
Segera setelah Alexa mendapatkan pertolongan pertama, beberapa jam kemudian tim medis mengantarkan Alexa lewat jalur udara dengan menggunakan helikopter milik Raja.
Karena tidak cukup ruang, sementara Anita harus rela anaknya di percayakan pada tim medis tanpa dia di sisi anaknya. Lalu dia dan Raja menyusul mereka melalui jalur darat.
Tanpa memperdulikan rumah sakit mana yang akan menyanggupi untuk menangani anaknya, Anita hanya bisa mengikuti kemana mereka akan membawa anaknya tersebut.
Hingga akhirnya Anita menyadari satu hal, dia sedang menuju ke kota dimana dia dulu tinggal dan pergi meninggalkan kota tersebut.
Namun kali ini Anita tidak begitu memperdulikannya, dia hanya ingin cepat-cepat sampai di rumah sakit di mana anaknya tengah di bawa oleh tim medis.
Di dalam mobil Anita nampak cemas dan terus bersedih memikirkan keadaan anaknya tersebut, sementara Raja yang sedang mengemudi sesekali melihat ke arah Anita.
Raja terlihat tengah menatap Anita namun dengan tetap fokus mengendalikan setirnya, dia ikut bersedih terlebih saat melihat Anita rapuh seperti saat ini.
Dia segera menggenggam tangan Anita, berharap dengan begitu Anita bisa sedikit lebih tenang.
"Tenang, Nit. Alexa pasti akan segera sembuh, dia anak yang kuat dan dia juga tidak mungkin meninggalkan kamu sendiri. Dia akan berusaha berjuang demi kamu. Berdoalah pasti dia akan baik-baik saja" ucap Raja sambil memegang tangan Anita berusaha menenangkan tangisan dan rasa khawatirnya.
Sementara itu, Alexa sudah sampai di bawa ke rumah sakit. Dia segera di tangani para medis yang ada di rumah sakit besar tersebut.
Beruntung kelengkapan alat untuk mengoperasi Alexa mempuni dan para dokter yang ahli di bidangnya juga sudah siap di tempat, sehingga dapat dengan segera melakukan operasi pada Alexa.
Namun sebenarnya itu semua berkat Raja yang selalu ada di samping Anita saat ini. Sehingga memudahkannya untuk menerima segala penanganan medis yang harus segera di terima Alexa. Membuat Anita semakin tambah berhutang budi pada Raja.
Sementara itu, entah kebetulan atau tidak. Lolita juga sedang berada di rumah sakit tersebut untuk mengunjungi temannya yang sedang sakit.
Dan saat bersamaan, tanpa sengaja Lolita melihat wajah Alexa yang sedang di dorong menuju ruang operasi.
Sementara dirinya sedang berjalan hendak menuju ruangan temannya tersebut.
__ADS_1
Sesaat membuatnya terpaku melihat anak itu yang di dorong buru-buru oleh para medis. Dan entah mengapa tiba-tiba ada perasaan yang aneh saat melihat anak tersebut.
Namun Lolita tidak begitu menyadarinya, dia berpikir itu hanya perasaan manusiawinya yang hadir saat melihat anak sekecil itu harus di bawa ke ruang darurat.
Kemudian dia pun melanjutkan jalannya, namun dia sedikit merasa aneh setelah melihat dan mengingat wajah anak kecil tadi yang membuatnya merasa tidak asing dengan wajahnya.
Tapi tadi Lolita tidak begitu jelas melihatnya, hingga akhirnya dia menggelengkan kepala setelah dia memikirkan hal tersebut. Namun tidak ada bayangan siapa yang mirip dengan anak tersebut, kembali dia berpikir mungkin itu hanya perasaannya saja.
Sementara itu Anita dan Raja yang baru sampai di parkiran rumah sakit, segera keluar dari mobil dan berlari menuju ruangan anaknya tersebut setelah dia bertanya terlebih dahulu pada resepsionis rumah sakit.
Anita sudah tidak sabar ingin melihat keadaan anaknya, namun kondisi yang tidak memungkinkan membuat Anita harus kembali menunggu di luar ruangan operasi.
Dia terlihat masih gelisah dan merasa khawatir menunggu Alexa di bangku tunggu.
Anita terus meneteskan air matanya meski dia sudah berusaha untuk tegar dan tidak ingin menangis.
Namun hatinya tidak dapat di bohongi, dia belum merasa tenang sebelum mendengar anaknya benar-benar lepas dari ancaman maut.
