
''Gue gak mau mati di desa ini,'' ucap Kenzo.
''Apa? sebaiknya malam kita nginap di rumah Aulia saja buat malam ini aja,'' ujar Sadam.
''Ganpain?, kita udah ada tempat tinggal masak mau nginap di rumah orang,'' ujar Kaila.
''Benar apa kata Kaila, ngapain kita harus tidur di rumah orang, kamu sama Kenzo kan ada,'' sahut Naura.
"Bisa saja siluman itu akan datang malam hari untuk menghabisi kita," ujar Kenzo.
"Jangan pikirkan yang aneh-aneh kitakan baik-baik saja disini tidak mungkin mereka akan menyakiti kita," sahut Naura.
"Udahlah gue mau istirahat di kamar capek," ucap Kaila berjalan menuju kamar.
Mereka semua sudah tidur di kamar mereka masing-masing. Jam 1.00 malam tiba-tiba saja Kaila terbangun dari tidurnya dia melihat Naura sudah tidak ada di sampingnya.
"Pergi kemana? Naura malam-malam seperti ini," batin Kaila turun dari tempat tidur.
Kaila berjalan keluar kamar dan menyalakan lampu ruangan itu dia tidak melihat Naura.
"Kemana? Naura, bunyi apa itu?" tanya Kaila seperti bunyi orang yang sedang menggaruk-garuk dinding rumah yang terbuat dari papan itu.
__ADS_1
Kaila sangat terkejut melihat Naura yang sedang menggaruk dinding dengan kukunya yang panjang dan hitam. Jilbab yang tidak pernah lepas dari kepalanya malam itu lepas entah kemana?.
"Naura kamu kenapa?" tanya Kaila mulai ketakutan melihat Naura seperti itu.
"Tolong-tolong," Kaila berteriak meminta tolong malam itu.
Membuat Kenzo dan Sadam terbangun dan segera berlari keluar kamar.
"Apa yang terjadi?" tanya Sadam.
"Gue gak tahu, mending lo panggil Aulia cepatan," ujar Kaila begitu khawatir dengan keadaan Naura.
Sdama segera pergi ke rumah Aulia untuk meminta bantuan. Tok, tok bunyi ketukan pintu.
"Ada apa? kenapa? kamu keluar malam-malam seperti ini?" tanya Aulia.
"Aulia, tolong bantu Naura sepertinya dia ke rasukan sesuatu, seperti saya waktu itu," ujar Sadam.
Aulia dan sang nenek segera datang ke rumah tempat anak kota itu tinggal. Sampainya di rumah tersebut Aulia melihat Naura sudah tidak menggunakan hijab lagi karena sudah terlepas dari kepalanya Kenzo dan Kaila sedang memegang tangan Naura agar dia tidak meronta-ronta lebih kuat.
Aulia langsung mendekati Naura dia memegang kepala Naura dengan telapak tangannya Aulia segera membaca doa agar makhluk yang sedang merasuki tubuh Naura keluar dengan cepat.
__ADS_1
"Allahu Akbar," ucap Aulia makhluk itupun seketika keluar dari tubuh Naura.
Aulia mengejar makhluk tersebut lari ke penggunungan di sana Aulia melihat jelas siapa makhluk yang sudah merasuki tubuh Naura dia adalah siluman bayangan, siluman bayangan akan memasuki tubuh seseorang yang dia sukai termasuk tubuh Aulia pun telah di rasuki olehnya.
''Kenapa? kau mengganggu gadis itu?'' tanya Aulia sambil berjalan mengelilingi siluman bayangan tersebut.
''Sebelum engkau menyerahkan kitab itu kepada saya, saya tidak akan pernah berhenti merasuki siapapun bahkan saya akan menghacurkan manusia itu,'' sahut siluman bayangan.
Siluman itu mulai menyerang Aulia dia menghilang seperti awan hitam lalu muncul lagi.
''Saya tidak akan membiarkan engkau hidup jika terus-terusan mengganggu manusia!'' ujar Aulia.
''Saya akan berhenti mengganggu manusia jika kitab tersebut kau berikan kepadaku,'' sahut siluman bayangan itu.
''Tidak akan pernah terjadi!'' ujar Aulia menyerang siluman bayangan.
.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG...