
Ustadz Karim masih sangat heran dengan Bara, sebab sudah berapa hari ini Bara memegang tidak berada di desa, seperti yang dikatakan oleh Pak Sury bahwa Bara menghilang.
"Kenapa Pak ustadz?" tanya seorang pemuda yang baru keluar dari dalam mesjid.
"Gak apa-apa, oh-iya rumah kamu dengan rumah Bara dekat kan?" tanya ustadz Karim kepada seorang pemuda.
Pemuda itu Menganggukkan kepalanya sambari melihat Bara yang semakin menjauh dari pandangan.
"Apa berapa hari ini, kamu melihat Bara di rumahnya?" tanya Ustadz Karim mencoba mengusir ke curigaannya terhadap Bara.
"Gak sih Pak, berapa hari ini saya memang tidak pernah terlihat Bara di desa, waktu itu saya juga sempat bertanya kepada Pak Sury, tentang Bara. Tapi Pak Sury bilang kalau Bara belum pulang dan belum ditemukan, itu saja sih Pak yang saya dengar dari Pak Sury," ucap pemuda itu.
ustadz Karim kembali mencurigai Bara, dengan jawaban yang aneh dan berbelit-belit dari Bara, saat dia bertanya ke mana Bara selama ini, dan tidak pernah berada di desa.
"Kalau gitu saya pulang dahulu ustadz," ucap pemuda tersebut.
"Iya silahkan," jawab ustadz Karim mempersilahkan pemuda itu untuk pergi.
"Saya akan mencari tahu, siapa Bara dan Aulia sebenarnya," gumam Ustadz Karim, "besok saya akan bertanya kepada Pak Sury ke mana Bara pergi salama ini." Ustadz Karim pun segera pergi dari mesjid yang sudah begitu sunyi.
Di pegunungan dekat desa, Ghani mengubah wujudnya menjadi seekor ular raksasa pinggang dan kakinya berubah ular sebelah wajahnya penuh dengan sisik ularnya.
__ADS_1
"Inilah saatnya aku menghancurkan desa itu. Dan kau Bara, kau harus mati sebab aku seperti ini karena dirimu!" Ghani pun segera pergi dari penggunaan itu melesat dengan cepat menyusuri gunung itu.
Di tempat warga yang sedang berjaga-jaga mereka sedang mengobrol sambil menyeruput kopi mereka masing-masing di dalam pondok tersebut. Warga yang duduk di pojokkan pondok merasa aneh dengan cuaca malam itu, dia merasa dingin hingga menusuk ketulang-tulang.
"Hai!. Kalian merasa aneh tidak malam ini cuacanya sangat dingin?" tanya warga yang duduk di pojokkan.
Angin terus berhembus kencang malam itu, malam yang mulai mencekam, warga yang tadinya biasa saja kini menjadi panik melihat pohon-pohon yang berayun-ayun di sekitar mereka.
DI RUMAH AULIA.
Aulia yang sedang mengaji malam itu, dia sangat terkejut mendengar jendela kamarnya terhempas oleh angin kencang, dia pun segera menutup Al Qur'an nya, dan bangkit dari tempat duduknya berjalan menuju jendela kamar yang terhempas oleh angin.
''Apa yang terjadi? Kenapa angin malam ini begitu kuat?'' gumam Aulia.
Warga yang sedang berjaga-jaga malam itu. Mereka memukul kentongan bersamaan agar para warga yang berada di dalam rumah segera keluar, sebab mereka khawatir pohon-pohon akan tumbang dan menimpa rumah-rumah mereka.
''Aulia apa yang terjadi cuaca malam ini sangat menakutkan? ini tidak seperti biasanya!'' ucap Bara.
''Ayo ikut aku, sepertinya ada siluman yang ingin bermain-main dengan kita.'' Aulia dan Bara segera pergi dari kerumunan warga, mereka pergi menuju penggunaan yang tidak terlalu jauh dari desa.
''Akhirnya kalian berdua datang juga!'' ular yang berwujud manusia itu melilit pohon besar yang ada gunung itu.
__ADS_1
''Kenapa kau datang? hanya untuk merusak dan menakut-nakuti warga kami.'' Aulia mendekati siluman tersebut menatapnya dengan tajam.
''Saya ingin menghabisi salah satu dari kalian berdua!'' ular itu mengubah wujudnya menjadi manusia dengan wajah yang bersiksi ular.
''Kau bukannya pemuda waktu itu?'' tanya Bara menatap ular itu.
''Ternyata kau masih mengingatku, akulah orang yang telah mengirimkan teluh kepada mu waktu itu!'' ujar ular siluman.
''Apa yang ingin kau lakukan di sini, ini bukan tempat mu, pergilah dari desa ini kembali ke asal mu!'' Aulia mengeluarkan ilmu sihirnya segera dia lemparkan ke arah siluman ular itu.
Dengan cepat siluman itu menghindari sihir tersebut. Mereka mulai bertarung di gunung itu, tanpa di ketahui oleh warga desa. Mereka saling berubah wujud dan saling menyerang, saat siluman itu mengibaskan ekornya ke arah Aulia dengan cepat Aulia menghindari. Namun, sayangnya Bara tidak sempat menghindari hingga membuat Bara terpental ke dalam sungai yang berada di tepian penggunaan itu dengan air yang mengalir cukup kuat.
Aulia mengubah wujudnya menjadi manusia, dia ingin menyelamatkan Bara yang jatuh ke sungai. Namun, lagi-lagi Ghani mengibaskan ekornya ke arah Aulia dengan cepat Aulia menangkap ekor ular siluman itu dia menggigit ekor tersebut dan mencakar-cakarnya hingga Ghani menjerit-jerit kesakitan, Gahni pun segera menghilang dari gunung itu. Mulut Aulia masih meninggalkan darah dari siluman ular itu, kuku dan tangannya yang juga berlumuran darah siluman ular tersebut.
Tanpa berpikir panjang Aulia segera melompati sungai itu, dengan arus air yang terus membawa dirinya.
''Bara, kau dimana.'' Aulia berteriak memanggil Bara di dasar sungai tersebut.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung