Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Tenanglah


__ADS_3

"Bagaimana Dok apa anak saya baik-baik saja?" tanya Anita tidak sabaran.


"Semuanya baik-baik saja nyonya, beruntung tadi langsung di tangani. Sedikit terlambat lagi menanganinya, kami tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya" ucap Dokter tersebut memberitahu Anita, membuatnya sedikit menatap Alex dan kepikiran saat memarahinya tadi karena tanpa seizinnya menandatangani surat pertanggung jawaban operasi anaknya.


Dan Anita kembali merasa bersalah karena lagi-lagi dia hampir ceroboh membiarkan anaknya di ruang operasi untuk sekedar menunggu tanda tangan darinya, yang tanpa dia sadari dia sudah terlalu lama di toilet untuk meluapkan kemarahannya pada Alex.


Ketakutan dan pemikirannya tentang Alex malah membuatnya beberapa kali hampir membuat anaknya terus-terusan celaka tanpa Anita sadari.


Kini membuatnya merasa berhutang terima kasih pada Alex. Meskipun sebelumnya dia sudah sempat berterima kasih padanya dengan wajah jutek dan sinisnya.


"Terima kasih, Dok" ucap Anita pelan setelah sesaat melirik Alex.


"Sama-sama. Baiklah kalau begitu saya permisi dulu" ucap Dokter, kemudian pergi dari tempat tersebut.


"Syukurlah... Alexa tidak kenapa-napa. Tapi sekarang lebih baik kamu beristirahat dulu. Biar aku yang akan menjaga Alexa untuk mu. Kau kan juga butuh istirahat" ucap Raja berbicara pada Anita, mencoba membujuknya untuk beristirahat sejenak.


"Tidak usah Za. Aku baik-baik saja. Lagi pula aku masih bisa beristirahat sambil menjaga Alexa di sampingnya nanti. Terima kasih kamu sudah mengkhawatirkan aku" ucap Anita berbicara pada Raja.


Sementara Alex yang merasa di abaikan, hanya bisa bersabar dan menahan rasa cemburunya tersebut sambil melihat kedekatan mereka.


Lalu Anita pun pergi bersama Raja tanpa mengajak ataupun bicara pada Alex.


Alex nampak terlihat kesal namun dia hanya bisa menarik nafasnya pasrah.


Keesokan paginya, Anita mulai terbangun di sisi ranjang anaknya. Namun saat ini dia di kamar yang berbeda dengan yang sebelumnya.


Alexa di pindahkan ke kamar ruang VVIP atas perintah Alex. Meski sebelumnya Anita sempat menolak hal tersebut tapi karena Alex beralasan untuk pemulihan anaknya lebih cepat sembuh akhirnya dengan terpaksa dia menerima pemindahan tersebut.


Selain itu Anita juga tidak ingin terus berdebat dengan Alex, apalagi jika sampai terdengar anaknya dan mengganggu proses masa penyembuhannya.


Tapi sebelum itu, dia memberikan syarat supaya Alex tidak ikut menginap di ruangan atau kamar tersebut meskipun dirinya yang telah meminta ruang VVIP itu untuk anaknya.


Meski Alex sebenarnya ingin menjaga dan menemani anaknya malam itu, tapi akhirnya dengan ragu-ragu dia menerima persyaratan Anita.


Hingga akhirnya setelah dia melihat Raja pulang duluan, baru dia pun pergi keluar ruangan kamar anaknya tidak lama setelah Raja pamit pulang pada Anita.

__ADS_1


Dan kini waktunya Anita untuk membersihkan diri setelah seharian tidak sempat membersihkan diri karena terus mengkhawatirkan ke adaan anaknya.


Dia pun segera beranjak dan masuk ke dalam toilet yang ada di kamar tersebut. Setelah melihat anaknya yang masih tertidur lelap.


Sementara Alex yang baru bangun dari tidurnya hendak beranjak melihat ke adaan anaknya. Rupanya Alex tidak benar-benar pergi dari rumah sakit tersebut.


Tanpa sepengetahuan Anita, Alex tidur di kursi tunggu rumah sakit yang tidak jauh dari kamar anaknya.


Rupanya Alex diam-diam merasa takut, kalau-kalau Anita pergi lagi secara diam-diam dengan membawa anaknya. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengawasinya sendiri.


Alex pun beranjak dari tempatnya saat ini, dia segera berjalan menuju kamar anak laki-lakinya.


Di bukanya pintu kamar tersebut setelah dia beberapa kali mengetuk pintu. Namun saat melihat ke dalam ruangan tersebut dia tidak melihat Anita dan dia pun masuk untuk melihat anaknya.


"Dasar gadis ceroboh, lagi-lagi dia meninggalkan anaknya sendirian. Bagaimana kalau terjadi sesuatu lagi, seperti kemarin" ucap Alex saat melihat anaknya sendirian.


Dia mengira Anita pergi keluar dan membiarkan anaknya sendirian. Pada hal dia tidak tahu kalau Anita sedang mandi di dalam toilet kamar tersebut.


Hingga akhirnya Anita pelan-pelan keluar dari dalam kamar mandi tanpa menyadari sudah ada Alex di kamar itu.


Anita yang tidak tahu ada orang lain selain dia dan anaknya yang sedang tertidur. Dengan santainya Anita mulai menggosok-gosokan rambutnya yang basah dengan pakaiannya yang belum sempurna.


Sementara Alex yang melihat rambut basah Anita, merasa ada sesuatu yang terbangun. Anita dengan rambut basah seperti itu malah membuat Alex terpanah dan terpesona menatapnya.


"Kenapa pagi-pagi begini tuan sudah ada disini?" tanya Anita merasa kaget saat melihat ada Alex di ruangan tersebut.


Sementara Alex yang masih terpanah melihat Anita tidak dapat berkata apa-apa.


Membuat Anita merasa heran dan segera melihat ke tubuhnya sendiri yang belum lengkap memakai pakaiannya.


Dia hanya mengenakan tengtop yang nampak terlihat seksi di tubuh idealnya. Namun beruntung dia masih menggunakan celana panjangnya.


Anita yang merasa risih dan malu di lihat seperti itu oleh Alex, dengan segera mengambil baju kemejanya yang sudah berada di dekatnya.


Lalu kemudian dengan segera mengenakannya dan berbalik dari hadapan Alex yang sudah terlanjur melihatnya.

__ADS_1


"Tuan, berhenti menatap saya seperti itu" ucap Anita dengan jelas sambil mengenakan pakaiannya, tidak perduli dengan pemikiran Alex tentangnya.


"Ma... maaf" ucap Alex saat mulai menyadari ketidak sopanannya dan mulai berbalik ikut membelakangi.


"Lagian tuan, kenapa tadi tidak mengetuk pintu dulu?" ucap Anita terlihat kesal.


Membuat Alexa yang sedang tertidur mendadak bergerak seolah merasa terganggu dengan suara ibunya yang terdengar berisik.


Kemudian Anita yang menyadarinya, segera menarik Alex ke samping ruangan yang agak jauh dari tempat tidur anaknya sebelum Alex dapat menjawab ucapannya.


"Tuan, tadi kan saya tanya. Kenapa tuan pagi-pagi sudah ada disini. Apa semalam tuan tidak pulang ke rumah" tanya Anita lagi, setelah menjauh dari tempat tidur anaknya.


Sementara Alex hanya menggelengkan kepalanya bertanda tidak pulang.


"Ya Tuhan.... jadi semalaman anda tidur di luar, begitu?" tanya Anita terlihat masih kesal.


Namun Alex yang melihat Anita terus berbicara cerewet seperti itu membuatnya malah merasa senang dan terus menikmati pandangannya dengan senyum tipisnya.


Tidak perduli Anita marah atau sedang kesal padanya, yang penting dia dapat melihat Anita dengan jelas dan dekat seperti saat ini.


Sementara itu di rumah Alex, Lolita nampak mencari-cari daddynya yang tidak pulang dari semalam dan mempertanyakannya pada Mbo Inah.


"Mbo, apa Daddy semalam benar-benar tidak pulang dan tidak memberitahu kemananya" tanya Lolita pada Mbo Inah saat dia mengambil air minum di kulkas dapur.


"Tidak Non. Kenapa memangnya. Apa non kangen sama tuan?" ucap Mbo Inah dan sedikit menggoda Lolita.


"Udah Non, kalau kangen mah telepon saja langsung tuannya. Lagipula sama ayah sendiri masih saja gengsi-gengsian, diem-dieman juga. Gak baik lama-lama nyuekin orang tua sendiri" lanjut Mbo Inah sambil kembali menasehati Lolita tidak bosan-bosan.


"Oh... jadi Mbo lebih milih belain Daddy, nih. Mentang-mentang Daddy yang ngegaji Mbo, jadi Mbo gak dukung aku, begitu?" ucap Lolita sambil bercanda seperti itu pada Mbo Inah.


"Iihh... Non, bukannya begitu. Mbo cuma merasa Non Lolita sama tuan sudah terlalu lama tidak bicara dengan baik ataupun terlihat menghabiskan waktu bersama. Apa Non akan terus seperti itu mengabaikan tuan, dan tidak mau berbicara apapun dengan tuan?" ucap Mbo Inah.


Membuat Lolita terlihat berpikir sambil masih memegang air minumnya, tanpa berniat membalas ucapan Mbo Inah lagi.


Sementara itu di rumah sakit, Alex yang sudah puas melihat Anita dengan suara cerewetnya mulai berbicara pada Anita.

__ADS_1


"Tenanglah Anita" ucap Alex sambil memegang kedua tangan Anita.


"Suara mu itu bisa membuat anak kita benar-benar terbangun. Lagi pula aku juga sudah mengikuti persyaratan mu untuk tidak menginap di ruangan ini, kan. Sekarang biarkan aku untuk melihat dan menjaganya sebentar. Oke" lanjut Alex berbicara pada Anita.


__ADS_2