Harimau Aulia

Harimau Aulia
teriakkan warga


__ADS_3

Malam berikutnya Pak kepala desa seberang dan juga para warga mendatangi rumah Ghani. Mereka ingin mengusir orang tua Ghani dari desa tersebut.


"Ghani keluar kau!" teriak para warga.


Mendengar suara teriakkan di luar sana, orang tua Ghani pun keluar dari rumahnya. Mereka melihat para warga sudah ramai di depan rumah.


"Ada apa ini Pak? kenapa kalian berteriak di rumah kami?" tanya Ayah Ghani.


"Dimana anak siluman kalian itu, suruh dia keluar!" ujar warga.


"Siapa maksud Anda Pak," jawab ibu Ghani.


"Siapa lagi kalau bukan anak kalian si Ghani!" Hardik warga.


"Anak kami bukan siluman Pak, kenapa kalian menuduhnya sebagai siluman," ujar ibu Ghani.


"Sudahlah buk suruah saja siluman ular itu keluar!" perintah Pak kelapa desa.


"Ghani tidak ada di rumah Pak," jawab Ayah Ghani.


"Kami tidak percaya," ucap Pak kelapa desa, " kalian masuk cari Ghani, dan bawa dia keluar!" perintah Pak kelapa desa.


Dua orang warga pun segera masuk kedalam rumah orang tua Ghani, mereka mencari keberadaan Ghani di rumah itu setiap kamar mereka buka dengan paksa. Namun, meraka tidak menemukan siapapun di rumah itu.


"Pak, si Ghani tidak ada di rumah Pak," ucap warga yang mencari Ghani.


"Ada apa ini Pak? kenapa Anda mencari anak kami?" tanya Ayah Ghani.


"Ghani itu siluman ular! Pak, apakah kau tidak mengetahuinya?" tanya pak kelapa desa.


"Tidak mungkin Pak, anak kami Ghani siluman ular, dia anak yang baik bagaimana bisa menjadi ular," jawab Ayah Ghani.


"Anda masih saja menyembunyikan manusia ular itu! Apakah Anda tahu warga desa sudah di habisinya?" hardik Pak kelapa desa.


Orang tua Ghani saling pandang mereka masih belum percaya kalau Ghani adalah siluman ular, yang telah mengganggu warga desa.


"Lebih baik kalian tinggalkan desa ini, dan pergilah sejauh mungkin, jangan pernah kembali ke desa ini lagi!" ucap para warga.


"Iya pergilah dari desa kami!" teriak para warga serempak.

__ADS_1


Para warga terus berteriak menyuruh orang tua Ghani pergi.


"Bagaimana ini Pak? apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya sang istri.


"Kami mohon Pak, biarkan semalam lagi kami di sini Pak, besok pagi kami akan pergi meninggalkan desa," ucap Ayah Ghani memohon agar tidak di usir malam itu.


"Baik kami akan memberikan kesempatan kepada kalian malam ini, besoknya kalian harus pergi dari tempat ini!" ujar Pak kepala desa.


Orang tua Ghani menganggukkan kepala mereka. Tidak lama para warga pun bubar meninggalkan rumah Ghani.


Beberapa warga duduk di dalam pondok yang ada di desa itu, mereka semua terdiam, mereka tidak percaya kalau Pak kepala desa, masih membiarkan orang tua Ghani tinggal di desa itu.


"Ini tidak bisa di biarkan lagi, orang tua Ghani masih berada di desa kita," ujar seorang warga yang duduk di pondok itu.


"Ini semua gara-gara Pak kepala desa, dia masih membiarkan keluarga Ghani tinggal disini!" jawab yang lain.


"Benar Pak, sepertinya Pak kelapa desa menginginkan kita dalam bahaya," sahut warga lainnya.


DESA INDAH


Aulia dan Bara keluar dari mesjid, saat di perjalanan desa Naura melabrak Aulia, dia langsung memarahi Aulia.


