Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Kemudian setelah itu Dokter pun pergi meninggalkan mereka.


Lalu Alex segera menatap Anita dan Lolita bergantian.


"Apa yang sebenarnya kalian perdebatkan?" tanya Alex pada mereka.


"Aku hanya ingin mengajak adikku pulang ke rumah kita. Tapi Anita... " ucap Lolita terlihat merasa bersalah namun dia tidak ingin membuat ayahnya memarahi Anita sehingga membuat nya menggantung ucapnya.


"Kenapa kamu masih saja berharap bahwa sahabatmu itu bisa kembali lagi ke rumah kita. Daddy sudah bilang, jangan memaksanya lagi. Biarkan hidupnya tenang tanpa kita. Apa kamu masih belum mengerti juga?" ucap Alex terlihat sedikit marah pada Lolita.


"Tapi, Dad. Aku hanya ..." ucap Lolita berniat membela dirinya sendiri.


"Loli!. Jangan membantah Daddy lagi" pekik Alex pada anaknya.


Membuat Anita yang melihat Alex bernada tinggi pada Lolita merasa tidak terima dan terusik.


"Cukup, tuan. Kenapa anda membentak Lolita. Ini semua salah saya, jadi anda tidak perlu memarahinya" ucap Anita terlihat membela sahabatnya tersebut.


Namun ternyata diam-diam rupanya Lolita telah merencanakan sesuatu. Membuatnya terlihat sedikit tersenyum tanpa Anita sadari dan melihat ke arah ayahnya menandakan bahwa ayahnya berhasil membuat Anita percaya bahwa Alex sedang marah pada Lolita.


"Memangnya kenapa kalau aku marah pada Lolita. Dia anakku, jadi aku berhak memarahinya" ucap Alex setelah mengedipkan matanya pada Lolita tanpa Anita sadari.


"Oh jadi begitu cara anda mendidik anak anda?!" ucap Anita masih terlihat kesal.


Sementara Lolita pura-pura bersedih lalu memeluk Anita manja setelah mengetahui rencananya berhasil.


"Anita..." rengek Lolita pada sahabatnya tersebut seperti anak kecil yang mengadu pada ibunya.


"Aku takut... Daddy sebelumnya belum pernah marah-marah padaku" lanjut Lolita berdrama.


"Sudahlah.. kamu tidak perlu mendengarkan ucapan Daddy mu itu" ucap Anita mencoba menenangkan sahabatnya.


Lalu tiba-tiba Alexa terbangun. Sepertinya dia terganggu dengan suara-suara mereka yang masih saja berisik. Masih belum memahami perkataan Dokter tadi yang mengatakan jangan berisik atau berdebat di depan Alexa.


Bersyukur Alexa tadi masih tidak sadarkan diri saat kedua orang tua dan kakaknya lagi-lagi sedang berdebat.


Namun kini dia sudah terbangun dan membuat mereka dalam sekejap bersikap biasa saja.


"Mamah..." ucap Alexa saat dia mulai sadar dan terbangun.


"Sayang... kamu sudah sadar, nak?. Mamah khawatir. Maafkan mamah, nak" ucap Anita sambil menatap Alexa.


"Apa habis menangis?" ucap Alexa saat mamahnya mulai terdengar bersedih.


"Tidak sayang. Mamah tidak menangis. Kamu jangan sakit lagi, ya. Mamah janji, mamah akan mengikuti semua kemauan kamu. Tapi kamu jangan seperti ini lagi ya, nak" ucap Anita dan berjanji pada anaknya tersebut.


Tentu hal itu membuat Alexa memanfaatkan keadaannya untuk dapat bersama keluarga lengkapnya.


"Kalau begitu, apa kita bisa tinggal bersama Daddy dan juga Kak Loli?" tanya Alexa nampak berharap.

__ADS_1


Namun membuat Anita nampak terlihat berpikir dan bergantian menatap Alex dan Lolita sesaat. Sepertinya dia sudah salah berjanji pada anaknya tersebut.


Namun Anita juga tidak ingin egois dan kembali membuat anaknya celaka lagi. Hingga akhirnya dia menganggukan kepalanya pelan menandakan bahwa dia setuju pulang ke rumah Alex meski dengan perasaan ragunya.


Membuat Alexa berseru hore dan Lolita merasa senang kegirangan, sementara Alex hanya bisa menghela nafas lega dan diam-diam juga merasa senang saat mengetahui Anita bersedia kembali ke rumahnya.


"Hore.. " seru Alexa merasa senang juga Lolita yang tiba-tiba memeluk adiknya tersebut.


Membuat Anita merasa bengong keheranan menatap mereka yang tiba-tiba berubah bahagia dalam sekejap.


Namun hal itu, tidak membuat Anita begitu mempermasalahkannya.


Kemudian Anita melihat ke arah Alex yang nampak ikut tersenyum melihat anak-anaknya bahagia.


Tapi saat menyadari Anita tengah melihatnya, Alex kembali memasang wajah dinginnya.


Setelah beberapa waktu, akhirnya mereka sampai di rumah Alex setelah sebelumnya berkemas dan mengendarai mobil.


Dan saat mereka sudah di depan rumah, Alexa nampak terperangah melihat besarnya rumah tersebut.


"Waah... rumahnya besar sekali" ucap Alexa menatap rumah milik ayahnya.


