
Aulia berjalan mendekati Bara, yang sedang menatap wajahnya di dalam air.
"Ada apa?" tanya Aulia setelah sampai ke dekat Bara.
"lihat ini bukan wajahku," ucap Bara menunjukkan wajahnya di air.
Aulia menoleh ke arah tunjuk Bara, Aulia begitu terkejut melihat wajah Bara yang berwujud harimau putih.
"kenapa bisa begini?" tanya Aulia karena penasaran Aulia pun mendekati air tersebut dan sambil melihat bayang-bayangannya sendiri. Dan apa yang terjadi hanya wajah harimau yang terlihat di dalam air itu.
Karena merasa terkejut Aulia menarik wajahnya mundur.
"Ini tidak mungkin, kenapa wajah kita bisa seperti ini?" tanya Aulia.
Bara hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban karena dia juga tidak mengerti tentang semua itu.
"Tapi bagaimana ini Aulia, aku sangat haus," ucap Bara.
"Ya sudah sebaiknya kita minum saja air ini, dari pada kita haus," ucap Aulia.
Bara menganggukkan kepalanya, mereka berdua pun meminum air tersebut. Tidak lama mereka kembali berjalan di dalam Gua itu.
"Langit ke mana, kenapa dia tidak ada disini?" tanya Bara melirik kiri kanan Gua tersebut.
__ADS_1
Aulia pun melirik ke dalam Gua itu, dia juga tidak melihat ke mana teman Elangnya itu pergi. Mereka berdua terus berjalan menyusuri Gua itu. Dari ke dalaman Gua tersebut terdengar suara Elang.
"Itu suaranya ayo kita kejar," ucap Aulia.
Bara menganggukkan kepalanya. Mereka pun segera berlari ke arah suara itu, di sana mereka melihat Elang itu sedang berdiri di atas batu yang tidak terlalu besar.
"Kau disini rupanya, kami sudah kemana-mana mencari kau," ucap Bara menarik napas panjang.
''Dimana pedang itu?'' tanya Aulia.
Dengan cepat Aulia langsung mengerti bahwa pedang tersebut ada di dalam batu itu.
''Apa pedang pusaka itu ada di dalam batu itu?'' tanya Aulia kepada seekor elang.
''Apa maksud kamu Aulia, apa pedang itu ada di dalam batu itu?" tanya Bara menatap batu tersebut.
Aulia hanya menganggukkan kepalanya.
''Bara bantu aku untuk memecahkan batu ini,'' ucap Aulia.
''Baik," sahut Bara.
Mereka berdua pun segera mengeluarkan ilmu tenaga dalam mereka, untuk memecahkan batu itu. satu bahkan sampai tiga kali, tapi batu tersebut tidak berhasil di pecahkan karena terlalu kuat. Mungkin sebab pedang itu di dalam sana.
''Bagaimana bisa batunya tidak bisa pecah?" tanya Bara.
__ADS_1
''coba sekali lagi, mungkin saja bisa,'' ucap Aulia.
Mereka berdua pun membaca bismillah dan kembali mengeluarkan ilmu mereka, dan akhirnya batu itu terbelah berkeping-keping berserakan di mana-mana.
Terlihat sebuah pedang lengkap dengan sarungnya gagangnya terlihat seperti kepala elang dan juga permata putih yang terlihat cantik.
''Ya ampun apakah ini pedang itu, terlihat sangat keren dan luar biasa,'' ucap Bara mendekati pedang tersebut.
Aulia berjalan mendekati pedang itu mencoba menyentuhnya. Tidak lupa mengucapkan bismillah Aulia pun mencabut pedang itu dari tempatnya, Aulia menatap pedang dengan seksama pedang itu terlihat sangat bagus dan memiliki kekuatan yang luar biasa.
''Kau terlihat begitu keren saat memegang pedang itu,'' ucap Bara tersenyum.
Aulia menghayunkan pedang itu kiri dan kanan dan kembali menatapnya.
''Apa kau ingin memegang pedang ini, pedang ini sangat luar biasa Bara,'' ucap Aulia.
''Tentu saja, apa aku boleh memegangnya?'' tanya Bara.
Aulia menganggukkan kepalanya dan memberikan pedang itu untuk di pegang oleh Bara. Bara pun mengambil pedang tersebut dari tangan Aulia, dan Bara menghayunkan pedang itu kiri dan kanan seperti yang dilakukan oleh Aulia.
.
.
. BERSAMBUNG
__ADS_1