
Mereka pun sampai ketempat yang dituju mereka melihat tempat itu tidak ada apa-apa di sana hanya ada pohon-pohon besar menjulang tinggi gelap tidak keliatan cahaya matahari yang masuk kedalam hutan itu penuh dengan semak-semak berduri di dalamnya. Batang Rotan pun tidak terlihat disana mereka terkejut tidak ada rumah maupun orang tua itu tempat itu benar-benar hutan tidak berpenghuni bahkan tidak pernah di jelajahi oleh manusia.
Pohon-pohon yang sempat di tandai oleh Pak Nudin pun tidak ada jangankan Sebuah tanda tergores pun tidak ada hutan itu benar-banar aneh. Pak Nudin berjalan ke arah pohon yang di kasihnya sebuah tanda tersebut. Tanda itupun juga hilang bak ditelan bumi, pohonnya ada cuma tanda itu yang tidak ada.
''Pak Nudin apa benar ini tempatnya sepertinya tidak ada apa-apa disini?'' tanya seorang warga.
''Saya juga heran Pak tanda yang saya buat di pohon kayu ini juga hilang, ini benar-benar aneh,'' ujar Pak Nudin dengan wajah kelihatan bingung.
''Mungkin Bapak salah tempat Pak bisa jadi tempat yang lain,'' ujar seseorang warga menyahut dari belakang.
''Tidak, Pak saya tidak mungkin salah memang inilah tempatnya, dan di situ saya mengambil berapa batang Rotan,'' sahut Pak Nudin menuju sebelah kiri dimana dia mengambil Rotan tersebut.
''Kalau rumah orang tua itu dimana Pak?'' tanya warga.
''Kalau rumah itu, ada disana Pak kita bisa berjalan berapa meter lagi menuju rumahnya,'' ujar Pak Nudin.
''Ayo kita kesana,'' sahut Warga.
Mereka pun kembali berjalan bersama menuju rumah orang tua itu. Tibanya di tempat tersebut, Pak Nudin terkejut membulatkan matanya melotot dia tidak percaya tempat itu tidak ada apa-apa sama sekali bahkan rumah itu tidak ada jangankan rumah tempat bekas kayu api unggun yang semalam Mereka nyalakan pun sudah tidak ada semuanya bersih hanya ada semak-semak berduri yang mematikan jika tersentuh oleh kulit manusia.
''Apa ini Pak Nudin dimana rumah itu kenapa tidak ada?'' tanya seorang warga sambil melirik sekitar hutan itu.
''Saya juga tidak tahu pak kemana rumah itu perginya ini benar-benar aneh tidak mungkin rumah itu bisa menghilang seperti ini,'' sahut Pak Nudin semakin kebingungan.
''Apa benar rumahnya ada disini Pak mungkin saja Bapak lupa,'' ujar Pak Kades.
''Tidak Pak saya tidak lupa rumahnya memang disini dan pohon ini juga sama,'' ucap Pak Nudin.
''Wah Jangan-jangan benar lagi apa yang dikatakan oleh Aulia kalau ini kerjanya siluman!'' ujar warga.
''Membuat kita capak saja sudah jauh-jauh berjalan hasilnya malah seperti ini, udahlah ayo kita pulang!'' ujar warga.
Akhirnya mereka semua memutuskan untuk kembali pulang ke desa indah, hari sudah mulai sore di hutan sudah mulai gelap. Seperti biasa Adzan berkumandang di tengah hutan tersebut, mereka warga itu pun menoleh kebelakang melihat dan mencari-cari dimana asal muasal suara Adzan tersebut.
''Pak Kades apa Bapak mendengar suara Adzan itu?'' tanya Warga.
''Iya saya mendengarnya,'' sahut Pak Kades.
__ADS_1
''Pak tolong jangan melihat kebelakang kita terus saja berjalan,'' ujar Aulia.
''Baik,'' jawab Mereka semua.
''Pak sebaiknya kita semua salat asar dahulu disini Adzan juga sudah berkumandang,'' ujar Bara.
''Bara kamu sudah gila! apa di hutan mana ada air untuk berwudhu,'' sahut warga.
