Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Tiba-Tiba


__ADS_3

Kemudian setelah semuanya selesai mereka pun kembali pulang ke rumah mereka.


Alexa nampak tertidur di pangkuan ibunya di samping kursi kemudi.


Alex juga nampak bahagia setelah mereka menghabiskan waktu bersama dengan gembira.


Mereka nampak terlihat seperti keluarga yang harmonis dan bahagia.


Alex tidak menyangka, Anita dapat di ajak kerjasama untuk kebahagiaan anaknya tersebut tanpa harus ada lagi perang mulut di antara mereka berdua.


Saat ini, diam-diam Alex memperhatikan Anita dan anaknya, sambil dia tetap fokus mengendarai mobilnya.


Merasa kelelahan, Anita pun ikut ketiduran bersama anaknya tersebut.


Alex yang melihatnya nampak tersenyum dan bahagia melihat hal tersebut. Setelah sekian lama, akhirnya Alex dapat melihat dan merasakan kebersamaan keluarganya seperti sebuah keluarga yang sesungguhnya.


Setelah beberapa waktu, akhirnya mereka sampai di depan rumah.


Alex keluar lebih dulu, dan menggendong anaknya untuk di bawa masuk kedalam kamarnya yang masih tertidur lelap.


Sementara itu, saat dia kembali untuk membangunkan Anita yang masih ikut terlelap di dalam mobil, merasa tidak tega untuk membangunnya.


Hingga akhirnya Alex kembali bergantian menggendong ibu anaknya tersebut.


Tentu dengan senang hati dia menggendong Anita di pelukannya.


Entah berapa lama dia akan merasakan kebahagiaan tersebut. Tapi yang jelas hari ini membuatnya tidak dapat lepas dari rasa bahagia dan gembira setelah seharian bersama anak dan istri mudanya tersebut.


Pelan-pelan Alex membawa Anita masuk ke dalam rumah menuju kamar Anita, sambil terus menatap Anita yang terlelap di pelukannya.


Dia berpikir, andai saja setiap hari dia merasakan hal tersebut tanpa harus ada perdebatan lagi di antara mereka. Tentu itu suatu anugerah yang luar biasa dari Tuhan dan tidak akan dia sia-siakan.


Namun Alex merasa, Anita masih perlu waktu untuk menerima dia kembali sebagai suami sahnya.


Meskipun sebenarnya di antara mereka berdua belum ada kata cerai. Tapi untuk menjaga perasaan Anita, Alex harus tetap mengalah dan menahan segala keinginannya untuk lebih intim dengan istrinya tersebut.


Berapa pun lamanya, Alex akan tetap menunggu dan bersabar hingga Anita sendiri yang akan menerimanya kembali, cepat ataupun lambat.


Dan saat ini, Anita sudah berada di atas ranjang tempat tidurnya setelah Alex membawa dan meletakkannya dengan lembut di atas kasur tersebut.


Untuk sesaat, Alex terus menatap Anita yang sedang tertidur lelap. Dia menikmati pemandangannya saat ini. Seolah dia tidak ingin beranjak dari tempat itu.


Namun lama-lama menatap Anita seperti itu dan sempat mencium mesra kening Anita diam-diam, membuat junior Alex pelan-pelan hendak ingin terbangun.


Dan Alex yang mulai merasakannya sesaat berdiri dan termenung di tempat.


"Haduh.. bahaya kalau lama-lama berada di kamar ini. Lebih baik aku cepat keluar dari sini sajalah" ucap Alex saat dia termenung sesaat dan segera beranjak pergi dari kamar Anita.


Namun Alex yang tidak sengaja menutup pintu kamar Anita dengan cukup kerasa, membuat Anita yang sedang tertidur tiba-tiba terkejut dan terbangun.


"Kenapa aku sudah berada di kamarku sendiri. Bukannya tadi masih di dalam mobil" ucap Anita saat dia mulai bangun dan tersadar.


"Apa dia yang telah membawaku kesini" lanjut Anita menebak Alex yang telah membawanya.


"Tapi baguslah... Hari ini entah kenapa aku begitu senang berada di dekatnya. Ya Tuhan... apa aku sudah mulai mencintai nya lagi" ucap Anita kembali, sambil memeluk guling dan terlihat senyam senyum sendiri mengingat apa yang terjadi hari ini bersama Alex dan juga anaknya.

