
Setelah para harimau kuning pergi dari hutan itu, Aulia mengejar Naura yang masih tidak sadarkan diri. Saat Aulia ingin mendekati Naura, Kaila melarang Aulia untuk mendekatinya.
''Jangan lo sentuh sahabat gue, lo itu manusia siluman!'' ucap Kaila.
''Kaila apa yang kamu katakan, siapa yang siluman?'' tanya Bara.
''Kailan berdua adalah siluman harimau!, gara-gara kalian sahabat gue menjadi seperti ini,'' ujar Kaila.
''Kami bukan manusia harimau, apa kamu melihat kami menjadi harimau, tidakkan?'' tanya Bara.
''Gue sudah tahu sejak lama kalau kalian, adalah manusia harimau itu karena kalian berdua itu sangat aneh!'' ujar Kaila.
''Yang aneh itu kamu, yang menuduh kami sebagai manusia harimau!'' sahut Bara.
''Sudah diam!, biarkan saya mengobati Naura minggir!'' ucap Aulia.
''Kami tidak sudi, sahabat kami di obati oleh manusia harimau seperti kalian!'' ujar Sadam.
Kenzo hanya bisa terdiam melihat keadaan Naura yang sangat menghawatirkan mulut Nuara mengeluarkan darah.
''Biasakah kalian diam!, lihat keadaan Naura sekarang kalian hanya bisa bertengkar saja, jika Aulia bisa menyembuhkan Naura kenapa? kalian harus melarangnya,'' ujar Kenzo.
Ternyata Kenzo cukup baik dari teman-temannya.
''Obatilah Naura,'' ujar Kenzo membersilahkan Aulia untuk mengobati Naura.
Aulia mengeluarkan ilmu tenaga dalamnya untuk mengobati Naura. Sadam dan Kaila dan juga Kenzo hanya bisa melihat Aulia saat mengobati Naura meskipun mereka tidak mengerti apa yang sedang di lakukan oleh Aulia saat itu.
Tidak lama Naura kembali sadar, tapi sayangnya Naura mengalami kebutaan sementara. Karena ilmu harimau kuning cukup kuat menghantam tubuh Naura, karena Naura hanya manusia biasa efeknya adalah kebutaan sementara.
''Naura kamu sudah sadar?'' tanya Kaila dia tersenyum melihat sahabatnya kembali sadar.
''Kaila. Aku tidak bisa melihat kamu semuanya gelap!'' ujar Naura dia menangis sejadi-jadinya dia memeluk tubuh Kaila dengan erat.
''Aulia apa yang terjadi sama Naura kenapa? dia tidak bisa melihat?'' tanya Kaila dia kembali cemas dan khawatir dengan Naura.
Aulia menatap Naura dia juga sangat bingung kenapa Naura tidak bisa melihat. Dia pun mencoba melambaykan tangannya di depan wajah Naura, tidak ada reaksi sama sekali.
__ADS_1
Mata Naura berubah menjadi abu-abu yang membuat dia tidak bisa melihat.
''Sebaiknya kita harus membawa Naura pulang ke kota, mungkin dokter di kota bisa menangani semua ini,'' ucap Sadam.
''Kamu benar Sadam sebaiknya hari ini juga, kita kembali ke kota,'' sahut Kaila.
Mendengar perkataan dari Sadam dan Kaila, Aulia melarang mereka untuk membawa Naura pulang ke kota mereka.
''Tidak Naura tidak bisa di bawa ke kota, dia harus di obati di desa ini saya yang akan mengobatinya. Karena dokter mana pun tidak bisa mengobati ke butaan yang di alami Naura,'' ujar Aulia yang terus menatap Naura.
Mereka pun segera kembali ke desa indah Naura di gendong oleh Kenzo.
''Sebaiknya aku berjalan saja kamu pasti sudah capek,'' ujar Naura.
''Baiklah,'' Kenzo menurunkan Naura dan mereka kembali berjalan.
Mereka pun sampai di desa mereka pulang ke rumah masing-masing.
Aulia menceritakan tentang semua kejadian tersebut dimana Naura tidak bisa melihat kepada neneknya. Bu Lilis sangat terkejut mendengar cerita Aulia.
''Dia masih tidak bisa melihat nek,'' sahut Aulia.
''Sebaiknya kamu bawa Naura kemari biar dia tinggal di rumah kita dulu, karena nenek mempunyai obat-obatan untuk mata, jika memang ke butaan yang di alami Naura bersifat sementara,'' ujar Bu Lilis.
Tanpa berpikir panjang Aulia segera mendatangi rumah tempat tinggal anak kota tersebut, Aulia mengetuk pintu rumah itu. yang keluar adalah Kaila.
''Ngapain lo kesini, lo mau bunuh kita semua dengan ilmu lo itu!'' ucap Kaila.
''Jangan memancing amarah! saya, jika kau tidak ingin terjadi sesuatu kepada kalian!'' ujar Aulia menatap lurus ke arah Kaila.
Kaila menelan ludahnya karena merasa takut dengan jawaban Aulia. Tapi dia tetap keras kepala.
''Jika bukan karena itu, buat apa lo datang ke rumah ini?'' tanya Kaila.
''Saya ingin membawa Naura ke rumah saya, nenek saya mempunyai obat untuk mata Naura,'' sahut Aulia sambil berjalan masuk ke dalam rumah itu.
''Dia benar-benar bukan manusia tanpa di suruh masuk dia terus saja menyelonong masuk ke rumah orang, seperti bintang!'' ucap Kaila.
__ADS_1
Aulia yang mendengar perkataan Kaila, dia dengan cepat mendorong tubuh Kaila ke dinding rumah, Aulia meremas mulut Kaila.
''Apa yang lo lakuin lepasin gue!'' ucap Kaila sambil memegang lengan Aulia karena mulutnya terasa sakit.
Mata Aulia berubah menjadi mata harimau rambut putih Aulia pun muncul di depan Kaila.
''Sudah saya bilang jangan memancing emosi saya jika kalian semua masih ingin hidup di desa ini!'' ujar Aulia sambil melepaskan tangannya dari wajah Kaila.
''Kaila apa itu kamu?'' tanya Naura berjalan sambil meraba-raba.
Aulia memberi kode kepada Kaila agar dia tidak bicara yang tidak-tidak tentang dirinya.
''Iya Naura aku disini, disini juga ada Aulia,'' sahut Kaila mendekati Naura.
''Kenapa Aulia ada disini?'' tanya Naura.
''Saya ingin membawa kamu, ke rumah agar kamu bisa di obati oleh nenek katanya ada obat yang bisa menyembuhkan mata kamu,'' ujar Aulia.
''Baikalah aku mau ke rumah kamu,'' sahut Naura.
Kaila memegang tangan Naura dengan kuat dia tidak ingin Naura pergi ke rumah Aulia karena dia merasa takut.
Aulia melihat Kaila memegang tangan Naura. Namun dengan cepat Kaila melepaskan pegangannya.
''Maaf Naura bolehkah saya menggendong mu agar lebih cepat karena nenek sudah menunggu kamu di rumah,'' ucap Aulia.
Naura menganggukkan kepalanya, Aulia pun segera menggendong Naura dan pergi.
.
.
.
.
Bersambung kasih vote komentar dan like
__ADS_1