''Di sana ada air Pak,'' ucap Aulia sambil menunjuk.
''Baiklah ayo kita kesan,'' sahut meraka. Mereka semua pun berjalan menuju sungai yang ada di hutan tersebut.
''Wah! airnya sangat jernih di sini sangat indah,'' ujar Warga.
''Ayo Bapak-bapak kita berwudhu dahulu biar kita cepat pulang soalnya perjalanan kita masih sangat jahu,'' ujar Aulia.
Semua warga yang ikut pun segera berwudhu di sungai itu mereka melaksanakan salat di tepian sungai. Berapa menit kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanan pulang.
''Aulia kamu tahu dari mana kalau ada sungai di hutan ini?'' tanya warga.
''Aulia kamu tahu dari mana kalau ada siluman?'' tanya warga lainnya.
Membuat Aulia tidak bisa menjawab perkataan warga, apa dan bagaimana cara menjawab pertanyaan Warga yang semakin memojokkan dirinya.
''Pak tolong jangan membahas tentang siluman di hutan ini kalau mau bertanya? nanti saja kalau kita sudah sampai di desa,'' ujar Bara.
''Eeleh,. Kamu itukan sok-sokan sekali banyak bicara tentang siluman apa kamu takut sama mereka, mereka itu hanya makhluk tak kasat mata untuk apa di takutin,'' sahut Warga mengejek.
''Sudah-sudah!. Jangan pada ribut dengarkan saja apa yang dikatakan oleh Bara dan Aulia Mereka benar, kalau kita mendengarkan perkataan mereka kemarin kita tidak akan ada disini sekarang,'' ujar Pak kades marah kepada warga yang keras kepala itu.
''Baik Pak maaf,'' sahut warga.
''Pak hari sudah mulai gelap kita harus bagaimana apa? kita terus berjalan saja?'' tanya seorang warga.
''Iya Pak, kita terus berjalan takutnya nanti ada binatang buas di hutan ini,'' sahut Pak Kades sambil terus berjalan.
Malam pun tiba mereka masih di hutan mereka menyalakan berapa obor yang terbuat dari bambu itu mereka membaca doa sebisa mereka ada yang membaca alfatihah dan ayat kursi ayat-ayat yang ada di dalam Qur'an mereka terus melantunkannya agar tidak ada makhluk-makhluk yang menggangu perjalanan mereka.
__ADS_1
''Andai aku tidak penasaran dengan cerita Pak Nudin dan mendengarkan perkataan Aulia pasti sekarang aku lagi bersama anak-anak ku dan istri ku,'' ujar warga.
''Iya benar Pak, membuat kita susah saja padahal disini tidak ada apa-apa,'' sahut warga lainnya.
...****************...
...Mereka terus berjalan tanpa berhenti tiba-tiba mereka mendengar suara mengagum tidak jauh dari mereka. Mereka saling tatap satu sama lain Mereka begitu ketakutan....
''Pak itu suara harimau,'' ujar warga.
''Diam.''
''AStagfirullahaladzim,'' ucap semua warga.
Harimau kuning sudah meghadang mereka dari depan, ada lima ekor harimau kuning. ''Kalian datang kemari hanya untuk mengantar nyawa,'' ucap seekor harimau kuning.
''Lemparkan dua obor itu ke arah mereka!'' titah Aulia.
Para warga pun melemparkan dua obor ke arah harimau tersebut. Harimau mengaum sangat kuat hingga membuat warga gemetar karena suaranya.
''Kurang ajar! kalian berani-beraninya kalian melempari kami!'' ucap harimau kuning. Mereka mengubah wujud mereka menjadi manusia dan mereka mendekati para warga, Bara dan Aulia menghalangi jalan mereka yang ingin mendekati warganya, harimau kuning menyeringai jahat ke arah Aulia dan Bara.
.
.
.
.
.
......BERSAMBUNG......
...apakah Aulia dan Bara akan ketahuan kalau mereka adalah Harimau... Ikuti terus episode selanjutnya jangan lupa dukungannya agar di lanjutkan......
...JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS NYA HANYA CERITA FIKSI....
__ADS_1