
Setelah pertarungan itu selesai Aulia dan Bara kembali mengubah wujud mereka menjadi manusia lagi, Aulia dan Bara sangat terkejut melihat para warga mendekati mereka di tepi sungai.
''Aulia cepat! kamu hilangkan ingatan mereka tentang kejadian ini. Takutnya mereka akan menceritakan semua kejadian ini kepada orang lain,'' ujar Bara.
''Kamu tenang saja aku pasti akan melakukannya tidak mungkin aku membiarkan warga mengetahui semua kejadian ini!'' sahut Aulia.
Aulia berjalan mendekati para warga yang berdiri di depannya.
''Apa yang telah kalian lihat?'' tanya Aulia kepada para warga itu.
''Kami sudah melihat semuanya saat kalian berdua pertarung dengan Siluman ular itu,'' sahut warga.
''Apa pun yang telah semua kalian lihat maka kalian harus melupakannya,'' ujar Aulia sambil memejamkan matanya mengeluarkan ilmunya untuk menghilangkan ingatan mereka para warga tersebut.
Tidak lama para warga terheran-heran kenapa mereka bisa berada di sungai tersebut.
''Aulia apa yang sudah terjadi kenapa kita bisa berada di sungai ini?'' tanya salah satu warga.
Aulia tersenyum sambil berkata, ''Kita datang kesini untuk mencari warga yang hanyut pak,'' sahut Aulia.
''Iya pak benar ada warga hanyut karena memancing saat hujan lebat,'' Bara menyahut.
Aulia dan Bara pun berjalan mendekati ustadz Karim yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka, Aulia pun berdiri tegak di depan Ustadz Karim.
''Apa yang ingin kamu lakukan? apa kamu juga akan menghilangkan ingatan saya seperti warga itu?'' tanya ustadz Karim menatap Aulia dengan lembut.
''Tentu saja ustadz, kami sudah berjanji untuk tidak memberitahu siapapun tentang jati diri kami yang sebenarnya. Kami juga tidak ingin warga mengetahuinya termasuk Anda ustadz,'' ucap Aulia.
''Jangan kau lakukan itu kepada saya! kau boleh melakukannya kepada warga lain, tapi jangan saya,'' ujar ustadz Karim.
''Ustadz kami akan tetap melakukannya ini demi kebaikan kami berdua dan juga semua warga desa,'' sahut Bara.
__ADS_1
''Apa yang akan terjadi jika ada warga desa, yang mengetahui kejadian ini?'' tanya Ustadz Karim.
''Jika ada warga yang mengetahui kejadian ini, maka kami akan pergi dan tidak akan pernah kembali ke desa ini lagi!'' ucap Aulia yang masih berdiri lurus di depan ustadz Karim.
''Biarkanlah saya sendiri yang tahu tentang semua ini, saya berjanji kepada kalian berdua bahwa saya tidak akan memberitahu siapapun,'' ujar ustadz Karim. Tiba-tiba air mata ustadz Karim mengalir di pipinya.
Membuat Aulia dan Bara tidak mengerti kenapa ustadz Karim menangis melihat mereka.
''Ustadz kenapa kau menangis?'' tanya Aulia.
Ustadz Karim pun menghapus air matanya dia kembali tersenyum.
''Saya merasa sedih kenapa, harus kalian berdua yang menjadi harimau putih itu kenapa bukan orang lain?'' tanya ustadz Karim.
''Ini adalah takdir kami berdua ustadz dan kami tidak bisa menolaknya kami cukup bahagia bisa menjalankan semua ini,'' ucap Aulia.
''Baiklah lakukanlah apa yang ingin kalian lakukan buat saya melupakan kejadian tersebut,'' ujar ustadz Karim membersilahkan Aulia untuk menghilangkan ingatannya.
''Ustadz korbannya sudah meninggal ustadz,'' teriak warga yang masih berada di tepi sungai tersebut.
Ustadz Karim pun segera berlari menghampiri para warga.
''Ayo kita bawa mereka ke desa seberang,'' perintah Ustadz Karim.
Para warga membawa korban tersebut ke desa seberang karena mereka berasal dari desa itu. Korban yang meninggal pun di bawa ke rumah mereka masing-masing untuk di makamkan.
.PAGI HARINYA.
Beberapa warga sudah berada di rumah warga yang selamat itu. Disana sudah ada Aulia dan Bara dan juga ustadz Karim, mereka ingin bertanya apa yang telah terjadi malam itu.
''Pak ceritakan kepada kami apa yang terjadi malam itu?'' tanya ustadz Karim.
__ADS_1
Orang itu tetap tidak mau menjawab karena dia masih begitu ketakutan terhadap apa yang sudah dia lihat malam itu.
''Pak ceritakan saja sama mereka, mungkin mereka bisa membantu bapak,'' pujuk istrinya.
''Betul pak mungkin saja kami bisa membantu bapak jangan takut. Ceritakan apa yang terjadi?'' tanya ustadz Karim dia berusaha agar orang tersebut mau bicar dan menceritakan lebih jelas.
''Ayo pak ceritakan saja,'' pujuk istrinya lagi.
Sang suami pun Menganggukkan kepalanya dia mau menceritakan apa yang sudah terjadi. Dia mulai menceritakan dimana dia melihat ular besar itu menelan teman-temannya saat mereka sedang memancing. Saat itu dia memanggil teman-temannya agar cepat pulang tapi teman-temannya tidak mempedulikan dirinya saat itulah ular itu datang dan menelan teman-temannya tersebut.
warga yang mendengar cerita itu mereka bergidik ngeri setelah mendengar cerita dari warga yang selamat.
Aulia dan Bara saling tatap meraka berdua juga merasa ada yang aneh kenapa Siluman ular itu mengganggu warga desa seberang.
''Setelah itu apa lagi yang sempat bapak lihat?'' tanya ustadz Karim.
''Tidak ada ustadz, saya hanya melihat teman-teman saya menghilang ke dalam sungai itu. Setelah itu saya lari ingin meminta bantuan kepada warga lain tapi saat itu saya tidak melihat warga sama sekali Karena hujan begitu lebat,'' sahutnya.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
terimakasih buat teman-teman yang sudah membaca cerita ini dan menyukainya itu akan membuat saya lebih semangat 💪
jangan lupa vote like komen
__ADS_1