita tidak bisa membuat mereka berlama-lama di desa ini, wanita itu akan terus bertanya kepada kita dia juga bisa curiga,'' ujar Bara.
''Kau benar tapi bagaimana cara kita untuk menyuruh mereka pergi dari desa ini?'' tanya Aulia.
''Lo kenapa? bawa gue pulang?'' tanya Kaila.
''Kamu tidak boleh terus-terusan bertanya kepada mereka? nanti apa yang akan di pikirkan mereka tentang kita? bisa-bisa kita di usir dari desa ini, sedangkan pekerjaan kita di tempat ini masih lama,'' ujar Naura.
''Ada apa? ini?'' tanya Kenzo yang baru keluar dari kamarnya.
Dua wanita itu tidak mempedulikan perkataan Kenzo mereka duduk di sebuah kursi yang ada di ruangan itu.
''Ada apa? dengan kalian?'' tanya Kenzo lagi dan duduk di samping dua wanita itu.
__ADS_1
''Tidak ada apa-apa, Sadam dimana kok dia tidak ikut keluar?'' tanya Naura.
''Ada di kamar lagi main hp,'' sahut Kenzo.
Tidak lama Sadam pun berlari keluar dari kamar menuju teman-temannya di ruang tamu.
''Lo kenapa? seperti di kejar setan saja?'' tanya Kenzo.
''Bukan di kejar seten tapi ini, lebih seram dari pada setan. Kailan tahu gak malam kliwon itu benar-benar ada, dan manusia harimau itu juga benar-benar ada malam itu mereka berubah wujud,'' ujar Sadam.
''Lo itu kebanyakan mimpi dan juga kebanyakan tidur,'' sahut Kenzo.
''Gue percaya sama lo Sadam,'' ucap Kaila.
Mereka bertiga pun langsung menatap Kaila yang duduk di samping Naura.
''Kalau lo percaya lo curiga sama siapa?'' tanya Sadam.
''Aulia sama Bara, gue curiga sama mereka berdua!'' sahut Kaila.
.
.
.
__ADS_1
.
. BERSAMBUNG...