"Kak Loli... Apa ini benar-benar rumah Daddy?" tanya Alexa pada kakaknya tersebut.


"Tentu saja. Apa kau ingin masuk melihat isinya?" ucap Lolita terlihat antusias ingin menunjukkan isi dalam rumah pada adiknya tersayang.


"Kalau begitu ayo kita masuk sama-sama. Biar Kak Loli tunjukan kamar untuk mu juga" ucap Lolita sambil mengajak Alexa untuk masuk bersama.


"Mah.. apa aku boleh masuk duluan bersama kak Loli?" ucap Alexa meminta izin pada ibunya.


"Iya sayang" ucap Anita mengedipkan matanya sambil tersenyum tipis menatap Alexa.


Kemudian Alexa pun pergi bersama Lolita dan masuk ke dalam rumah.


Sementara itu, Anita terlihat ke belakang bagasi mobil untuk mengambil barang-barangnya.


Namun saat dia hendak mengambil barangnya, tiba-tiba tangan seseorang menyentuh tangannya.


Rupanya Alex berniat untuk membantu Anita mengambilkan barang-barangnya.


"Maafkan, aku tidak sengaja" ucap Alex saat Anita refleks melepaskan tangannya dan tanpa sengaja Alex menyentuhnya.


Anita hanya bisa diam tanpa berniat membalas ucapannya dan Alex dapat mengerti hal itu.


Kemudian Alex mencoba berbicara lagi pada Anita.


"Anita.." ucap Alex saat Anita mencoba menghindarinya dan membuat Anita menghentikan langkahnya.


"Terima kasih sudah bersedia kembali lagi ke rumah ini" lanjut Alex berbicara pada Anita.

__ADS_1


Namun Anita tidak menanggapinya sama sekali, dia hanya mendengarkannya dan pergi meninggalkan Alex membawakannya barang-barang di bagasi.


"Dia masih saja mengabaikan aku. Tapi tidak apa-apa, Nita. Setidaknya aku masih bisa melihat mu dan anak kita" ucap Alex berbicara sendiri dengan lirihnya saat Anita tengah masuk ke dalam rumah menyusul anak-anaknya.


Kemudian Alex pun segera masuk ke dalam rumahnya.


Sementara itu di dalam rumah, Alexa dan Lolita bertemu dengan Mbo Inah.


"Mbo... apa kamarnya sudah siap seperti yang aku minta?" tanya Lolita saat bertemu dengan Mbo Inah.


"Sudah, Non" ucap Mbo Inah pada Lolita.


Namun Mbo Inah sedikit merasa heran saat melihat ada anak kecil yang sedang di tuntun oleh Lolita di sampingnya.


"Waah lucu sekali anaknya" ucap Mbo Inah saat melihat Alexa yang nampak menggemaskan.


"Oh iya kenalin. Ini namanya Mbo Inah" ucap Lolita memberitahu adiknya.


"Mbo Inah itu siapa, Kak?" tanya Alexa ingin tahu.


"Mbo Inah ini yang suka membantu kita. Tapi dia juga sudah di anggap keluarga kita" ucap Lolita memberi pengertian tidak berniat untuk memberitahu Alexa bahwa Mbo Inah adalah ART di rumah mereka.


"Kalau begitu apa aku boleh memanggilnya nenek?" ucap Alexa merasa tidak punya nenek dan mulai menganggap Mbo Inah neneknya sendiri.


"Tentu saja, adik ku sayang" ucap Lolita lembut.


"Hore... Aku punya nenek juga" seru Alexa merasa senang.


"Non, apa anak ini yang Non maksud" ucap Mbo Inah terlihat senang dan memastikan saat mengingat cerita yang Lolita sampaikan padanya di hari sebelumnya.


Dan Lolita pun mengangguk mengiyakan dengan senyum bahagianya.


"Ya Allah... pantas saja wajahnya begitu mirip dengan tuan" ucap Mbo Inah kembali, merasa takjub dengan apa yang di lihatnya saat ini.


"Ya sudah Non. Ayo Mbo anterin ke kamarnya" lanjut Mbo Inah antusias mengajaknya ke kamar Alexa yang sudah di siapkan.


Kemudian mereka pun segera menuju kamar yang sudah di siapkan dengan penuh semangat yang terpancar dari wajah Alexa.


Sementara itu, Anita yang juga sudah masuk nampak melihat ruangan yang saat ini di lihatnya.


Dia melihat ke segala arah, ingatannya mulai mengingatkannya kembali ke masa lalu dimana saat itu untuk pertama kalinya dia masuk ke rumah tersebut.


Namun dia merasa isi rumah tersebut tidak jauh berbeda seperti saat pertama kali dia meninggalkan rumah tersebut.


"Rumah ini sepertinya tidak banyak berubah, terlihat masih sama seperti saat terakhir kali aku meninggalkannya" ucap Anita merasa heran saat melihat ruangan tersebut.


"Kau benar. Aku memang sengaja tidak merubah isi dalam rumah ini. Itu karena aku tidak ingin menghapus kenangan saat-saat aku bersamamu di setiap sudut rumah ini" ucap Alex berterus terang.


Rupanya saat dia masuk kedalam rumahnya tanpa sengaja mendengarkan Anita yang sedang berbicara sendiri di ruangan tersebut dan tanpa berpikir panjang lagi, Alex segera menanggapi ucapan Anita.

__ADS_1


__ADS_2