
"Apa kamu akan memberitahu orang tua mu siapa jati dirimu yang sekarang!" ujar Aulia.
Bara menggelengkan kepalanya. Dia tidak akan mungkin memberitahu Ibunya siapa dirinya sekarang.
"Sekarang kamu mau kemana?" tanya Bara.
"Pulang!" Sahut Aulia sambil terus berjalan.
''Kenapa? dia marah seharusnya aku yang marah,'' ujar Bara dia pun terus berjalan pulang ke rumahnya.
Sampainya Aulia di rumah dia melihat sang nenek sudah berada di rumah.
''Nenek kok nenek bisa di rumah bukannya nenek sedang menjaga Naura yang lagi sakit?'' tanya Aulia.
''Dia sudah sembuh maka dari itu nenek pulang, nenek sudah masak tadi ayo kita makan,'' ujar Bu Lilis.
''Baguslah kalau Naura sudah sembuh,'' batin Aulia.
Malam itu Aulia dan sang nenek makan berdua.
......TEMPAT TINGGAL ANAK KOTA......
''Naura apa lo sudah sembuh kenapa? lo keluar?'' tanya Kaila.
''Aku sudah baik-baik saja, sakit juga udah gak lagi,'' sahut Naura.
__ADS_1
''Ya udah sini duduk, gue mau cerita sesuatu sama lo tentang Aulia,'' ujar Kaila.
Naura mengerutkan keningnya kenapa? Kaila ingin bercerita tentang Aulia kepadanya.
''Ada apa? dengan Aulia?'' tanya Naura duduk di samping Kaila.
''Kayaknya Aulia memang benar-benar menyukai lo deh, lo tahu gak waktu gue cerita kalau lo itu udah di jodohkan sama orang tua lo, dia langsung pergi dengan wajah yang susah untuk gue tebak tapi gue yakin itu adalah wajah kecemburuan,'' ujar Kaila.
''Kenapa? kamu bicara seperti itu, tapi kayaknya Aulia hanya biasa saja terhadap ku,'' sahut Nuara.
''Lo itu terlalu polos tahu gak, jelas-jelas Aulia sangat menyukai lo hanya saja dia tidak berani untuk menyatakan cintanya sama lo,'' ujar Kaila.
''Kenapa? kamu begitu yakin?'' tanya Naura.
''Saat lo sakit perhatiannya terhadap lo sangat luar biasa, dia juga mencari obat buat lo,'' sahut Kaila.
''Mereka berdua sudah pergi, ke penggunungan mencari obat-obatan dan rempah-rempah yang akan kita bawa ke kota,'' sahut Kaila.
''Kenapa? kamu tidak pergi bersama mereka apa kamu tidak kasihan melihat mereka pergi berdua saja,'' ujar Naura.
''Kalua gue pergi siapa yang akan jaga lo disini, lo jangan khawatirin ada beberapa warga yang ikut bersama mereka,'' sahut Kaila.
Naura menganggukkan kepalanya dia begitu legah mendengar kalau ada warga yang menemani Kenzo dan Sadam di penggunungan.
Satu jam berlalu Kenzo dan Sadam kembali pulang ke tempat tinggal mereka sambil membawa tanaman yang mereka butuhkan.
__ADS_1
''Naura Kaila ayo keluar lihat ini,'' ujar Kenzo.
Naura dan Kaila pun keluar dari rumah berjalan mendekati Kenzo dan Sadam yang berada di luar rumah.
''Kenapa kalian cepat sekali pulangnya, perasaan kalian baru pergi?'' tanya Kaila.
''Warga bilang kita harus pulang cepat, karana malam ini adalah malam kliwon! jadi kita harus pulang cepat,'' sahut Sadam.
''Memangnya ada apa? dengan malam kliwon itu?'' tanya Naura.
''Kata warga tadi, ada sebuah cerita dimana manusia harimau akan berubah wujud menjadi harimau seutuhnya!'' sahut Sadam.
''Kok jadi seram banget ya ceritanya,'' ujar Kaila sambil bergidik ngeri.
''Kata warga sih begitu, maka dari itu kita pulang cepat,'' ujar Kenzo.
''Ya sudah ayo kita masuk, hari juga sudah mulai sore,'' sahut Naura.
.
.
.
.
__ADS_1
. BERSAMBUNG...