Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Tak percaya


__ADS_3

Tapi Alex yang sedang sedikit sadar karena telah meminum alkuhul saat tadi melihat Anita dan Raja terlihat mesra olehnya. Entah apa yang membuatnya melakukan hal itu.


Hingga membuat kesadarannya saat ini tidak bisa terkontrol dan tidak dapat menerima penjelasan apapun dari Anita.


"Diam kau, tidak usah mengelak. Dasar gadis licik, muruhun, berani-beraninya kau membawa pria malam-malam ke rumah ku" ucap Alex dengan ketidak sadarannya, membuat Anita yang mendengarnya sesaat terbengong menatap Alex.


"Cukup, tuan. Anda sedang mab..." ucap Anita sudah tidak tahan dengan kata-kata Alex yang telah membuat hatinya tersinggung sambil berusaha melepaskan tubuhnya dari himpitan tangan Alex.


Namun kalimatnya terhenti saat Alex tiba-tiba menciumnya dengan paksa dan membuat Anita mengucurkan air matanya tak berdaya.


Kemudian Anita yang tidak terima terus berusaha melepaskan ciumannya terus mendorong tubuh Alex. Tapi Alex seolah tidak perduli dengan air yang menetes dan keluar dari mata Anita karena ketidak sadaran Alex padanya.


Selama beberapa saat Alex tidak membiarkan Anita lepas dari cengkramannya. Hingga akhirnya Anita menggigit bibir bawah Alex untuk menyadarkannya.


Namun Alex tidak bergeming, dia memang melepaskan ciumannya meski sesaat dia terdiam saat Anita menggigitnya keras hingga mengeluarkan darah yang juga menempel dibibir ranum Anita.


Sementara Anita mulai menangis dan segera berlari pergi ke kamarnya meski sempat terjatuh karena lampu yang remang-remang dan mata yang tertutup air matanya sendiri sehingga dia tidak dapat melihat dengan jelas dan membuatnya jatuh tak berdaya.


Meninggalkan Alex yang terpaku melihat darah di tangannya setelah dia mengusap bibirnya sendiri dengan ibu jarinya.


Bukannya Alex menyadari kesalahannya, tapi dia malah tersenyum sinis menikmati apa yang baru saja dia lakukan pada gadis lugu yang bernama Anita.


Mungkin karena efek alkuhul yang membuatnya tidak menyadari sikap buruknya terhadap Anita.


Sehingga membuatnya malah terlihat seperti penjahat yang tidak punya hati.


Sementara itu, setelah Anita masuk ke dalam kamar dan mengunci rapat-rapat pintu kamarnya. Dia langsung menangis sejadi-jadinya, Anita merasa marah, kesal bercampur aduk.


Namun dia tidak bisa langsung meluapkan amarahnya pada Alex, takut terjadi hal-hal yang lebih buruk lagi. Terlebih saat mengingat Alex sedang mabuk dan tidak dapat menyadarkannya dengan cepat.


Hingga akhirnya Anita hanya bisa merutuki Alex dan marah-marah sendiri di dalam kamarnya.


"Kenapa.. kenapa dia melakukan hal itu padaku" tanya Anita merasa marah, tidak mengerti apa yang membuat Alex melakukan hal memalukan tersebut pada dirinya dan memukul-mukul bantal yang berada di hadapannya sambil terus menangis terisak-isak.


"Memang apa salahnya jika aku dekat dengan Raja. Dia tidak berhak mengatur kehidupanku" lanjut Anita dengan rasa marahnya sambil tetap menangis tidak dapat terbendung.

__ADS_1


"Dasar tua bangka sialan, duda karatan, pria tua brengsek, kurang ajar" ucap Anita mengeluarkan segala emosinya pada bantal kasur dengan memukul-mukulnya berulang kali.


Kemudian tanpa sengaja Anita melihat bantal putihnya terkena noda merah darah yang mengingatkannya, bahwa tadi dia sempat menggigit bibir Alex hingga berdarah.


"Hah.. darah?" ucap Anita sambil tetap menangis, saat melihat ada noda darah di bantal yang tadi sempat dia gunakan untuk menahan rasa amarah dan tangisnya dengan membenamkan wajahnya pada bantal tersebut.


Kemudian Anita kembali mengusap bibirnya yang tadi sempat bersentuhan dengan bibir Alex. Di lihatnya masih ada sedikit darah yang menempel di tangannya.


"Pasti ini darahnya" ucap Anita lirih sambil menangis, merasa kasihan juga saat dia mengingat dirinya telah menggigit Alex dengan keras dan tanpa sadar air mata yang keluar saat melihat darah di tangannya adalah air mata kasihan pada Alex.


Namun sesaat kemudian Anita kembali merutuki perbuatan Alex padanya.


"Kenapa Aku harus menangis untuknya?" ucapnya sambil tetap menangis pilu.


