
Tapi lagi-lagi Anita merasa Alex hendak merenggut anaknya secara perlahan-lahan dari hidupnya.
"Sudahlah... lebih baik tuan pulang saja. Terima kasih sudah membantu" ucap Anita nampak sinis terhadap Alex. Tanpa berniat berbas-basi lebih lama lagi dengannya.
"Tapi Anita... Kenapa kau masih saja marah padaku?" ucap Alex bertanya belum mau pergi sebelum dia mendapatkan jawabannya.
"Marah?. Memangnya punya hak apa saya harus marah pada anda. Saya tidak marah, saya hanya tidak ingin berurusan dengan anda lagi Jadi saya harap anda tidak perlu mengusik kehidupan saya. Dan saya juga sudah menepati janji saya untuk pergi meninggalkan kalian, seperti yang anda inginkan waktu itu" ucap Anita menggebu-gebu, lain di mulut lain pula dengan apa yang sedang ia tampakkan pada Alex.
Dia mulai terbawa emosi, hingga membuatnya mengingatkan Alex pada kejadian tujuh tahun silam. Dimana dia dengan sadar meminta Anita untuk pergi meninggalkan rumahnya dan tidak lagi bersahabat dengan anaknya tersebut.
Sesaat membuat Alex terdiam merasa bersalah setelah dia mulai mengingat kata-kata jahatnya terhadap Anita. Dia juga merutuki ke bodohannya tersebut.
"Tapi... Anita... Tolong maafkan aku. Aku janji, aku akan melakukan apapun untuk mu. Asalkan kamu mau memaafkan aku" ucap Alex segera bersimpuh di hadapan Anita, tidak perduli orang-orang yang lewat mulai melihatnya.
"Baiklah... saya akan memaafkan anda. Dengan syarat menjauhlah dari kehidupan saya dan juga anak saya" ucap Anita terlihat menahan tangisnya lalu pergi meninggalkan Alex yang masih bersimpuh di atas lantai rumah sakit.
Alex yang mendengar hal itu, hanya diam membisu merasa tidak dapat melakukan hal tersebut. Dia meminta maaf supaya dia bisa bersama dengan Anita dan anak laki-lakinya, bukan untuk sekedar mendapatkan maaf darinya dan berlalu pergi dari kehidupan Anita.
Bertahun-tahun dia mencari Anita, dan saat dia bertemu dengannya tidak mungkin Alex melepaskannya begitu saja dan membiarkan Anita pergi dari hidupnya. Tentu itu tidak akan di lakukan Alex
Tapi untuk sementara, Alex akan membiarkan Anita tetap marah padanya dari pada dia harus membiarkan Anita pergi dan membawa anaknya.
Kemudian Alex pun segera berdiri setelah melihat dan membiarkan Anita meninggalkannya di tempat.
Sementara itu, di ruang operasi para dokter sedang melakukan tugasnya untuk mengoperasi Alexa. Dan Anita sudah berada di depan pintu ruang operasi tersebut menunggu anaknya.
Lagi-lagi Anita harus kembali menunggu di depan ruang operasi dan merasakan kekhawatiran yang sama dengan keadaan anaknya di ruang operasi.
Di dalam hati, tak henti-hentinya Anita mengucap doa untuk keselamatan anaknya tersebut.
Dia tidak menyangka kelalaiannya meninggalkan Alexa sendirian, dan dia mengambil air untuknya mengakibatkan Alexa terjatuh dan harus kembali di operasi.
Sementara itu di rumah, Lolita sedang menyantap makan malam sambil bertanya-tanya pada Mbo Inah.
__ADS_1
"Mbo?" ucap Lolita sambil menyantap makanannya lebih dulu.
"Iya, Non. Ada apa?"
"Tadi Daddy bilang apa aja sama Mbo?"
"Tidak ada, Non. Tuan hanya bilang bakal pulang telat. Itu saja" ucap Mbo Inah memberitahu.
"Non, apa gak sebaiknya. Non berhenti mengabaikan ayah Non sendiri. Mbo jadi kasian sama tuan. Setiap kali tuan pulang cepat, berharap bisa makan dan bicara dengan Non Lolita" ucap Mbo Inah memberanikan diri untuk menasehati Lolita.
"Biarin aja Mbo. Biar Daddy tahu rasa, gimana rasanya di abaikan anak sendiri" ucap Lolita.
"Tapi terima kasih Mbo atas nasehatnya. Sebenarnya Loli juga kasihan sama Daddy, tapi mau gimana lagi. Daddy udah keterlaluan sama Anita. Pokoknya kalau Daddy belum juga menemukan Anita, aku sendiri yang akan pergi mencarinya dan meminta maaf padanya" lanjut Lolita berbicara pada Mbo Inah.