__ADS_1


Dan Anita pun kembali meringkuk di atas kasurnya dengan masih nampak tersenyum memejamkan matanya.


Kemudian keesokan paginya, mereka nampak sudah siap untuk kembali beraktivitas seperti biasanya.


Setelah mereka sarapan, Alex berniat untuk mengantarkan anak laki-lakinya terlebih dahulu.


Namun sebelum itu, Alexa yang melihat ibunya akan pergi sendiri dengan ojek online, merasa tidak tega.


Kemudian Alexa meminta ayahnya untuk mengajak ibunya tersebut untuk ikut bersama.


"Daddy... Kenapa mama selalu pergi sendiri" ucap Alexa bertanya ada ayahnya.


"Apa mama boleh ikut bersama kita?" lanjut Alexa bertanya.


"Tentu saja sayang. Daddy justru senang jika mama mu menginginkannya" ucap Alex pada anaknya.


"Kalau begitu, biar aku ajak mama ikut bersama kita. Bagaimana?" ucap Alexa pada ayahnya.


"Kalau begitu, tunggu apalagi?" ucap Alex mengambil kesempatan.


Kemudian Alexa pun segera menghampiri ibunya yang sedang menunggu ojek online di depan pagar rumah tersebut.


"Mama... Apa mama akan berangkat kerja hari ini?" ucap Alexa pada ibunya.


"Iya sayang.. kenapa memangnya?" ucap Anita sambil berjongkok menyamakan tinggi dengan anaknya tersebut.


"Kalau begitu, mama ikut kami saja naik mobil. Nanti Daddy yang akan mengantarkan mama ke tempat kerja" ucap Alexa pada ibunya.


"Tidak sayang. Tidak bisa. Mama sama Daddy beda arah. Nanti mama malah merepotkan Daddy mu" ucap Anita mencoba menjelaskan.


"Tidak masalah. Aku akan mengantarkan mu dulu nanti setelah itu baru aku pergi ke kantor ku" ucap Alex menanggapi ucapan Anita yang tiba-tiba menghampiri mereka.


Mendengar hal itu, membuat Anita merasa serba salah. Dia ingin menolak, tapi melihat raut wajah anaknya yang terlihat bersedih, Anita pun tidak ingin mengecewakan anaknya tersebut.


"Tapi..." ucap Anita mencoba berpikir-pikir dahulu.


"Apa kau ingin membuatnya bersedih" ucap Alex pelan-pelan sambil mendekatkan suaranya di telinga Anita supaya tidak terdengar oleh anaknya.


"Ya sudah... baiklah. Mama ikut kamu" ucap Anita pada anaknya, setelah sesaat berpikir-pikir.


Kemudian mereka pun, segera beranjak dari tempat menuju mobil Alex.


Alex yang tadinya hendak menggunakan sopir, tapi saat mendengar Anita bersedia ikut bersamanya. Alex pun lebih memilih untuk mengendarai mobilnya tersebut, untuk dapat lebih dekat dengan Anita.


Dan Alex pun segera menancap gasnya setelah mereka masuk kedalam mobil lalu lebih dulu mengantarkan anak laki-lakinya ke sekolah.


Sementara itu, Lolita yang sudah melihat perkembangan antara ayah dan sahabatnya tersebut merasa senang dan ikut bahagia melihat mereka mulai saling menerima pendekatan satu sama lain.


Namun itu dirasa belum cukup dan belum tenang, sebelum Lolita melihat Anita dan ayahnya segera meresmikan pernikahan mereka dan mengumumkannya pada orang banyak.


Tapi tidak tahu itu kapan, Lolita merasa dia juga harus membuat Anita segera mengakui perasaannya sendiri supaya dia bisa menerima pernikahan tersebut dan mengumumkannya.


Sementara itu, Alex yang sudah sampai di sekolahan anak laki-lakinya tersebut segera turun terlebih dahulu dari mobil bersama Anita untuk mengantarkan nya ke gerbang pintu sekolah.


"Terima kasih Daddy... Mama.. Kalian sudah mengantarkan aku sampai sekolah. Aku sayang kalian..." ucap Alexa pada kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Iya sayang... sama-sama. Tapi jangan lupa, kamu yang fokus belajar nya. oke" ucap Anita pada anaknya kemudian mencium pipi nya dan segera membiarkan anaknya masuk kedalam sekolah.


