
''Kenapa Gantala keluar dari rumah Bara, apa jangan-jangan terjadi sesuatu sama Bara?'' Aulia dia pun segera pergi mengejar Gantala.
Gantala sampai di rumah Bara dia melihat Bara terjatuh dari tempat tidurnya. Mulut Bara mengeluarkan darah dan juga dari hidungnya.
''Ya Allah Bara maafkan saya,'' ucap Gantala dia pun segera duduk bersila di samping Bara dia kembali masuk ke dalam tubuh Bara dengan cepat. Setelah Gantala masuk kedalam tubuh Bara dia kembali kuat seperti biasa.
''Bara,'' panggil Aulia.
''Aulia kenapa? kamu ada disini?'' tanya Bara karena Gantala sudah kembali masuk ke dalam tubuhnya, untungnya Gantala tempat waktu kalau tidak Bara tidak akan bisa di selamatkan.
''Dimana dia?'' tanya Aulia melihat sekeliling kamar Bara.
''Siapa maksud kamu,'' sahut Bara.
''Aku melihat Gantala keluar dari rumah mu dimana dia?'' tanya Aulia lagi.
''Aulia kamu sudah gila apa, mana mungkin Gantala akan pergi dari rumah ini apa dia ingin aku mati,'' sahut Bara tersenyum.
''Jelas-jelas aku melihat Gantala, apa Bara mencoba membohongi ku,'' batin Aulia.
''Ya sudah aku pulang dahulu,'' ujar Aulia dan pergi.
''Aulia psati sudah melihat ku keluar dari rumah, jika dia tahu aku keluar dari tubuh Bara dia pasti akan menghabisi ku,'' ucap Gantala.
Pagi harinya Aulia pergi berkebun bersama neneknya disana mereka memetik sayur yang akan di jual ke pasar.
..KERAJAAN BAGASKARA..
__ADS_1
Ternyata Bagaskara juga sudah mengetahui tentang pedang pusaka tersebut yang sudah berumur ratusan tahun itu dia juga menginginkan pedang tersebut.
''Guru apa yang sedang guru pikirkan?'' tanya Gavar murid Bagaskara.
''Saya sedang memikirkan tentang pedang pusaka permata putih,'' sahut Bagaskara berjalan mondar-mandir.
''Pedang pusaka, guru?'' tanya Gavar yang masih belum mengerti tentang pedang itu.
''Kalian harus mendapatkan pedang tersebut sebelum cucu dari Agra! itu mendapatkannya, lebih dahulu,'' ucap Bagaskara.
''Dimana kita akan mendapatkan pedang itu guru?'' tanya Gavar.
''Saya pernah mendengar bahwa pedang itu, berada di Gua tujuh di sanalah pedang itu berada. Tapi kalian jangan khawatir cucuku yang akan menemani kalian pergi,'' ucap Bagaskara.
Gavar dan murid lainnya Menganggukkan kepala mereka serempak.
''Bagaimana dengan kitab harimau putih itu guru apa kita tidak membutuhkannya lagi?'' tanya salah satu muridnya.
Ternyata Bagaskara juga memiliki seorang cucu yang akan menjadi musuh besar Aulia dan Bara selain Gavar.
..DI DESA INDAH..
Aulia dan neneknya sudah berada di rumah mereka. Sang nenek ingin pergi ke pasar untuk menjual sayur yang sudah mereka petik dari perkebunan.
Di perjalanan Bu Lilis bertemu dengan Naura yang juga ingin pergi ke warung.
''Nenek mau kemana?'' tanya Naura basa-basi.
__ADS_1
''Nenek mau ke pasar,'' sahut Bu Lilis tersenyum.
''Naura ikut ya nek, Naura juga pengen melihat pasar, Naura sudah lama berada di desa ini. Tapi belum pernah ke pasar,'' ujarnya sambil terus berjalan mengikuti Bu Lilis.
''Ayo boleh,'' sahut Bu Lilis.
Siang itu Bara memanggil Aulia melalui batinnya dia menyuruh Aulia datang ke suatu tempat, tempat itu sudah pernah di datangi oleh mereka berdua sebelum Bara menjadi manusia harimau.
Tidak butuh lama, Aulia sudah berada di tampat tersebut. Dan tidak lama Bara pun segera datang.
''Ada apa? kau mengajak saya datang kemari?'' tanya Aulia dia tahu yang mengajaknya datang adalah Gantala.
''Saya punya pesan dari kakek Anda,'' sahut Gantala meskipun Gantala satu raga dengan Bara tapi dia bisa mengubah wujudnya.
''Pesan apa itu?'' tanya Aulia.
''Kita berdua harus segera pergi ke Gua tujuh,'' sahut Gantala.
.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG.
DUKUNG TERUS YA, KASIH HADIAH JUGA..