Harimau Aulia

Harimau Aulia
Hutan terlarang


__ADS_3

Kesokan harinya Aulia dan Bara pergi ke hutan terlarang itu mereka sudah jauh berjalan ke dalam hutan. Namun belum juga sampai ke hutan terlarang tersebut.


''Kita sudah terlalu jauh ke dalam hutan, tapi kita belum juga sampai-sampai ke hutan terlarang itu,'' ujar Bara sambil melihat sekeliling hutan.


''Aku juga ngak tahu kita harus kemana, sepertinya hutan ini juga belum pernah di masuki oleh manusia,'' sahut Aulia.


''Hutan ini sudah sangat gelap sinar matahari pun, susah untuk masuk ke hutan ini pohon-pohon disini sudah melampau tinggi menutupi seluruh hutan,'' ujar Bara.


Hutan tersebut sudah sangat gelap hanya ada hawa dingin di dalamnya seperti di malam hari mereka pun terus berjalan menyusuri hutan.


''Aulia apa masih ada air minum di dalam tas kamu, aku sangat haus,'' ujar Bara Sambil menyenderkan tubuhnya di pohon besar.


''Sebentar,'' sahut Aulia Sambil mencari botol air di dalam tasnya.


''Sudah habis airnya,'' ujar Aulia membalik-balikkan botol minuman itu.


Tiba-tiba saja Bara jatuh pingsan karena tidak bisa menahan hausnya, Aulia menjadi panik. Dia tidak tahu harus berbuat apa, Aulia mengendong Bara di punggungnya Aulia terus berjalan sendiri berharap dia bisa menemukan sungai di hutan itu.


''Bara kita sudah menemukan air,'' ujar Aulia. Sambil menurunkan Bara dari gendongannya, Bara kelihatan sangat lemah karena ke hausan Aulia segera mengambil air itu dan memasukkannya ke dalam botol, dan kembali menghampiri Bara di tepi sungai.


''Bara ayo minum air ini,'' ujar Aulia sambil mengarahkan botol itu ke mulut Bara.


''Mungkin karena ini orang-orang tidak bisa datang ke hutan ini, kalau ada pun mereka yang datang tidak akan selamat karana kelaparan dan juga ke hausan belum lagi dengan binatang dan Makhluk-makhluk lainnya,'' ujar Aulia.


''Benar, aku saja hampir mati karena haus,'' sahut Bara.


''Aulia apa kita bermalam di sini saja, kita bisa menangkap ikan untuk makan malam kita,'' ujar Bara.


''Boleh juga tumen kamu sedikit pintar,'' sahut Aulia sambil tersenyum.


''Baru tahu kalau aku memang pintar,'' ujar Bara.


Aulia hanya tersenyum,''kalau gitu aku ambil bambu dahulu untuk kita menangkap ikan.''


''Iya jangan lama-lama,'' sahut Bara.


Aulia pun pergi mencari batang bambu meninggalkan Bara di tepian sungai. Tidak butuh lama Aulia kembali ke sungai sambil membawa berapa batang bambu di tangannya. Sampainya di sungai Aulia tidak melihat Bara.


''Kamana? perginya Bara-Bara kamu dimana,'' teriak Aulia memenuhi seisi hutan.


''Aku ada disini kenapa? kamu berteriak seperti itu,'' sahut Bara dari belakang Aulia.


''Aku pikir kamu di larikan sama makhluk di hutan ini, kalau kamu hilang bagaimana apa yang harus aku katakan kepada orang tua kamu nanti,'' ujar Aulia.


''Iya-iya maaf aku cuma mencari kayu percuma kalau ada ikan gak ada kayu,'' sahut Bara.

__ADS_1


''Ya udah nih bantu aku buat nangkap ikan,'' ujar Aulia sambil melempar kan satu batang bambu runcing.


Mereka mulai mencari ikan untuk makan malam mereka. Tidak butuh lama berapa ekor ikan berhasil di tangkap oleh Aulia dan Bara. Mereka pun segera membakar ikan hasil tangkapan mereka. Saat itu


Bara dan Aulia tidak mengetahui kalau ada harimau kuning yang sedang mengintai mereka dari kejahuan.


Malam pun tiba Aulia dan Bara membaringkan tubuh mereka di tepi sungai itu, mereka menatap hamparan langit yang luas di atas mereka.


Tiba-tiba Aulia terbangun dari tidurnya dia mendengar sesuatu dari kejahuan.


