
sementara itu, Alex terlihat sedang melakukan sebuah kesepakatan dengan klien nya yang berakhir dengan jabatan tangan.
Kemudian setelah selesai meeting dan klien nya pergi, Alex terlihat sedang menelpon asisten pribadi nya untuk mencari informasi mengenai seseorang yang selama ini dia cari.
Di sisi lain, Rio yang sedang menyantap makan malam bersama sepupu dan sahabatnya sedang asik tersenyum menatap Anita yang sedang makan tanpa menyadari sedang di perhatikan oleh Rio.
Rio yang merasa berbeda melihat Anita yang sebelumnya dia tolong seraya berkata dalam hati "dia... terlihat berbeda saat pertama kali aku menolongnya. Kalau di lihat dari dekat seperti ini, dia terlihat lebih cantik" ucap Rio sambil tersenyum terpesona "lihat itu.... bibir nya..." lanjut Rio dalam hati saat melihat bibir ranum Anita.
Anita yang mulai menyadari di perhatikan oleh Rio mulai merasa risih dan sesaat menghentikan makan nya sambil mengusap mulut nya dengan tisu, lalu menyenggol sahabatnya yang sedang makan, memberi tahu Lolita dengan gerakan dan mengalihkan tatapannya pada Rio yang masih menatap Anita dengan senyuman, tanpa Rio sadari aksinya sudah ketahuan.
Lolita yang merasa di senggol oleh sahabatnya segera menatap Anita heran dan bertanya dengan gerakan kepala "ada apa". "Lihat itu, kenapa saudara mu terus menatap ku. Apa ada sesuatu di wajah ku" tanya Anita pada sahabatnya sambil memperlihatkan wajahnya yang di pikir Anita ada sesuatu yang menempel.
Lolita yang memeriksa wajah sahabatnya merasa tidak ada masalah dan tidak ada apapun yang menempel di wajah nya lalu berkata "tidak ada masalah di wajah mu, malah kau terlihat cantik dan menawan" ucap Lolita sambil bercanda. "Kau ini.. aku serius Lita" ucap Anita serius.
Sementara itu, di tengah bisikan Lolita dan Anita. Rio masih terpaku dengan penglihatan nya, di sengaja atau tidak Rio masih terus menatap Anita. Hingga akhirnya Lolita yang melihat Rio masih menatap sahabatnya segera men jitak pelan kepala sepupunya tersebut dengan sendok yang dia gunakan untuk makan, sehingga membuat Rio sadar dari lamunan panjang nya.
Pletak... suara sendok yang di pukulkan ke kepala Rio "aw.." suara Rio yang mulai sadar dari lamunan panjang nya "hayo.. lihat apa" ucap Lolita menyadarkan lamunan sepupunya. "Maaf... maaf" ucap Rio sadar atas sikapnya, sambil mengusap-usap kepalanya yang terkena jitak kan dari sepupunya tersebut "habis aku gak nyangka ada bidadari secantik ini di samping kamu" ucap Rio melancarkan gombalan nya untuk Anita. "Mulai deh gombalan nya" ucap Lolita pada sepupu nya "jangan dengarkan gombalan basi dia, Anita" lanjut Lolita menasehati sahabatnya "dia itu playboy cap kadal, pacarnya itu udah dimana-mana" ucap Lolita sambil menunjuk dengan sendok di tangannya ke arah Rio.
__ADS_1
"Nggak... jangan di percaya Anita. Kamu itu salah paham adik ku sayang. Mereka itu hanya temen-teman dekat ku saja" ucap Rio mencoba mengelak. "apa nya yang cuman teman dekat. Dengar ya, bukti nya pacar kakak yang nama nya Dewi.. Dewi itu sudah sering chat aku, nanyain kakak terus. Di pikir nya aku ini baby siter kak Rio apa. Lagian kak Rio ngapain ngasih number aku sama dia" ucap Lolita kesal saat mengikat chat tan dari pacar sepupu nya tersebut.
"Pokok nya kak Rio jangan coba macam-macam sama sahabat ku ini" ucap Lolita pada Rio sambil menelan makanannya "soalnya Anita sudah aku keep buat daddy ku" lanjut Lolita yang membuat Anita hampir tersedak minumannya sendiri saat mendengar ucapan sahabatnya tersebut lalu berkata "Lita... jangan ngaco kamu" ucap Anita pada sahabatnya tersebut.
Sontak hal itu membuat Rio tertawa merasa lucu dan sesaat menghentikan makannya saat mendengar penuturan Lolita yang mengatakan Anita sudah di keep untuk Daddy nya seraya berkata "Apa... apa..." ucap Rio sambil mencoba menahan tawanya "memang nya Anita mau sama bapak-bapak, apalagi sama om Alex yang galak dan dingin itu" ledek Rio pada sepupunya. Anita yang hanya bisa melihat dan mendengar kan nya, hanya bisa tersenyum masam dan sesekali meminum jus menghilangkan kecanggungan nya di antara dua saudara sepupu tersebut.
"e.. e.. eh... jangan salah Anita. Biarpun daddy aku itu bapak-bapak tapi dia lebih terlihat muda, keren dan maco dari kak Rio" ucap Lolita bangga memuji ayah nya pada Anita "yah... walaupun ada benarnya, sedikit dingin kalau berhadapan dengan wanita" lanjut Lolita sedikit membenarkan ucapan Rio sambil tersenyum manja. "see... dengar itu kan" timpal Rio saat mendengar Lolita membenarkan ucapan nya, ada benarnya.
