Harimau Aulia

Harimau Aulia
dua dukun


__ADS_3

Aulia dan Bara pun pergi ke arah pegunungan yang tidak terlalu jauh dari desa, mereka duduk di atas pohon sambil menjuntaikan kaki mereka.


''Menurut kamu siapa yang berbuat seperti ini?'' tanya Bara.


''Tentu saja aku tahu, jika aku memberitahu mu apa kau akan mempercayainya?'' tanya Aulia.


Bara hanya menatap lurus ke arah Aulia, dia begitu penasaran siapa mhkaluk yang telah merusak kepercayaan warga terhadap keluarganya.


''Apa kau ingin mengetahuinya?'' tanya Aulia.


Bara hanya menganggukkan kepalanya dia sangat ingin tahu siapa pelakunya.


''Iya siapa? aku sangat ingin mengetahuinya,'' ucap Bara.


Mereka berdua pun turun dari pohon itu, mereka berdiri berhadapan.


''Dia adalah siluman bayangan,'' ucap Aulia.


Bara melebarkan matanya terkejut dan tidak percaya apa yang dikatakan oleh Aulia.


''Tukan kau tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan,'' ucap Aulia.


''Bukannya aku tidak percaya sama apa yang kau katakan, bukannya kamu yang ngomong kalau siluman itu sudah mati dan menjadi debu. Dia sudah lama tidak muncul, kamu sendiri yang mengatakannya,'' ucap Bara.


''Kau tahukan mhkaluk itu hanya bayangan, dia bisa menyerupai siapa saja yang dia inginkan, aku juga pernah mengatakan bahwa dia juga pernah merasuki diriku. Tapi dia tidak bisa berlama-lama didalam tubuhku,'' ucap Aulia.

__ADS_1


''Tapi diakan..


''Sudah mati!'' sambung Aulia.


Bara menganggukkan kepalanya.


''Aku sudah bilang dia hanya bayangan, bukan manusia seperti kita, jadi kapan pun dia ingin muncul. Dia akan muncul,'' ucap Aulia.


''Baiklah, Ayo kita pulang hari juga sudah begitu malam,'' ucap Bara.


Saat mereka berjalan di pegunungan itu, tiba-tiba saja Bara melihat sosok cahaya api di pegunungan tersebut.


''Aulia berhenti!'' ucap Bara.


''Ada apa?'' tanya Aulia mengehentikan langkahnya.


Aulia pun segera menoleh ke arah tunjuk Bara, dia juga melihat api itu.


''Ada apa disana? apa yang akan dilakukan oleh mereka?'' tanya Aulia.


''Entahlah ayo kita lihat,'' ajak Bara.


Aulia menganggukkan kepalanya, mereka berdua pun pergi ke arah api tersebut, sesampainya disana Aulia dan Bara Langsung bersembunyi dibalik pepohonan. Mereka berdua hanya memperhatikan orang itu dari jauh.


''Apa yang sedang mereka lakukan?'' tanya Aulia.

__ADS_1


''Kita perhatikan saja dahulu apa yang mereka lakukan,'' ucap Bara.


Ada dua orang disana, mereka menyalakan api dan membawa tiga ekor ayam hitam entah apa yang ingin mereka lakukan dengan ayam itu. Mereka meletakkan ayam tersebut jauh dari api, tiba-tiba muncul dua sosok yang sangat dikenali oleh Aulia dan Bara. Itu adalah sosok siluman bayangan dan siluman ular.


''Bukannya itu orang yang sudah menuduh ibu mu, sebagai dukun?'' tanya Aulia.


''Iya kamu benar Aulia, kurang ajar mereka, ternyata dialah dukun itu. Dia malah menuduh ibuku, aku akan menghabisi mereka!'' ucap Bara.


''Jangan dulu Bara, kita lihat dahulu apa yang akan mereka lakukan. Dengan para siluman itu'' ucap Aulia menghentikan langkah Bara.


''Apakah kalian sudah melakukan perintahku,'' ujar Ratu sanca kepada dua dukun itu.


''S-su, sudah Ratu kami sudah melakukan perintah Ratu,'' jawab dukun itu terbata-bata karena ketakutan.


''Apa kalian berhasil mengusir Bara, dari desa itu?'' tanya siluman Bayangan.


Dua dukun itu saling mencolek, karena mereka gagal mengusir Bara dari desa itu Mereka sangat ketakutan untuk menjawabnya.


''Tidak tuan kami tidak berhasil membuat warga mengusir Bara dan Ayahnya dari desa, karena warga ingin mencari butik siapa dukun yang sebenarnya,'' jawab dukun itu.


.


.


.

__ADS_1


. BERSAMBUNG.


__ADS_2