''Ada apa Aulia?'' tanya Bara.


Aulia tidak menjawab perkataan Bara Aulia menutup matanya berapa detik membukanya kembali, mata Aulia mengeluarkan cahaya dengan mata itu Aulia bisa melihat jarak yang jauh di dalam hutan, Bara mengrti kenapa Aulia seperti itu mungkin ada sesuatu yang sedang mengintai mereka dari jauh, Aulia kembali mengedipkan matanya cahaya itupun hilang.


''Ada apa? kenapa? kamu melihat ke hutan?'' tanya Bara.


''Ada seseorang yang sedang mengintai kita,'' sahut Aulia.


''Terus kita harus Bagaimana?'' tanya Bara.


''Kita nyalakan api ini lagi jangan sampai mati biar mereka menjauhi kita,'' sahut Aulia.


Bara menganggukkan kepalanya, mereka pun menyalakan api berapa tumbuk di tepi sungai agar Makhluk-makhluk di hutan itu menjauh dari mereka termasuk harimau jadi-jadian itu.


''Aulia, kenapa? kita gak ajak gadis kesini, pasti lebih seru dia kan suka naik gunung,'' ujar Bara sambil menghangatkan tubuhnya di dekat api unggun.


''Ya gak lah,'' sahut Bara.


''Besok kita harus berjalan lagi mencari hutan terlarang itu sebaiknya kamu tidur,'' ujar Aulia.


Bara menganggukkan kepalanya, tapi Aulia dia tidak bisa tidur malam itu dia khawatir. Harimau jadi-jadian itu mendatangi mereka di saat mereka sedang tidur.


Pagi harinya Aulia dan Bara kembali melanjutkan perjalanan mereka menelusuri hutan-hutan tersebut.


''Aulia apa kita tidak akan sampai ke hutan itu?'' tanya Bara dengan napas naik turun karena Lelah berjalan.


Hahahahhahha..


Belum sempat Aulia menjawab perkataan Bara terdengar suara orang tertawa keras di sekitar hutan.


''Apa itu? Aulia?'' tanya Bara.


''Jangan bicara teruslah berjalan,'' sahut Aulia.


Di depan mereka sudah di hadang oleh. Harimau bangsa kuning, Bara gemetar melihat harimau-harimau itu di depannya.

__ADS_1


''Kenapa? kalian selalu menganggu kami, pergilah dari sini, kami hanya ingin lewat,'' ujar Aulia.


Mereka harimau itu mengelilingi Bara dan Aulia, ''Kalian tidak akan sampai ke hutan itu kami akan terus menghalangi kalian,'' jawab harimau itu.


''Apa? yang kalian mau dari kami?'' tanya Aulia.


''Pertanyaan yang bagus, kami hanya ingin menghabisi! kalian dan warga-warga kalian!'' jawab harimau itu.


''Aulia awas!,'' teriak Bara.


Aulia mengubah wujudnya menjadi seekor harimau putih, Bara sangat terkejut melihat wujud Aulia sahabatnya itu.


Aulia dan para harimau itu bertarung di tengah hutan, Bara hanya bisa sembunyi di balik pepohonan. Besar, Bara tidak bisa membantu Aulia, karena mereka berwujud harimau.


Tidak lama Aulia kembali mengubah dirinya menjadi manusia dia mengeluarkan ilmu tenaga dalamnya. Tapi harimau-harimau itu lebih dulu pergi menjauh dari Aulia karena ketakutan dengan ilmu yang ingin di keluarkan oleh Aulia, Setelah mereka pergi Bara kembali mendekati Aulia.


''Kenapa? mereka ketakutan seperti itu?'' tanya Bara.


''Ngak tahu, ya sudah ayok kita jalan lagi,'' sahut Aulia.


''Aulia rambut mu, berubah putih lagi,'' ujar Bara Memberi tahu.


''Udah ngak apa-apa nanti juga berubah lagi menjadi hitam,'' sahut Aulia yang terus berjalan.


''Aulia kamu bisa berubah wujud menjadi harimau itu sangat keren,'' ucap Bara.


''Apa? kamu gak takut melihat aku saat berubah wujud harimau?'' tanya Aulia.


''Tidak,'' sahut Bara.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG JANGAN LUPA LIKE NYA DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT

__ADS_1


CERITA HANYALAH FISIK


__ADS_2