Sementara Raja yang merasa khawatir melihat Anita belum makan malam, dia keluar lebih dulu untuk membelikannya makanan supaya Anita dapat mengisi perutnya.
Padahal dia sendiri juga belum makan malam setelah bolak balik mengantar Anita ke rumah sakit yang berbeda.
Kemudian Raja pun segera kembali ke rumah sakit setelah membeli cemilan dan air putih. Namun pada saat hendak masuk ke dalam rumah sakit tiba-tiba tanpa sengaja dia bertemu dengan seseorang.
Rupanya orang itu Lolita yang baru saja selesai menjenguk temannya yang sakit dan hendak pergi pulang ke rumah.
"Sepertinya aku pernah melihat laki-laki itu" ucap Lolita saat sudah di lobi rumah sakit dan tanpa sengaja melihat ke luar pintu kaca yang transparan sambil membuka kaca mata hitamnya yang tadi sempat di gunakannya.
"Ahh iya... dia kan kak Raja temannya Anita. Sedang apa dia di rumah sakit ini?. Apa dia tahu Anita ada di mana saat ini?" ucap Lolita setelah mengingat Raja, dan diam-diam bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Berpikir kemungkinan Raja mengetahui keberadaan sahabatnya.
__ADS_1
"Lebih baik aku tanyakan langsung padanya, siapa tahu dia mengetahui keberadaan Anita saat ini" lanjut Lolita menduga-duga.
Kemudian dia pun pelan-pelan menghampiri Raja yang sedang melangkah menuju lobi.
Dan tepat pada saat Raja hendak masuk, Lolita sudah lebih dulu menghadangnya.
"Haayy..." ucap Lolita dengan senyumannya yang sok akrab setelah dia menghadang Raja di hadapannya saat ini.
Namun Raja yang merasa tidak ingat pada Lolita membuatnya merasa bingung dan heran.
"Maaf... anda siapa ya. Saya mau lewat. Tolong jangan menghalangi langkah saya" ucap Raja terlihat jutek dan dingin, dia belum menyadari bahwa wanita tersebut adalah sahabat Anita.
"Tunggu... kamu Raja kan temannya Anita. Aku Lolita sahabatnya Anita" ucap Lolita sesaat menghentikan langkah Raja.
"Lolita?. Kalau begitu.... dia putri dari Alexander Wijaya" ucap Raja dalam hati setelah dia menyadari siapa Lolita sebenarnya.
"Bagaimana dia ada di rumah sakit ini. Apa dia sudah tahu kalau Anita dan anaknya sedang berada di rumah sakit ini juga?" lanjut Raja dalam hati, merasa bingung dan menerka-nerka keberadaan Lolita yang juga berada di rumah sakit tersebut.
Namun karena Raja tidak ingin berlama-lama berhadapan dengan Lolita yang pastinya dia sudah dapat menduga bahwa Lolita pasti akan bertanya-tanya mengenai Anita jika dia belum mengetahui keberadaan Anita yang sebenarnya.
Tanpa berbalik ke arah Lolita dan setelah beberapa saat mematung memikirkannya, Raja segera melangkah dan berpura-pura tidak mengenalinya tanpa berbicara sedikit pun.
Itu dia lakukan, karena Raja sudah berjanji pada Anita setelah dia mendengarkan ceritanya dulu, bahwa dia tidak boleh mengatakan pada siapapun tentang keberadaannya, apalagi pada Alex ataupun Lolita.
Membuat Raja saat ini, harus berpura-pura tidak mengenal Lolita dan mengabaikan panggilannya.
"Hey tunggu... Kak Raja" teriak Lolita mencoba menghentikan kembali orang yang dianggapnya sebagai Raja teman sahabatnya tersebut.
"Kenapa dia malah tiba-tiba cepat pergi. Sepertinya aku tadi tidak salah lihat. Itu benar-benar Kak Raja. Apa mungkin mataku mulai bermasalah akhir-akhir ini?" ucapnya berbicara sendiri merasa yakin bahwa yang tadi di panggilnya benar Raja.
__ADS_1
Tapi sesaat kemudian Lolita merasa ragu dan menganggap matanya yang sedang bermasalah karena sudah dua kali dia melihat dua orang yang berbeda tapi perasaannya mengatakan bahwa wajah mereka tidak asing di matanya.
Namun tanpa merasa curiga sama sekali akhirnya Lolita segera melanjutkan langkahnya untuk pulang kembali kerumahnya.