Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Pulang Larut Malam


__ADS_3

"Tidak... Tolong Anita... Ku mohon biarkan aku memelukmu seperti.. sebentar saja" ucap Raja dalam mimpinya.


Dia mengira saat ini dia sedang memeluk Anita.


Mendengar Raja berbicara seperti itu, tentu membuat Lolita terdiam dan merasa kaget. Dia tidak mengira ternyata selama ini Raja diam-diam menyimpan rasa pada sahabatnya tersebut yang kini telah menjadi istri dari daddynya.


"Anita?..." ucap Lolita merasa heran.


"Jadi selama ini, kak Raja benar-benar jatuh cinta pada Anita. Pantas saja dia begitu menderita. Kasihan sekali kamu kak Raja" ucap Lolita nampak bersimpati sambil menatap wajahnya yang kini masih memeluk perutnya dengan erat.


"Tapi sayang... sekarang Anita sudah menjadi milik daddy ku dan kamu harusnya menerima itu" ucap Lolita kembali, berusaha menyadarkan Raja yang sedang terbuai dalam mimpinya.


"Sekarang sadarlah... aku bukan Anita tapi Lolita" lanjut Lolita merasa kesal dengan apa yang di lakukan Raja padanya.


"Heyy.. cepat lepaskan. Sampai kapan kau akan membelengguku seperti ini. Kak Raja banguuuun...." ucap Lolita bertambah kesal.


"Ya Tuhan... kenapa pegangannya kuat sekali. Apa dia segitu takutnya kehilangan Anita, sampai dalam mimpi pun dia tidak ingin melepaskan pegangannya. Kalau begini caranya, bisa-bisa aku pipis di celana" ucap Lolita terus-terusan berbicara sendiri.


"Ahh.. lebih baik aku siram saja dia. Suruh siapa dia kurang ajar padaku" ucap Lolita sambil berusaha mengambil air yang dekat dengannya di atas meja.


Kemudian setelah dia berhasil mengambil gelas berisi minuman, Lolita segera menyiramkannya pada Raja.


Dan sesaat kemudian Raja pun mulai terbangun meskipun tanpa kesadaran yang seratus persen.


Sementara Lolita sesaat setelah tangan Raja melepaskan pegangannya, dia langsung bangkit dari tempat duduknya dan segera berlari menuju toilet.


"Sialan.. apa-apaan ini. Siapa yang berani menyiram dan mengganggu waktu tidurku" ucap Raja merasa kesal sambil mengucek-ngucek dan mengelap wajah dengan tangannya sendiri.


Namun saat dia membuka mata dan mengedarkan pandangannya, Raja tidak melihat siapapun di sofa tersebut. Dia hanya melihat banyak orang yang sedang asyik sendiri-sendiri dengan musik yang bertalu-talu dengan kerasnya.


"Apa aku terlalu mabuk hingga ketiduran disini?" ucap Raja merasa linglung dengan penglihatan yang masih tidak fokus.


Kemudian dia pun segera berdiri dan beranjak pergi dari tempat tersebut untuk kembali pulang ke apartemennya.


Sementara itu, Lolita yang sudah di dalam toilet segera menuntaskan hajatnya dan kembali ke tempat dimana tadi dia meninggal Raja sendiri.


"Lah... kemana dia?" ucap Lolita merasa terkejut saat Raja sudah tidak ada lagi di tempat.


"Apa dia tadi sudah pergi saat aku sedang ke toilet?" tanya Lolita berbicara sendiri.


"Baguslah kalau begitu. Aku tidak perlu repot-repot lagi menemaninya sadar" lanjut Lolita kembali berbicara sendiri.


"Lebih baik aku juga pulang saja. Aku tidak mau sampai Daddy mengkhawatirkan ku lagi" ucap Lolita hendak pulang kembali ke rumahnya. Mengingat waktu sudah menunjukan hampir tengah malam.


Kemudian Lolita pun segera mengambil tasnya dan berpamitan pada temannya yang punya acara tersebut.


Lalu dia pun keluar dari club tersebut dan mengambil mobilnya yang berada di parkiran.


Namun saat dia hendak masuk ke dalam mobilnya, Lolita kembali melihat Raja yang masih sempoyongan dan muntah-muntah di pinggir parkiran mobil.


Tadinya dia ingin masa bodo dengan apa yang terjadi pada Raja. Tapi mengingat kembali apa yang pernah di lakukan Raja padanya, saat membantunya menggantikan ban.


Membuat Lolita mau tidak mau harus membalas kebaikan Raja tersebut. Meskipun sebenarnya, Raja juga tidak mengharapkan atau meminta balasan atas bantuannya yang pernah dia lakukan pada Lolita.


"Kenapa dia masih belum pulang juga?" ucap Lolita merasa heran melihat Raja yang masih berada di parkiran.


Kemudian Lolita pun segera melangkahkan kakinya untuk menghampiri Raja yang sedang muntah-muntah.


"Kak Raja... Apa kau baik-baik saja?" ucap Lolita sambil menepuk-nepuk punggungnya, mencoba membantu Raja yang sedang muntah.


"Apa dia selalu seperti ini setiap kali patah hati?. Benar-benar kasihan sekali" ucap Lolita pelan, sambil tetap mencoba membantu Raja.


"Kau siapa?... Aku baik-baik saja" ucap Raja tidak mengenali Lolita. Raja masih dalam kondisi mabuk berat, untuk fokus melihat orang saja dia tidak bisa.


"Sudahlah kak Raja... Kau jangan seperti ini. Sini biar aku bantu kau pulang" ucap Lolita tanpa berbasa basi lagi sambil membopong tubuh Raja untuk masuk ke dalam mobilnya.


Meski Raja berkata dia tidak apa-apa tapi dia terus saja mengoceh tidak jelas pada Lolita.

__ADS_1


Membuat Lolita tidak menyangka, orang yang di pikirnya terlihat kalem dan santai saat sedang sadar. Tapi ketika dia mabuk ternyata sama saja dengan orang-orang kebanyakan lainnya, mengoceh tidak jelas dan semeraut.


Lalu Lolita pun berhasil memasukan Raja ke dalam mobilnya.


Kemudian Lolita mulai bertanya dimana tempat tinggal Raja, namun karena dia sedang mabuk parah tentu membuat Lolita kesulitan bertanya baik-baik padanya.


Hingga akhirnya dia menggeledah saku celana Raja untuk mencari dompet dan melihat alamat rumahnya dari kartu nama atau id card nya Raja.


Tapi pada saat Lolita menggeledah tubuhnya, entah mengapa membuat Raja merasa sedikit aneh dan hendak berbuat sesuatu pada Lolita.


Untuk sesaat Raja menatap Lolita dengan intens saat Lolita terus menggeryami tubuhnya untuk mencari id card.


Namun bersyukur Raja masih dapat menahan sikapnya tersebut dan tiba-tiba kembali menutup matanya dan berpura-pura tidur setelah Lolita berhasil menemukan id cardnya.


"Hah... akhirnya ketemu juga. Coba kita lihat di mana dia tinggal?" ucap Lolita sambil memegang id card Raja dan membaca di mana alamat tempat tinggalnya.


"Ohh.. dia tinggal di apartemen. Baiklah kalau begitu. Aku akan mengantarkannya" ucap Lolita sambil menyalakan starter mobilnya.


Sementara itu, Raja yang tadi pura-pura menutupnya. Perlahan dia benar-benar tertidur di samping tempat duduk pengemudi.


Selama dalam perjalanan sesekali Lolita melihat ke arah Raja yang nampak kusut dan terlihat menderita.


Untuk sesaat Lolita kembali merasa kasihan dan berempati, tapi itu tidak membuatnya untuk berniat menyatukan Raja dengan Anita.


Dia berpikir Raja harus bersabar dan menerima takdirnya dalam menjalani kehidupan cintanya tersebut. Karena jodoh, maut adalah kehendak Tuhan.


Hingga akhirnya setelah beberapa waktu dia sampai di gedung apartemen tempat Raja tinggal selama ini.


Kemudian Lolita segera menghentikan mobilnya dan turun lebih dulu untuk meminta bantuan sekuriti tempat tersebut untuk membawa Raja ke tempat tinggalnya di apartemen tersebut.


"Maaf pak... Apa bapak tau orang yang bernama Raja tinggal di sini?" tanya Lolita pada sekuriti tempat tersebut.


"Pak Raja. Iya tahu, non. Kenapa, ya?" ucap pak sekuriti langsung mengenali nama Raja.


"Kalau begitu, bapak bisa bantu tolong saya. Tolong antarkan dia ke ruangannya. Soalnya saya tidak bisa mengantarkannya masuk ke dalam. Ini sudah larut malam, jadi saya hanya bisa mengantarkannya sampai sini" ucap Lolita meminta bantuan pada pak sekuriti.


"Oh iya baik, Non. Sekarang dimana tuan Raja nya?" ucap pak sekuriti menanyakan keberadaan Raja.


Kemudian mereka pun segera mengeluarkan Raja dari dalam mobil Anita.


Raja masih nampak mabuk, namun kali ini dia sudah dapat berjalan dengan baik meski masih harus di tuntun oleh pak sekuriti.


Kemudian setelah melihat Raja di bawa masuk, barulah Lolita kembali pulang menuju rumahnya.


Sesampainya di depan rumah, Lolita nampak mengendap-endap masuk ke dalam rumahnya. Dia takut ketahuan daddynya kalau dia pulang melewati tengah malam dan sudah sangat larut.


Rumahnya sudah nampak padam, dia tidak dapat melihat dengan jelas. Namun itu membuatnya berprasangka bahwa orang-orang sudah pada tidur dan begitupun juga dengan Daddy nya, pikir Lolita.


Dan pada saat Lolita naik tangga menuju kamarnya, tiba-tiba lampu menyala dan ternyata Alex lah yang menyalakan lampu tersebut.


"Kenapa kamu baru pulang larut malam begini?" ucap Alex nampak terlihat sedikit marah.


"Eh... Daddy... hehehe" ucap Lolita nampak terkejut namun malah cengengesan.


"Ma..maaf dad. Tadi aku.. aku..." ucap Lolita merasa bersalah namun tidak berani mengatakan yang sebenarnya.


Sementara Alex terus menatap anak perempuannya tersebut mengintimidasi.


"Aku apa... Apa kamu lupa ini sudah jam berapa?" ucap Alex kembali marah pada anak perempuannya tersebut.


"Ma..maaf dad. Aku... aku harus pergi ke kamar. Besok aku ceritakan. Selamat malam daddy" ucap Lolita terbata-bata, namun segera menghindari Daddynya dan segera berlari masuk ke dalam kamarnya.


"Tunggu Loli... kamu dari mana saja tadi" ucap Alex ingin tahu anaknya sudah dari mana saja hingga membuatnya pulang selarut itu.


"Dasar anak itu... Ini pertama kalinya. Dia pulang selarut ini. Membuatku khawatir saja" ucap Alex merasa kesal dan khawatir pada anaknya tersebut.


Kemudian Alex pun segera kembali masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Dan di lihatnya Anita di atas kasur miliknya, membuat Alex kembali merasa sedikit tenang saat melihat wajah Anita yang sudah tertidur lelap di atas ranjangnya.


Dia tidak mengira Anita dapat tidur kembali bersamanya di atas ranjang yang sama dengannya.


Alex nampak tersenyum bahagia dan mulai membuka selimut, lalu masuk ke dalam selimut tersebut di samping Anita.


Sementara Anita tiba-tiba memeluk Alex yang mulai merebahkan tubuhnya di samping Anita.


Menerima pelukan Anita tersebut, Alex nampak kembali tersenyum bahagia dan memeluk balik Anita dengan sayang.


Alex yang tadinya merasa marah mendapati anak perempuannya pulang larut malam, seketika moodnya kembali tenang saat melihat Anita dan memeluknya erat.


Kemudian Alex pun menyusul Anita masuk ke dalam mimpi indahnya.


Mereka nampak terlihat bahagia dan senyuman di wajah Alex nampak mengembang seolah tidak mau lepas dari wajahnya tersebut.


Sementara itu Lolita yang sudah masuk ke dalam kamarnya, langsung merebahkan tubuhnya.


Tidak perduli tubuhnya bau asem atau pun berkeringat, sepertinya dia sudah merasa lelah dan langsung menutup matanya sambil tersenyum geli mengingat ke jadian tadi yang di alaminya bersama Raja.


Entah perasaan apa yang saat ini dia rasakan saat mengingat kejadian bersama Raja tersebut.


Tapi yang jelas ada perasaan senang dan menggelitik hatinya. Hingga membuatnya ketiduran dengan senyuman.


Keesokan paginya, mereka mulai kembali sarapan bersama.


Namun Alex sepertinya belum lupa dengan anak perempuannya yang kedapatan pulang larut lama.


Membuatnya belum tenang sebelum dia mendengar alasan dari anak perempuannya tersebut.


"Pagi semuanya..." ucap Lolita dengan senyuman manisnya menyapa seluruh keluarganya sambil menarik kursi untuknya duduk.


"Pagi Loli" ucap Anita.


"Pagi kakak cantik..." ucap Alexa.


Sementara Alex hanya terdiam dengan wajah cemberutnya melihat anak perempuannya tersebut.


Membuat Anita yang melihatnya merasa bingung, karena tidak biasanya Alex memasang wajah seperti itu pada anak perempuannya sendiri.


"Sayang... kenapa kamu memasang wajahmu seperti itu pada Lolita" ucap Anita berbisik-bisik pada suaminya tersebut.


"Kamu tanyakan sendiri saja pada sahabat mu itu. Kenapa dia sampai pulang larut malam, malam tadi" ucap Alex masih nampak terlihat sinis.


"Jadi Daddy masih marah padaku. Baiklah, maafkan aku. Aku tidak akan mengulanginya lagi" ucap Lolita pada ayahnya dengan tidak terbata-bata lagi.


"Baiklah Daddy maafkan untuk kali ini. Tapi kalau terulang lagi, Daddy tidak mau berbicara lagi dengan kamu" ucap Alex dengan ancamannya.


"Terima kasih Daddy ku sayang" ucap Lolita setelah beranjak dan memeluk Daddy sayang sambil mencium pipinya.


"Nah.. begitu dong. Baikan... Kan lebih enak dilihatnya" ucap Anita pada mereka berdua, ikut senang melihat anak dan ayah kembali akur.


"Oh iya... Daddy lupa. Nanti sore kamu tolong antar mami kecilmu ini ke butik untuk mencoba gaun untuk pesta peresmian pernikahan kami. Sekalian sama kamu juga" ucap Alex meminta anaknya untuk menemani Anita ke butik.


"Siap Dad... beres" ucap Lolita dengan senang hati.


Membuat Anita yang melihatnya hanya dapat tersenyum merasa senang.


Kemudian mereka pun memulai untuk sarapan pagi dan setelah itu mereka berangkat bekerja seperti biasanya.


Sementara itu di apartemen, Raja nampak terlihat baru bangun dari tidur panjangnya.


Dia nampak memegang kepalanya masih terasa sedikit pusing.


Raja mencoba mengingat apa yang telah terjadi malam tadi. Meski dia tidak begitu ingat, tapi dia ingat sesuatu yang sempat terjadi di antara dirinya dengan Lolita.


Namun dia masih tidak sadar kalau wanita yang ada dalam ingatannya itu adalah Lolita.

__ADS_1


Kemudian dia segera melihat jam di tangannya, lalu segera bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya sendiri dan segera memakai pakaian kantor setelah selesai bersih-bersih.


"


__ADS_2