Aulia hanya bengong tanpa bicara dia mengerutkan keningnya dia masih tidak mengerti kenapa Naura memarahinya seperti itu.


"Kenapa kau diam saja? Biacaralah Aulia!" bentak Naura.


"Ada apa ini Naura? Kenapa kau memarahi Aulia seperti itu?" tanya Bara.


"Kau diam saja! ini adalah urusanku dengan Aulia, kau tidak perlu ikut campur!" Bentak Naura.


Bara pun kembali terdiam setelah di bentak Naura.


"Aku tidak pernah melihat Naura semarah ini sama kamu, memangnya apa yang sudah kau lakukan kepada Kaila?" tanya Bara berbisik.


Aulia masih menatap lurus ke arah Nuara, dia masih terdiam seribu bahasa.


Naura berjalan mendekati Aulia, "Kau harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kau lakukan kepada sahabatku!."


Tanpa menjawab perkataan Naura, Aulia mendekati Kaila, yang berdiri tidak jauh darinya.

__ADS_1


"Apa yang sudah saya lakukan? sehingga saya harus bertanggung jawab atas dirimu?" tanya Aulia dengan tatapan tajamnya.


"Aulia, kenapa lo jadi sekeren gini sih? kalau lagi bicara serius," batin Kaila.


"Jawab!" hardik Aulia.


Kaila masih terus memandangi Aulia, tanpa menjawab pertanyaannya.


"Apa kamu tidak lihat, wajah Kaila seperti itu?" tanya Naura mendekati Aulia dan Kaila.


Aulia memperhatikan wajah Kaila tanpa menyentuhnya. Dia melihat seperti ada goresan kuku disana.


"Ya ampun Aulia, kenapa lo jadi ke gini sih," batin Kaila. Kaila semakin dedekan melihat Aulia seperti itu.


"Apa kau yakin saya pelakunya? sebab sejak siang tadi, saya tidak pergi kemana-mana dan saya juga tidak merasa kalau kita bertemu," ujar Aulia.


"Apa!.. Apa lo gak ingat lo yang lakuin ini, kita ketemu di jalanan desa siang tadi!" bentak Kaila.


"Apa jangan-jangan! Aidan yang telah melakukan ini sama Kaila," batin Aulia.


"Kenapa diam?" tanya Kaila.


Aulia kembali menatap Kaila, "Yang jelas bukan saya pelakunya, kalaupun itu saya, atas dasar apa saya melakukan hal ini sama kamu?" tanya Aulia.


Kaila, pun menceritakan semua tentang kejadian itu kepada Aulia, tapi Aulia tidak mengetahui semua itu, dan dia juga tidak merasa menyakiti Kaila.


"Gue marah sama lo, karena lo selalu menatap Naura, padahal lo kan tahu kalau Naura sudah menikah. Sebab itu gue marah sama lo tadi siang, tapi lo malah nyakitin gue seperti ini, apa lo masih gak ingat?" tanya Kaila.


"Dengar ya Aulia, aku tidak pernah mencintai kamu, dulu maupun sekarang sama saja, aku tidak pernah mencintai kamu sedikit pun! Karena aku sangat mencintai Bayu!" ucap Naura.


perkataan Naura membuat hati Aulia terluka, " Naura, dulu saya memang mencintai kamu, tapi sekarang cinta itu sudah mati dalam hati saya. Dan saya sadar kamu sudah menikah, saya sudah tidak berhak untuk mencintai kamu lagi!" Aulia, pun pergi meninggalkan Naura dan kaila di jalanan desa itu.


Bara yang masih berdiri di jalanan itu, dia mendekati Naura dan kaila.


"Seharusnya kau tidak perlu menyatakan semua itu kepada Aulia, karena bagaimana pun kalian berdua tidak akan pernah bisa bersama, meskipun kau tidak menikah dengan suamimu itu!" ujar Bara dan pergi.


.


BERSAMBUNG JANGAN LUPA VOTE

__ADS_1


__ADS_2