"Biarkan saja dia berdarah. Biar dia tahu rasa, berani-beraninya dia menciumku dengan paksa. Dia pikir, aku ini apa. Seenaknya saja memaksa orang" ucap Anita kembali kesal dan marah.


Sementara itu, ternyata diam-diam ada yang melihat perbuatan memalukan Alex pada Anita.


Ternyata Mbo Inah yang telah melihat hal tersebut.


Dan pada saat yang bersamaan, Mbo Inah melihat perlakukan tuannya yang terlihat sedang memaksa mencium Anita.


Mungkin hal itu yang membuat pintu tersebut berbunyi hingga akhirnya membuat Mbo Inah penasaran dan melihat hal tersebut.


Membuat Mbo Inah menganga tak percaya sambil menutup mulutnya supaya tak bersuara saat matanya melihat perbuatan tuannya yang memalukan tersebut.


Meskipun Mbo Inah saat itu ingin menolong Anita tapi dia merasa tak berdaya, dia sendiri juga takut.


Hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengawasinya terlebih dahulu, tapi jika tuannya bertindak lebih parah dia mungkin tidak akan perduli lagi dengan nama baik tuannya sendiri.


Beruntung Anita dapat melawan dan lepas dari cengkraman tuannya tersebut, sehingga membuat Mbo Inah merasa sedikit tenang meskipun ada rasa tidak menyangka tuannya bisa senekat itu pada Anita.


Dan Mbo Inah berpikir dia perlu mengadukannya pada Lolita, sebagai mana dia sudah di suruh oleh Lolita untuk menjadi mata-matanya untuk mengawasi Daddy dan sahabatnya tersebut.


Yang mana sebelumnya Lolita sudah curiga dengan kedekatan mereka.

__ADS_1


Sementara itu, Alex sudah berada di kamarnya. Terlentang di atas kasur dengan wajah senyumnya yang sulit di artikan dan perlahan mulai terlelap bersamaan dengan tawanya yang mulai menghilang dari wajahnya, Alex pun mulai tertidur pulas.


Begitupun dengan Anita yang mulai tertidur pulas dengan isak tangis yang masih terdengar lirih.


Keesokan paginya Alex terbangun kesiangan, dia tidak lagi bangun seperti biasanya. Alex juga merasa kepalanya terasa sedikit pusing.


Kemudian Alex terperanjat dari posisi tidurnya saat dia tahu pagi itu terlihat cahaya mulai masuk dari balik jendela kamarnya.


Lalu tiba-tiba dia merasa perih di bibirnya. Kemudian dia segera melihat ke dalam cermin, di lihatnya bibir dia sudah bengkak dan sedikit memerah.


"Jam berapa ini. Kenapa sudah mulai bercahaya?" ucap Alex tidak biasa melihat cahaya matahari saat dia terbangun dari tidurnya.


"Aw.." ucap Alex saat dia menguap di pagi hari.


"Kenapa bibirku perih begini. Hah kok kaya bengkak" ucap Alex saat meraba bibirnya yang terasa perih, dia masih belum sadar bahwa dirinya sudah melakukan hal yang buruk pada Anita.


"Tidak.. tidak, tidak, tidak. Tidak mungkin aku melakukannya pada gadis itu" pekik Alex pada dirinya sendiri saat melihat bibirnya ke dalam cermin.


Seolah cermin itu berubah menjadi video yang memperlihatkan dirinya, saat bagaimana dia dengan kasar berbuat sewenang-wenang pada Anita.


Alex merasa tidak percaya dengan apa yang telah di ingatnya. Dia merasa marah pada dirinya, diapun merutuki kekeliruannya.


"Ya Tuhan... aku tidak percaya ini. Bagaimana kau bisa melakukan itu padanya, Alex" ucap Alex sambil mengusap kepala sampai wajahnya, merasa syok dengan apa yang telah dia lakukan pada Anita.


Meskipun sebelumnya dia dan Anita pernah berciuman, namun hal itu berbeda dengan apa yang telah dia lakukan malam tadi.


Membuatnya merasa marah dan juga malu sendiri.


Alex merasa bingung, entah apa yang akan nanti dia lakukan jika bertemu dan berbicara dengan Anita. Terlebih saat mengingat mereka berdua akan terus bertemu di dalam rumah yang sama.


Hal itu menambah beban pikirannya.


Sementara itu di kamar Anita, dia juga bangun kesiangan tidak seperti biasanya.


Matanya terlihat jelas begitu sembab karena semalaman menangis tidak dapat menerima perlakuan Alex padanya.

__ADS_1


Namun dia juga tidak bisa berlama-lama menangisi tragedi lokal tersebut. Dia berpikir tidak boleh kalah dengan keadaan. Dia harus bangkit dan membalas perbuatan Alex padanya, bagaimanapun caranya.


__ADS_2