Setelah itu, Anita dan Alex segera kembali menuju mobilnya. Namun saat mereka berbalik dan beranjak pergi, tiba-tiba anaknya berteriak dan memberi isyarat pada mereka berdua.


"Mama... Daddy..." ucap Alexa berteriak memanggil kedua orangtuanya sambil mengepalkan kedua tangannya, memberi isyarat supaya ayah dan ibunya bergandengan tangan.


Kemudian Anita dan Alex yang merasa ragu mengikuti permintaan anaknya tersebut, saling bertatapan untuk sesaat.


Lalu Alex segera berinisiatif sendiri menggandeng tangan Anita dan menunjuknya pada anaknya tersebut. Beruntung tidak ada penolakan dari Anita, dia hanya dapat mengikuti apa yang di inginkan anaknya tersebut.


Meskipun sebenarnya ada perasaan sedikit senang saat Alex mulai menggenggam tangannya dengan lembut.


Kemudian Alexa pun segera benar-benar masuk dan pergi setelah melihat kedua orangtuanya bergenggaman tangan.


Namun setelah Anita dan Alex sudah sampai di depan mobilnya, tanpa sadar Alex terus menggenggam tangan Anita sampai di depan pintu setir.


"Tuan... Bisa tolong lepaskan tangan ku. Kalau seperti ini terus, bagaimana anda akan masuk dan menyetir mobilnya" ucap Anita memberitahu Alex yang masih menggenggam tangan nya.


"Ah.. maaf. Aku lupa" ucap Alex pada Anita sambil melepaskan tangannya.


Kemudian Anita pun segera bergegas berpindah ke pintu mobil satunya.


Anita segera membuka pintunya dan duduk di samping kursi kemudi.


Lalu Alex pun segera menyusul dan duduk di belakang kemudi.


Namun sebelum Alex menancap gasnya, tiba-tiba Alex mulai mendekati Anita. Membuat Anita sedikit memundurkan tubuhnya.


Dan saat wajah Alex begitu dekat dengan wajahnya, Anita pelan-pelan menutup matanya. Hatinya tiba-tiba berdegup kencang, dan reaksi Anita nampak terlihat bersiap seperti hendak menerima ciuman.


Namun Alex yang melihat raut wajahnya hanya dapat tersenyum kecil dan langsung menarik seatbelt Anita, yang pada awalnya memang ingin membantu Anita mengenakan seatbelt tersebut.


Hal itu tentu membuat Anita merasa malu sendiri saat Alex selesai mengenakan seatbelt nya tanpa melakukan apapun pada dirinya.


"Kau lupa mengenakan seatbelt nya. Sekarang sudah selesai" ucap Alex tanpa berdosanya, namun membuat Anita seketika merasa malu.


"Ya Tuhan... ada apa dengan aku ini. Kenapa aku berpikiran dia akan mencium ku... dasar bodoh" ucap Anita dalam hati dan sedikit memaki diri sendiri sambil mengalihkan pandangannya ke luar jendela dan menggigit bibirnya merasa malu.


Dan Alex yang melihat Anita salah tingkah membuatnya merasa lucu dan imut di mata Alex.


Lalu tiba-tiba, Alex kembali mendekati Anita dan mengalihkan wajah Anita pada wajahnya sendiri. Dan tanpa berpikir panjang lagi, Alex seketika menciom bibir Anita.


Alex begitu menikmati momen tersebut, terlebih tidak ada penolakan dari Anita. Tapi membuat Anita sedikit terbelalak menerima cioman yang tiba-tiba tersebut.


Namun entah mengapa membuat Anita juga menikmati hal tersebut dan menerima setiap sentuhan bibir Alex padanya.


Untuk beberapa saat mereka terbius dengan aroma dan sentuhan satu sama lain. Hingga mereka lupa bahwa saat itu mereka harus segera berangkat kerja.


Lalu tiba-tiba, nada dering handphone Alex menyadarkan mereka.


Keduanya pun sama-sama kaget, dan saling menghindar satu sama lain. Namun dari keduanya pun tidak ada perdebatan dan malah membuat mereka menjadi salah tingkah kembali.


Alex segera mengangkat panggilan nya tersebut dan Anita segera mengalihkan pandangannya kembali.


Namun Anita yang biasanya cerewet dan memperdebatkan hal seperti itu. Kali ini dia nampak terdiam dan merasa gugup namun diam-diam ada sedikit senyum yang terlihat dari wajah Anita tanpa Alex sadari.

__ADS_1


__ADS_2