
Pagi itu Bara datang untuk melihat keadaan Aulia di rumahnya. Bu Lilis juga sudah menyiapkan makanan untuk Aulia dan Bara jika dia datang ke rumah.
''Nenek kenapa? nenek masak banyak?'' tanya Aulia.
''Buat Bara nanti dia pasti datang ke kemari dia kan selalu ingin makan,'' sahut Bu Lilis tersenyum.
''Nenek sudah sangat memanjakan dia dari pada aku,'' ujar Aulia sambil memakan makanannya.
''Nenek aku datang,'' teriak Bara dari luar rumah.
''Ternyata bocah itu benar-benar datang,'' batin Aulia.
''Ayo sini nenek sudah masak buat kamu ayo makanlah, nenek juga harus pergi ke kebun sekarang,'' ucap Bu Lilis.
''Iya nek hati-hati, terimakasih untuk makanannya nek,'' ujar Bara sambil duduk dan segera memakan makanannya.
''Kenapa kamu menatap ku seperti itu?, kalau kamu sudah kenyang bawa sini aku makan semuanya,'' ujar Bara tersenyum lebar.
''Dasar harimau lapar! jangan di makan itu punyaku,'' ujar Aulia.
Setelah mereka selesai makan Aulia dan Bara pergi ke keluar rumah mereka duduk di sebuah kursi diluar sana.
Ternyata Naura melihat mereka berdua, Naura menatap Aulia dari kejauhan dia melihat kalau Aulia terluka di bagian lengannya yang diberi perban dengan sehelai kain yang melilit lengannya itu.
''Lo lagi lihat siapa?'' tanya Kaila yang melihat Naura berdiri di dekat jendela.
''Aku lagi lihat mereka berdua, kamu lihat deh sepertinya Aulia sedang terluka,'' ujar Naura.
__ADS_1
''Iya ya, ada apa? dengan Aulia kok dia bisa terluka seperti itu,'' sahut Kaila, ''kita kesana yuk gue jadi penasaran kenapa dia bisa terluka,'' ujar Kaila.
Naura menganggukkan kepalanya mereka pun segera menghampiri Aulia dan Bara di halaman rumahnya.
''Masyaallah cantik sekali dia,'' ucap Bara.
''Siapa yang cantik?'' tanya Aulia yang masih belum menyadari kalau Naura sudah mendekatinya.
''Kamu lihat saja sendiri tu,'' sahut Bara.
Aulia melihat Naura yang sudah hampir mendekat.
''Kenapa? mereka kesini?'' tanya Aulia dia begitu salah tingkah jika berdekatan dengan Naura.
''Bara, Aulia kalian dari mana saja kok baru kelihatan?'' tanya Kaila.
''Kita disini tidak pergi kemana-mana,'' sahut Bara.
''Aulia tangan kamu kenapa?'' tanya Naura.
''Tidak apa-apa kemarin saya jatuh saat membuat atap dapur yang bocor,'' sahut Aulia.
Membuat Bara tertawa terbahak-bahak saat mendengar perkataan Aulia yang berbohong tidak konsisten.
''Kenapa? kamu malah ketawa bantu jawab,'' ujar Aulia berbisik kepada Bara.
''Iya Naura kemarin dia jatuh,'' ucap Bara sambil tertawa.
__ADS_1
''Apa aku boleh melihatnya soalnya di rumah ada sedikit obat luka,'' ujar Naura.
semakin membuat Aulia salah tingkah.
''Tidak usah Naura, ini juga sudah di kasih obat sama nenek,'' sahut Aulia.
''Iya itu sangat bagus, tapi nanti takutnya malah infeksi aku ada bawa obat dari kota sebentar aku ambil dahulu,'' ujar Naura.
''Boleh Naura ambil saja, takutnya nanti malah infeksi,'' sahut Bara tersenyum ke arah Aulia.
Naura pun segera pergi mengambil obat tersebut, dia meninggalkan Kaila bersama mereka.
''Oh iya Kaila, Kenzo sama Sadam kemana?'' tanya Bara.
''Mereka ada di rumah masih tidur,'' sahut Kaila.
''Tadi malam kalian berdua pergi kemana? padahal kami ingin bertanya tentang malam kliwon kepada kalian karena kami sangat penasaran dengan cerita-cerita mitos malam kliwon itu?'' tanya Kaila.
Aulia menatap Kaila begitu juga dengan Bara.
.
.
.
.
__ADS_1
. BERSAMBUNG....