Harimau Aulia

Harimau Aulia
menyerahkan pedang


__ADS_3

''Kakek kami kesini ingin menyerahkan pedang ini,'' ucap Aulia kepada kakeknya Raja Agra.


Raja Agra langsung mengambil pedang itu dari tangan Aulia, dia menatap pedang tersebut dengan seksama. Dia tersenyum bahwa cucunya dan muridnya sudah berhasil mengambil pedang itu.


''Kakek tidak bisa menyimpan pedang ini, karena ini milik kalian berdua, kalian berdua juga bisa menggunakannya jika kalian membutuhkan,'' ucap Raja Agra.


''Benarkah guru saya juga bisa menggunakannya?'' tanya Bara tersenyum.


''Tentu saja kamu bisa menggunakannya. Tapi ingat kalian hanya bisa memanggilnya saat kalian dalam kesulitan saja,'' ucap Raja Agra mengembalikan pedang tersebut kepada Aulia.


''Aulia tidak mengerti kek, apa maksud kakek kami bisa memanggilnya? apa pedang ini bisa datang sendiri jika kami membutuhkan?'' tanya Aulia.


''Pedang ini milik tabib Sakti dan dia juga memiliki seekor elang yang juga memiliki ilmu kesaktian, dia yang akan menjaga pedang ini,'' ucap Raja Agra.


''Maaf guru, apa elang yang guru maksud adalah elang yang selalu mengikuti kami itu?'' tanya Bara.


''Betul sekali murid ku, elang itulah yang akan menjaga pedang ini,'' ucap Raja Agra.


''Tapi bagaimana bisa kek, seekor elang bisa menjaga sebuah pedang itu tidak masuk akal,'' ucap Aulia.

__ADS_1


Bara menganggukkan kepalanya menyambut perkataan Aulia.


''Kailan jangan khawatir elang itu bisa menjaga pedang ini,'' ucap Raja Agra.


Elang tersebut sudah berdiri di atas pohon besar yang ada di hutan terlarang itu, Raja Agra yang mengetahui itu dia pun segera keluar untuk melihat elang tersebut, Bara dan Aulia juga mengikuti Raja Agra keluar dari pondok bambu.


''Itu dia kek, elang itu sudah datang dan aku memberi dia nama Langit,'' ucap Aulia menunjukkan ke arah elang tersebut.


''Betul guru dia sudah seperti teman kami, sebab dia selalu ada saat kami membutuhkan pertolongan,'' ucap Bara.


''Itu sangat bagus jika dia sudah begitu dekat dengan kalian, maka lebih mudah jika kalian berdua ingin memanggilnya,'' ucap Raja Agra.


''Elang ini benar-benar sangat jina kepada mu Aulia, ayo bawa dia masuk ke dalam,'' ucap Raja Agra.


''Aulia, apa yang akan di lakukan sama guru kepada elang itu?'' tanya Bara.


''Aku juga tidak tahu kita lihat saja,'' sahut Aulia sambil berbisik.


Raja Agra meletakkan pedang itu di atas sebuah meja yang terbuat dari bambu itu. Elang itu mendekati pedang tersebut.

__ADS_1


''Apa yang akan dilakukan oleh elang itu?'' tanya Bara menatap tajam ke arah elang tersebut.


''Seperti kata kakek dahulu, elang itu akan menelan pedang tersebut,'' ucap Aulia.


Bara melebarkan matanya karena tidak percaya, tapi itu akan terjadi di depan matanya. Elang tersebut melebarkan sayapnya makhluk itu menatap pedang tersebut dengan mata tajamnya dengan cepat dia menelan pedang yang berada di depannya. secara tiba-tiba. Elang itu menghilang dari sana, Bara dan Aulia kebingungan ke mana elang dan pedang itu pergi, Aulia mendekati meja dimana tempat elang itu berdiri.


''Apa yang terjadi kek? kenapa elang itu menghilang bersama pedang itu?'' tanya Aulia mengerutkan keningnya.


''Kamu tenang saja, semuanya akan baik-baik saja, dia akan kembali setelah tubuhnya merasa baik,'' ucap Raja Agra.


''Apa maksud kakek?'' tanya Aulia masih tidak mengerti.


.


.


.


. BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2