Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Meeting


__ADS_3

"Sayang... memangnya kenapa kalau temen Loli itu cowok atau cewek?" tanya Anita pada Alex.


"Ya gak kenapa-kenapa. Tapi aku hanya ingin tahu siapa laki-laki yang sedang dekat dengan anak perempuan ku ini" ucap Alex menanggapinya.


"Dan juga... sepertinya Daddy tidak pernah melihat kamu membawa pacar. Apa kamu diam-diam berpacaran tanpa sepengetahuan Daddy?" ucap Alex dan bertanya pada anak perempuannya tersebut.


"Iih... apaan sih daddy. Enak aja gak pernah. Dulu, kan aku udah pernah bawa waktu masih jaman sekolah. Tapi Daddy nya aja gak pernah merhatiin. Sibuk terus sama kerjaannya" ucap Lolita tidak ingin di anggapnya tidak pernah pacaran.


"Oh ya.. masa sih. Kok Daddy gak tahu" ucap Alex sambil mengernyitkan dahinya merasa heran.


"Kalau gak percaya coba aja tanya Mbo Inah" ucap Lolita menanggapi ucapan ayahnya tersebut.


"Lalu kapan kamu mau mengenalkan pacarmu lagi?" tanya Alex pada anaknya.


"Itu..." ucap Lolita mendadak tidak dapat menjawab pertanyaan ayahnya tersebut.


"Sudah sayang... Lolita kan baru pulang. Biarkan dia masuk kamar dulu. Pasti dia juga lelah seharian bekerja" ucap Anita mencoba membantu sahabatnya tersebut saat melihat raut wajah Lolita yang nampak kesulitan untuk menjawab pertanyaan ayahnya itu.


Entah Lolita merasa gengsi atau malu, tapi hal itu benar-benar membuatnya tidak dapat mengatakan apa yang sebenarnya pada Alex.


"Sudah Loli lebih baik kamu istirahat saja. Pasti kamu juga lelah, kan?" ucap Anita pada sahabatnya.


"Terima kasih mami kecil ku, kau memang ibu yang pengertian. Tidak sia-sia aku mengangkat mu jadi mamiku" ucap Lolita sambil memeluk Anita, merasa senang.


Kemudian Lolita pun segera masuk menuju kamarnya sendiri.


"Eh tunggu... kamu belum menjawab pertanyaan Daddy" ucap Alex masih merasa penasaran dengan hubungan asmara anaknya tersebut yang selama ini baru dia sadari.


"Kamu ini, malah membiarkannya pergi. Padahal aku ingin tahu kenapa dia tidak pernah membawa pacarnya dan memperkenalkannya padaku" ucap Alex pada Anita.


"Mungkin karena kamu kurang memperhatikan nya selama ini" ucap Anita.


"Bagaimana aku dapat memperhatikan Lolita, kalau selama tujuh tahun ini pikiran ku terfokuskan padamu, sayang" ucap Alex mulai kembali menggombal pada istrinya tersebut.


Tapi benar atau tidak, selama tujuh tahun ini Alex memang lebih banyak memikirkan Anita dan terus mencaritahu keberadaannya, hingga membuatnya sedikit banyak kurang memperhatikan Lolita.


Namun beruntung Lolita tidak ambil hati dengan sikap ayahnya tersebut yang lebih cenderung memikirkan keberadaan Anita.


Tapi hal tersebut juga keinginan Lolita sendiri untuk meminta ayahnya mencaritahu keberadaan sahabatnya tersebut selama masa kepergiannya.

__ADS_1


Sementara itu, Lolita segera membuka pintu kamarnya dan langsung merebahkan tubuh di atas kasur empuknya.


Sambil mengingat kembali kejadian tadi bersama Raja. Membuatnya merasa kesal dan uring-uringan sendiri.


Dia tidak menyangka orang yang selama ini dia kagumi, ternyata memiliki sifat menyebalkan dan pemaksa.


Namun saat dia teringat ciumannya tadi dengan Raja, sadar atau tidak hal tersebut membuat raut wajah Lolita tiba-tiba tersenyum sambil memegangi bibirnya yang tadi sempat di cium paksa oleh Raja.


"iih.... kenapa aku malah merasa senang begini di cium olehnya" ucap Lolita saat menyadari hal tersebut.


"Tidak, tidak.... aku tidak boleh ke gr ran begini. Enak saja... dia sudah mencium ku dua kali secara paksa. Dan tadi... dia meminta bantuan ku. Dia pikir dia siapa... Dasar laki-laki kurang ajar, menyebalkan..." ucap Lolita berbicara sendiri, merasa tidak terima dan kesal pada Raja.


Sementara itu, Raja nampak sudah kembali ke apartemennya setelah dia mengantarkan ibunya terlebih dahulu.


Sama seperti Lolita, tiba-tiba Raja juga teringat kembali saat tadi bersama dengan Lolita.


"Ya Tuhan... kenapa aku jadi teringat wanita itu" ucap Raja saat mulai hendak tidur.


"Bagaimana ini. Mana mami sudah mengiranya dia adalah pacarku" lanjut Raja berbicara sendiri.


"Haah... bodoh sekali aku. Kenapa juga aku harus mengatakan wanita itu adalah pacarku. Kalau begini caranya, ini mempersulit diriku sendiri" ucap Raja kembali menggerutu.


Keesokan paginya, Raja dan asisten pribadinya berangkat ke suatu tempat untuk menerima undangan meeting yang di adakan di sebuah kapal pesiar dan menginap selama satu malam, tanpa mengajak Anita sebagai sekertaris pribadinya.


Dan kali ini juga, Raja nampak acuh tak acuh dengan Anita. Hal tersebut lagi-lagi membuat perasaan Anita menjadi serba salah dan merasa heran dengan sikap Raja tersebut.


Sementara itu, Lolita di panggil oleh ayahnya tersebut untuk menemuinya langsung di kantornya, namun dengan tetap sebagai karyawan biasanya.


Rupanya Lolita di suruh langsung oleh Alex untuk datang ke meeting penting mewakili perusahaannya tersebut bersama dengan asisten pribadi Daddynya.


Meski awalnya Lolita menolak untuk datang ke pertemuan tersebut karena akan membuat karyawan lainnya merasa curiga bahwa karyawan biasa seperti dirinya dapat mewakili perusahaan.


Namun Alex yang tidak memperdulikan hal tersebut, dia tetap bersikeras untuk mempercayakannya pada Lolita.


Bukannya Alex tidak ingin datang ke acara meeting tersebut, tapi dia juga ingin membuktikan pada dirinya sendiri bahwa Lolita juga mampu melakukannya.


Supaya nantinya dia dapat segera memperkenalkan Lolita dan menggantikan dirinya sebagai CEO di perusahaan miliknya tersebut.


Hingga akhirnya Lolita pun bersedia pergi dengan ditemani oleh Rafi asisten pribadinya.

__ADS_1


Sesampai di tempat itu, Lolita tidak mengira bahwa pertemuan meeting dan acara tersebut di adakan di sebuah kapal pesiar.


Dia memang merasa kaget tapi juga merasa cukup senang karena dapat bekerja sambil berlayar di sebuah kapal pesiar.


"Rafi... apa kau yakin acara meetingnya di sini?" ucap Lolita merasa kaget saat keluar dari mobil dan melihat di depannya ada kapal pesiar.


"Iya yakin, non. Apa non Lolita tidak di beritahu sama tuan Alex bahwa meetingnya di adakan di kapal pesiar?" ucap Rafi sambil bertanya.


"Kalau tahu dari awal begini, aku tidak akan sempat menolaknya tadi" ucap Lolita, nampak antusias untuk segera masuk kedalam kapal pesiar tersebut.


"Baguslah kalau begitu. Ayo non, kita segera naik" ucap Rafi pada nona mudanya.


"Tapi, non. Non Lolita harus ingat, disini kita untuk melakukan perjalanan bisnis, bukan untuk liburan ataupun bersenang-senang" lanjut Rafi mengingatkannya.


"Aahh... Kau tenang saja. Aku ingat itu" ucap Lolita dengan senyum senangnya dapat bekerja sambil sedikit bersenang-senang.


Kemudian mereka berdua pun segera naik dan masuk kedalam kapal tersebut.


"Oh ya, jam berapa kita akan meetingnya?" ucap Lolita bertanya pada asisten pribadinya ayahnya.


"Setelah makan siang, non" ucap Rafi menjawab pertanyaan Lolita.


"Dan setelah itu, malamnya akan di adakan pesta dansa" ucap Rafi memberi tahu.


"Apa, pesta dansa. Apa kau yakin, Rafi?" ucap Lolita merasa heran dengan di adakannya pesta dansa tersebut.


"Iya, non. Soalnya calon partner bisnis kita yang satu ini kebetulan malamnya mengadakan pesta ulang tahun pernikahannya. Jadi mereka sekalian mengundang rekan-rekan bisnisnya untuk ikut dan menginap di kapal pesiar miliknya ini" ucap Rafi kembali memberi tahu informasi tersebut.


"Waah... luar biasa. Berarti calon partner bisnis kita yang satu ini benar-benar Milioner. Kalau begitu aku tidak boleh sampai mengecewakan Daddy untuk mendapatkan kontrak itu nantinya" ucap Lolita sambil melihat-lihat keindahan yang ada di dalam kapal pesiar tersebut.


"Tentu saja, non. Kita tidak boleh sampai mengecewakan tuan Alex. Tapi non harus tahu, tidak hanya perusahaan kita saja yang menginginkan kontrak bisnis itu, ada beberapa wakil perusahaan lain yang juga ikut dan bersaing untuk mendapatkannya" ucap Rafi, lagi-lagi Lolita harus tahu dari asisten pribadi ayahnya tersebut.


"Benarkah?. Jadi kita kesini juga harus bersaing dengan perusahaan lain untuk mendapatkan kontrak itu?" ucap Lolita merasa sedikit kaget dengan hal tersebut.


"Tentu saja, non. Bagaimana mungkin, kontrak bisnis bernilai triliunan tidak ada perusahaan lain yang menginginkan nya" ucap Rafi pada Lolita.


Setelah pembicaraan tersebut, mereka pun segera menuju kamar mereka masing-masing yang telah di sediakan.


Sementara itu, rupanya Raja juga berada di kapal yang sama dengan Lolita.

__ADS_1


__ADS_2