Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Kepribadian Ganda?


__ADS_3

Kemudian mereka pun selesai dengan makan malamnya. Namun Lolita yang iseng hendak menggoda Anita kembali.


"Mmhh... Adikku sayang... Apa kamu keberatan jika punya ibu baru?" ucap Lolita setelah selesai makan malam pada adiknya. Mencoba mengusik perasaan Anita kembali.


"Loliiiiii... taaa..." ucap Anita berteriak pada sahabatnya tersebut sambil menancapkan garpu pada daging yang tidak di habiskan nya, tidak terima mendengar ucapannya barusan.


"Ayo Lexa kita kabuuurrr..." ucap Lolita sambil menarik dan menggendong adiknya tersebut dari kursinya tersebut.


Setelah membuat Anita kesal, Lolita segera kabur sambil membawa Alexa bersama ke atas kamarnya.


Dan saat Anita beranjak hendak mengejar sahabatnya tersebut yang terus-terusan menggodanya, tiba-tiba tanpa sengaja menubruk seseorang yang entah dari mana datangnya.


"Awas kamu, ya Lolita... Aku tidak akan membiarkan kamu lagi... Tunggu" ucap Anita sambil berdiri dan hendak beranjak mengejar Lolita dari kursinya tersebut.


Lalu brug menabrak seseorang....


"Aduuh... siapa sih, nih" ucap Anita setelah tubuhnya menubruk seseorang yang lebih besar darinya sambil mengusap keningnya yang lebih dulu membentur dada orang tersebut tanpa melihat lebih dulu wajahnya.


Sementara Lolita yang sudah di atas tangga bersama adiknya sesaat berhenti berlari, dan melihat ke belakang ke arah Anita.


Rupanya dia melihat ayahnya sudah kembali dengan cepat dan sedang bersama Anita berdua.


"Daddy?. Kenapa dia kembali begitu cepat?" ucap Lolita pelan saat melihat ayahnya sudah berada di hadapan Anita.


"Iya Kak Loli, itu Daddy. Turun aku, aku ingin bersama Daddy" ucap Alexa pada kakak perempuannya tersebut yang masih menggendongnya.


"Jangan sayang. Kamu dengan kakak saja ya. Biar Daddy sama mami dulu. Besok baru kamu temui Daddy lagi, oke" ucap Lolita memberi pengertian pada adiknya tersebut.


"Tapi aku ingin bersama Daddy malam ini. Aku gak mau tidur sendirian, aku ingin di temani Daddy" ucap Alexa sedikit menolak kakaknya tersebut.


"Emmhh... bagaimana kalau malam ini kamu tidur di kamar kakak saja. Dan kamu boleh main di handphone kakak, bagaimana?" ucap Lolita bernegosiasi dengan adiknya.


"Oke deh kalau begitu" ucap Alexa menerima kesepakatan tersebut.


"Ya Tuhan... bocil-bocil sekarang ini, cukup dengan di iming-imingi game online langsung oke. Tapi baguslah, setidaknya adikku yang tampan ini tidak harus mengganggu mereka" ucap Lolita dalam hati sambil membawa Alexa ke dalam kamarnya.


"Sekarang giliran mu Daddy. Kamu harus berjuang dan berusaha merebut hatinya Mami kecilku" Lanjut Lolita dalam hati mendoakan keberuntungan ayahnya tersebut.


Sementara itu Anita dan Alex.....


"Kenapa kamu habis makan malam malah mau lari-larian. Apa kamu tidak takut kalau perutmu akan sakit?" ucap Alex pada Anita.


"Tuan?... kenapa kembali begitu cepat. Bukan kah tuan bilang ada janji dengan wanita lain?" ucap Anita setelah mendengar suara Alex, dan bertanya tanpa berniat menanggapi ucapan Alex barusan.


Membuat Alex mengernyitkan dahinya saat Anita menekankan kata wanita lain padanya.


"Wanita lain?. Sepertinya tadi aku tidak mengatakan ada janji dengan wanita" ucap Alex pada Anita, dan membuat Anita mendadak gugup dan merasa salah bicara.


"Aduuh.. kenapa aku bisa bicara seperti itu" ucap Anita dalam hati merasa malu sendiri.


"Sudahlah lupakan..." ucap Alex tidak ingin membuat Anita merasa malu karena nya.


"Aku tidak jadi makan malam di luar. Tiba-tiba temanku membatalkannya, katanya ada keperluan penting mendadak" lanjut Alex menjelaskan pada Anita sambil menarik kursi yang ada di sampingnya untuk dia duduk.


Lalu tiba-tiba Anita mendadak bersemangat kembali setelah mendengar Alex tidak jadi makan malam bersama wanita lain di luar sana.


"Kalau kau ingin bertanya lagi, lebih baik nanti saja. Perutku sudah lapar dari tadi" ucap Alex pada Anita sambil hendak menarik nasi yang ada di tengah meja.


"Kalau begitu biar saya temani" ucap Anita mendadak perhatian.


"Tuan mau makan malam apa. Biar saya ambilkan?" lanjut Anita mendadak baik.


"Apa dia tidak salah makan sesuatu?" ucap Alex dalam hati, merasa aneh dengan sikap baik Anita saat ini.

__ADS_1


"Tuan, kenapa malah melamun?" ucap Anita saat melihat Alex malah menatapnya melamun.


"Ah... tidak.... Tolong ambilkan itu saja" ucap Alex dan kembali tersadar.


Kemudian Anita pun segera mengambilkan apa yang di inginkan Alex di meja makan.


"Terima kasih" ucap Alex pelan saat Anita mengambilkan dan menaruh makanannya di atas piringnya.


Namun dia sedikit merasa tidak nyaman saat Anita mulai menatapnya dengan senyuman sambil melihat dirinya yang sedang makan malam.


"Apa tuan suka dengan makanannya?" ucap Anita mulai bertanya berbasa basi pada Alex.


"Iya... aku suka" ucap Alex dengan wajah bingungnya menanggapi pertanyaan Anita yang dirasa sedikit aneh dengan sikapnya saat ini.


"Tunggu tuan... Ada sisa makanan di sini" ucap Anita pada Alex sambil mengelap sisa makanan yang tertinggal di sudut bibir Alex dengan tangannya sendiri.


Membuat Alex tersipu malu dan dengan hati yang tiba-tiba berdebar di perlakukan Anita seperti itu.


"Sekarang sudah bersih. Tuan bisa melanjutkannya" lanjut Anita berbicara kembali pada Alex dengan sikap yang masih sama menatap Alex dengan senyuman, sambil menangkup dagu di kedua tangannya sendiri.


"Wanita ini aneh sekali. Kadang marah, kadang baik, kadang juga bersikap biasa-biasa saja dan sekarang tiba-tiba mendadak perhatian dan lembut seperti ini. Apa dia memiliki kepribadian ganda?" ucap Alex dalam hati menebak-nebak sikap Anita yang di pikirnya memiliki kepribadian ganda.


"Atau.... Apa mungkin kecemburuannya membuat dia jadi tiba-tiba bersikap seperti ini?" lanjut Alex mengira-ngira kembali.


"Aah... masa iya secepat ini dia berubah dan bersikap perhatian seperti ini padaku?" ucap Alex meragukan perhatian Anita padanya yang tiba-tiba.


"Sudah cukup... Aku sudah kenyang" ucap Alex sambil menyeka bibirnya dengan sapu tangan yang ada.


"Kalau begitu, apa tuan mau minum kopi setelah ini?" ucap Anita mencoba bersikap baik pada Alex.


"Tidak... tidak usah. Aku mau berganti pakaian dulu, setelah itu mau mengerjakan pekerjaan kantorku yang belum selesai. Lebih baik kamu segera ke kamar dan beristirahatlah" ucap Alex menolak tawaran Anita padanya.


Membuat raut wajah Anita terlihat nampak berubah tak tersenyum lagi seperti sebelumnya.


Membuat Alex hanya dapat melihatnya sesaat dan segera pergi ke kamar pribadinya untuk berganti pakaian.


"Sudah nyonya biarkan saja. Biar saya dan para pelayan lain yang membereskannya" ucap Mbo Inah saat melihat Anita mulai membereskan meja makan tersebut.


"Tidak apa-apa, Mbo. Biar saya bantu juga" ucap Anita menanggapi ucapan Mbo Inah.


Kemudian setelah Anita selesai membantu Mbo Inah membereskan meja makan tersebut, Anita segera membuat kopi untuk di minumannya sendiri dan membawanya ke belakang halaman untuk menikmati udara malam yang tenang.


Sementara itu, Alex yang sudah berganti pakaian dan turun ke bawah. Mendadak kepikiran Anita yang tadi dia tolak tawarannya.


Lalu dia mulai mencari Anita di kamarnya, namun dia tidak menemukannya. Kemudian dia mencoba mencari ke dapur tapi juga tidak menemukannya.


Dia mencari ke kamar anak laki-lakinya, tapi juga tidak melihatnya. Namun Alex merasa kaget dan khawatir saat mendapati anak laki-lakinya juga tidak ada di tempat.


Cepat-cepat dia ke kamar Lolita untuk memberitahu bahwa Anita dan anak laki-lakinya tiba-tiba menghilang.


Alex pikir Anita kembali kabur dan meninggalkan dirinya lagi seperti dulu.


"Loli... Loli... Anita dan Lexa..." ucap Alex setelah membuka pintu kamar anak perempuannya yang tiba-tiba memperlihatkan kedua anaknya yang sedang tertidur bersama-sama.


"Kalau Lexa ada disini.... Lalu kemana Anita?" ucap Alex merasa heran setelah melihat anak laki-lakinya masih berada di rumahnya.


Beruntung dia tidak membangunkan kedua anaknya tersebut yang sedang tertidur di kamar Lolita.


Kemudian Alex pun segera menutup pintu kamar tersebut dengan pelan-pelan.


Lalu melanjutkan mencari keberadaan Anita di rumah besarnya itu.


Dia tidak mengerti kemana Anita tiba-tiba menghilang. Membuatnya merasa cemas dan khawatir.

__ADS_1


Sementara yang di cari, nampak terlihat santai dan sedang menikmati udara dingin di malam hari sambil menyeruput kopi buatannya sendiri.


"Udara malam ini kenapa begitu dingin sekali, tidak biasanya" ucap Anita berbicara sendiri.


Entah udaranya yang memang terasa sangat dingin di malam hari atau memang perasaannya yang sedang tidak bagus karena sikap Alex yang mengacuhkannya tadi.


Dan tiba-tiba Alex datang dan memberikannya mantel di punggung Anita.


"Kalau merasa dingin, kenapa tidak masuk kedalam saja" ucap Alex sambil mengenakan mantelnya pada Anita saat dia mendengar ucapannya.


"Tuan, bukannya anda sedang mengerjakan pekerjaan kantor yang belum terselesaikan?" ucap Anita dan mulai bertanya pada Alex.


"Itu gampang... Lagi pula untuk apa aku punya asisten pribadi kalau tidak bisa mengandalkan nya" ucap Alex menunjukan kekuasaannya.


"Hemmh.. mulai deh sombongnya" ucap Anita pelan dan Alex pura-pura tidak mendengarnya.


"Sini... Bukannya tadi kamu menawariku secangkir kopi" ucap Alex sambil mengambil kopi yang ada di tangan Anita.


"Tapi tuan..." ucap Anita terhenti saat Alex langsung menyeruput kopi yang baru sedikit dia nikmati.


"Eehhmm... Kopinya nikamat" ucap Alex setelah menyeruput kopi tersebut.


"Tapi tuan, kopi itu sudah aku minum sedikit tadi. Apa tuan tidak merasa jijik meminum kopi bekas orang lain?" ucap Anita memberi tahu Alex.


"Tidak masalah... Asalkan itu bekas bibirmu" ucap Alex sambil menatap Anita dengan dalam.


Membuat Anita yang mendengar hal tersebut mendadak tersipu malu dan merasa tersanjung.


Terlebih dengan tatapan Alex yang membuat jantungnya ikut berdebar-debar, juga dengan suasana malam yang nampak tenang dan damai.


Membuat mereka berdua saling bertatapan satu sama lain cukup lama. Hingga membuat perasaan keduanya ingin menyatu.


Namun saat Alex memberanikan diri untuk berbuat lebih pada Anita, tiba-tiba terdengar suara anak laki-lakinya yang menangis memanggil-manggil ibunya.


Membuat Anita yang tadinya terhanyut oleh perasaannya sendiri, seketika itu membuka matanya dan segera bersikap menormalkan diri.


Namun raut wajahnya tidak dapat berbohong, dia nampak terlihat canggung dan malu sendiri.


Sementara itu Alex hanya dapat menutup matanya sambil menahan kesal karena anak laki-lakinya lagi-lagi mengganggu momen romantisnya.


"Mamah... mamah di mana?" ucap Alexa sambil menangis memanggil-manggil ibunya di ruang tengah.


"Sepertinya Alexa terbangun dan mimpi buruk, lebih baik saya menemaninya. Maaf tuan, saya tinggal dulu" ucap Anita dengan wajah canggung nya sambil beranjak menemui anaknya tersebut.


"Sayang... ini mamah. Kenapa kamu menangis, apa kamu mimpi buruk lagi" ucap Anita bertanya pada Alexa.


"Iya mah. Aku tidur dengan kak Loli, tapi kak Loli tidurnya nyenyak sekali. Aku takut" ucap Alexa berterus terang.


"Sudah sayang jangan menangis lagi. Sekarang biar mamah yang menemani kamu. Mungkin kak Loli kecapean seharian bekerja, jadi tidak mendengar kamu menangis. Lebih baik sekarang kita ke kamar dan melanjutkan tidurnya, oke" ucap Anita mencoba menenangkan anaknya untuk tidak menangis lagi.


"Iya mah" ucap Alexa menurut meski masih sedikit tersengguk-sengguk menahan tangisnya.


Kemudian mereka pun pergi, dan Anita segera membawa anaknya ke dalam kamarnya sendiri.


Sementara itu, Alex yang masih duduk di luar masih merasa sedikit kesal. Dan mencoba mengembalikan perasaannya untuk tenang.


"Ya Tuhan... apa begini rasanya punya anak kecil laki-laki. Baru saja mau berbaikan dan..." ucap Alex namun tidak berniat melanjutkan ucapannya yang di pikirnya lagi-lagi gagal dengan usahanya tersebut.


Sementara itu Anita dan Alexa sudah sampai di kamarnya, Anita mulai menidurkan anaknya tersebut dengan nyanyian pengantar tidur.


Alex yang mengintip mereka dari luar pintu tidak berniat untuk masuk. Dia merasa kalau malam ini sekamar dengan Anita, takutnya sesuatu yang sudah lama tertidur mulai terbangun tanpa dia bisa menidurkannya kembali.


Kemudian Alex pun memilih untuk kembali ke kamarnya setelah melihat keadaan Alexa yang sudah tenang di pelukan ibunya.

__ADS_1


__ADS_2