Sementara itu, Raja yang langsung ke rumah sakit untuk melihat keadaan Anita dan anaknya, tidak tahu kalau ternyata Alex sudah menemukan mereka dan berada di rumah sakit tersebut.
Raja masuk ke dalam kamar ruang inap Alexa tapi dia tidak melihat siapapun. Kemudian dia langsung mengambil hp dan menelpon Anita. Dia merasa khawatir terjadi sesuatu pada mereka.
Lalu Anita yang mendengar hp nya berbunyi segera melihat layar hp dan langsung mengangkat panggilan dari Raja.
Alex yang saat itu menyusul Anita dan sama-sama menunggu anaknya di operasi di depan pintu, mendengar Anita menyebut nama panggilan Raja membuatnya terlihat menaikan alisnya merasa terusik.
"Maaf aku tidak memberitahu mu. Alexa harus segera di operasi lagi dan saat ini aku sedang menunggunya di depan ruang operasi" lanjut Anita memberitahu Raja di telpon.
"Kalau begitu aku segera kesitu" ucap Raja sambil berjalan cepat menemui Anita.
Alex yang mendengar Anita menyebut anaknya dengan sebutan yang hampir sama dengan namanya merasa gr dan senang. Dia berpikir Anita memberi nama anaknya seperti itu karena Anita diam-diam masih perduli padanya dan tidak berniat untuk melupakannya.
Membuat Alex merasa ada harapan untuk kembali membuat Anita dapat mencintainya.
Terlebih kali ini ada anaknya yang bisa kemungkinan membuatnya bersatu dengan Anita.
Kemudian di saat tatapan Alex terus tertuju pada Anita, tiba-tiba Raja datang dan memeluk Anita untuk menenangkan perasaannya.
__ADS_1
Raja yang tidak sadar dengan keberadaan Alex segera melepaskan pelukannya dan bertanya pada Anita dengan menatapnya langsung.
"Apa kau tidak apa-apa Nita. Dan bagaimana keadaan Alexa. Kenapa dia bisa harus di operasi lagi?" tanya Raja terus-terusan merasa khawatir membuat Anita tidak dapat menjawabnya satu persatu.
Sementara itu Alex yang melihat Raja memeluk Anita di hadapannya langsung, terlihat matanya penuh dengan amarah dan rasa cemburu.
Namun dia tidak dapat meluapkan perasaannya begitu saja. Dia berusaha menahan amarahnya dan berpura-pura berdehem supaya Raja menyadari keberadaannya.
"Ekhem..." Alex sengaja berdehem, setelah dia melihat kedekatan Raja dengan Anita.
Kemudian Anita yang hendak menjawab pertanyaan Raja padanya membuatnya kembali terdiam dan merasa bingung di depan Raja.
Raja pun melihat ke arah suara tersebut dan dia baru menyadari kehadiran Alex. Namun membuatnya menjadi bertanya-tanya, bagaimana Alex bisa berada di rumah sakit tersebut dan mengetahui keberadaan Anita dan anaknya.
"Bagaimana dia bisa ada disini?" tanya Raja pada Anita sebelum dia dapat menjawab pertanyaan yang sebelumnya.
Tentu hal itu membuat Anita terdiam dan tidak bisa berkata apapun.
Namun Alex yang melihat Raja sudah menyadari keberadaannya, dia sendiri langsung menghampiri Raja dan mengulurkan tangannya berpura-pura menanyakan kabarnya.
"Apa kabar tuan Raja. Lama tidak bertemu" ucap Alex sambil mengulurkan tangannya.
Alex terakhir kali bertemu dengan Raja saat membuat perjanjian kontrak kerja waktu itu. Dan dia tidak menyangka bahwa selama ini Raja lah yang selalu di percaya dan menemani Anita selama ini.
"Baik... Bagaimana dengan anda sendiri" ucap Raja setelah dia beberapa saat terpaku melihat Alex di hadapannya dan mulai membalas uluran tangannya.
"Yah... seperti yang sedang anda lihat saat ini" ucap Alex namun pandangannya tertuju pada Anita yang sedang tertunduk tidak ingin menatapnya.
"Dan saya tidak menyangka. Pantas saja selama ini anda tidak pernah menghadiri pertemuan perusahaan. Rupanya ada yang lebih penting dari itu" lanjut Alex nampak menyindir seseorang.
"Oh iya.. maaf tentang itu, tuan Alex... Anda benar, ada yang lebih penting dari sekedar pekerjaan" ucap Raja tidak ingin kalah sindir.
Membuat Alex sedikit tersinggung dengan hal itu. Ucapannya malah berbalik menyinggung perasaannya sendiri.
__ADS_1
Lalu tiba-tiba di tengah perbincangan mereka, keluar seorang Dokter dari ruang operasi Alexa. Anita yang melihatnya segera menghampiri Dokter tersebut dan meninggalkan Alex dan Raja di tempat.