"Tapi... tetap aja Nit. Kamu jangan sampai kemakan gombalan nya" ucap Lolita pada Anita. "Kak Rio ini gak ada takut-takut nya ya. Awas saja sampai pacar kak Rio yang bernama Dewi itu tiba-tiba melabrak sahabatku ini, yang gak tahu apa-apa" ucap Lolita memberi peringatan pada sepupunya tersebut.
"Gak... gak bakalan. Kan kakak udah bilang, Dewi itu cuma temen deket doang. Jadi, adik ku sayang kamu tenang saja. Ok" ucap Rio pada Lolita sambil mengedipkan mata dan menyunggingkan senyum di bibirnya.
Kemudian mencoba menelpon Lolita yang di kenalnya sebagai sepupu Rio yang dekat dengan nya.
Terdengar suara nada dering telpon yang berasal dari hp Lolita, seketika menghentikan debat nya dengan sepupunya tersebut. "Tuh... kan bener. Baru aja di omongin udah nelpon. Gimana nih. Pacar kak Rio nih, Dewi" ucap Lolita sinis memberitahu Rio bahwa pacar nya telah menelpon. Sementara Rio, memberikan isyarat untuk tidak mengangkatnya, namun Lolita yang sedikit iseng dan jail malah mengangkat dan tidak menghiraukan sepupunya tersebut.
"Aku angkat ya" ucap Lolita menjaili sepupunya tersebut. "Jangan Lit, udah biarin aja" ucap Rio pada sepupunya sambil berusaha mengambil hp Lolita. "Ah aku angkat aja deh" usil Lolita pada Rio sambil menghalangi Rio dengan tangannya yang ingin mengambil hp nya tersebut. Anita yang melihat tingkah laku mereka yang seperti anak kecil hanya bisa tersenyum dan geleng kepala.
__ADS_1
Hingga akhirnya telpon tersambung dan terdengar suara Dewi di ujung hp Lolita. "Hello... Lit" ucap Dewi di ujung telpon. "ah iya kak Dewi, ada apa" ucap Lolita pura-pura bertanya. "Ini Lit. Aku mau tanya, apa kamu tahu di mana Rio" tanya Dewi gelisah dan penasaran. "Ah... Kak Rio" ucap Lolita sesaat sambil melirik kearah Rio meminta jawaban dengan matanya. Sementara Rio yang di lirik oleh sepupunya tersebut meminta untuk tidak mengatakan keberadaan nya dengan menggerakkan tangan dan mulutnya pelan "jangan" ucap Rio sangat pelan.
Namun Lolita yang iseng sengaja mengatakan pada Dewi keberadaan sepupunya tersebut, membuat Rio terpaksa menerima panggilan dari Dewi.
"Kak Rio ada nih, lagi di depan aku" ucap Lolita sengaja usil memberi tahu keberadaan Rio "kak Dewi ngomong langsung aja ya sama kak Rio" lanjut Lolita menahan tawa. Sementara Rio yang melihat ke usillan sepupunya tersebut hanya bisa mengusap wajahnya pelan sambil terpaksa menerima telpon dari pacar iseng-isengan nya tersebut. "Ini kak Rio" ucap Lolita sengaja di tegas kan sambil memberikan hp nya pada Rio dengan tidak lupa menjulurkan lidah nya tanda mengejek sepupunya tersebut yang sudah di kenalnya sebagai buaya darat.
Kemudian Rio menerima hp Lolita dan dengan terpaksa meladeni ocehan sang pacar yang sudah di kenal dengan over protektif nya.
"Ya Hello" ucap Rio yang sesaat kemudian harus menerima omelan dari Dewi, sehingga membuatnya harus menjauh terlebih dahulu dari hadapan Lolita dan Anita.
"Kamu itu kemana aja sih, Rio. Dari tadi aku hubungin kamu gak di angkat-angkat. Tadi kamu bilang nya mau ke toilet dulu, sampai sekarang gak nongol-nongol" ucap Dewi kesal panjang lebar "Apa kamu lagi godain cewek lain" tanya Dewi, asal. Namun kenyataannya benar.
"Hah.. nggak lah sayang. Mana mungkin aku godain cewek lain, terus berpaling dari cewek secantik kamu" kilah Rio pada pacarnya "Aku tuh tadi gak sengaja ketemu Lolita sepupu aku, terus dia ngajak aku buat makan bareng. Karena aku ngerasa gak enak, ya udah aku nemenin dia dulu. Lagi pula tempat nya gak jauh kok, masih satu mall ini" ucap Rio memberi alasan.
"Kalau gitu aku kesitu nyamperin kamu, ya" ucap Dewi berniat menghampiri sang pacar. "Ja.. jangan sayang" ucap Rio terbata-bata saat Dewi ingin menghampirinya "kalau kamu kesini, nanti temen-temen yang lain gimana. Kamu kan yang punya acaranya, gak enak dong kalau tiba-tiba harus ninggalin mereka" ucap Rio memberi alasan sambil menyembunyikan kebohongan nya.
"Ya udah kalau gitu. Tapi kamu jangan lama-lama. Kalau nggak, nanti aku susul kamu kesitu" ancam Dewi pada pacarnya. "Nggak dong sayang. Bentar lagi aku kesitu. Kamu tunggu aja. Ok" ucap Rio menenangkan sang pacar.
__ADS_1
Kemudian telpon pun di tutup dan Rio segera kembali ke tempat Lolita dan Anita makan untuk mengembalikan hp sepupunya. Sementara Lolita yang melihat kekusutan di wajah sepupunya tersebut, tersenyum usil sambil meledeknya "katanya cuma temen..." ucap Lolita meledek Rio. "Dasar sepupu jahanam. Gak bisa di ajak kompromi. Ini aku balikin hp butut kamu" ucap Rio kesal pada sepupunya namun tetap menyayanginya.