
Sementara itu Alex sedang menunggu di dalam mobil Limousine mewahnya. Dia duduk dengan kaki kiri menopang kaki kanannya, namun terlihat kaki kanannya terus di gerak-gerakan seolah menandakan Alex sudah tidak sabar lagi menunggu Anita datang.
Sambil sesekali Alex melihat jam di tangannya, dia merasa sudah cukup lama menunggu. Tapi orang yang di tunggu tidak kunjung datang.
"Kenapa lama sekali mereka datang. Apa gadis ceroboh itu kabur lagi?" tanya Alex menebak-nebak berbicara sendiri.
Kemudian Alex berniat untuk menelpon Rafi asisten pribadinya, memastikan semuanya dalam keadaan baik-baik saja.
Sementara itu, Rio terlihat kesal dengan kedatangan Dewi, namun Rio harus berpura-pura tidak ada masalah dengan kehadirannya. Terlebih saat dia tahu Dewi mulai mengikuti dirinya lagi seperti dulu.
Hal itulah yang akhirnya membuat Rio menerima Dewi dulu sebagai kekasihnya karena tidak mau setiap kali pergi kemana-mana Dewi selalu mengikutinya.
Namun kali ini Rio mendapatkan seseorang yang membuat hatinya berbunga-bunga dan merasakan hal yang berbeda saat bertemu dengannya.
Tidak seperti dulu yang masih bebas menerima siapa saja yang datang dalam hidupnya, mesti tanpa ada rasa cinta. Termasuk dengan Dewi yang saat ini terpaksa berstatus pacar.
Sementara Lolita hanya menjadi penonton penyabar karena terpaksa harus melihat dua sejoli yang gak jelas.
Yang satu berusaha bermanja-manja demi mendapatkan perhatian. Sementara yang satunya acuh tak acuh tapi tidak berani mengusir ataupun menolaknya.
Bahkan Lolita yang sudah mulai bete melihatnya hendak pergi. Tapi di tahan oleh Rio agar tidak meninggalkannya berdua dengan Dewi tanpa berbicara langsung tentunya.
Sementara Alex yang mulai bosan dan kesal di dalam mobil hendak keluar karena belum ada jawaban juga dari Rafi.
"Sial... kenapa Rafi tidak mengangkat teleponku. Aku sudah bosan berlama-lama di dalam mobil ini. Lebih baik aku keluar dulu" ucap Alex kesal merasa bosan menunggu.
Namun pada saat yang bersamaan, ketika Alex hendak keluar dari mobil tiba-tiba seseorang dipaksa masuk sehingga terjadi adegan yang menegangkan.
Ternyata orang tersebut adalah Anita yang sengaja Rafi paksa masuk karena terus menolak dan merasa malu jika bertemu Alex dengan pakaian yang sebelumnya belum pernah dia kenakan.
Tapi hal tak terduga terjadi, dimana Rafi tidak tahu bahwa Alex hendak keluar dan Rafi segera menutup pintu mobil tersebut rapat-rapat setelah melihat Anita masuk tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Dan pada saat yang bersamaan Anita menatap langsung kedua mata Alex yang sebelumnya dia ingin keluar dari mobil, namun terhalang Anita yang tiba-tiba masuk dan kini berada dekat dengan matanya.
Membuat kedua pasang mata mereka saling bertemu dan menatap satu sama lain cukup lama dengan jarak yang tinggal beberapa inci lagi.
Kemudian tanpa tahu, mobil tersebut hendak berjalan membuat keduanya belum siap untuk duduk tenang.
Namun mobil yang melaju membuat mereka oleng dan Anita yang tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya, jatuh tepat di pelukan Alex, menindih tubuhnya dan tanpa sengaja menekan bibir Alex dengan bibirnya seperti terlihat sedang berciuman di atas kursi mobil panjangnya.
Sontak membuat keduanya terbelalak dengan mata yang masing-masing saling melotot karena kaget dengan situasi yang mereka hadapi saat ini.
Membuat keduanya merasa deg-degan dan tentunya dengan wajah yang tiba-tiba merona di keduanya.
Lalu Rafi yang berada di depan samping kemudi ingin mengecek keadaan Anita yang tadi sempat dipaksa masuk olehnya.
Namun tanpa tahu, tiba-tiba Rafi membuka penghalang mobil dan melihat adegan ciuman antara Alex dan Anita. Yang dipikirnya mereka sengaja berciuman melepas kerinduan.
Membuat Rafi seketika ikut melotot dan menelan salipanya cepat saat melihat adegan tersebut dan buru-buru menutup kembali penghalang mobilnya.
Membuat Rafi merutuki kecerobohannya sendiri karena tanpa sengaja telah mengintip keintiman bosnya.
Namun Anita yang merasa tidak sengaja dan tetap merasa malu seketika memukul Alex dan berteriak menuduh Alex sengaja mengambil kesempatan.
"Aaahh.... dasar tua bangka kurang ajar. Anda sengaja mengambil ciuman pertamaku. Sengaja mengambil kesempatan, kan?" Pekik Anita sambil memukul-mukul dada Alex yang masih berada di bawahnya.
Beruntung mobil tersebut kedap suara, jadi orang yang berada di depan kemudi tidak dapat mendengar teriakan Anita.
Tapi Alex yang sudah mulai merasa sakit di dada akibat pukulan dari Anita segera menahan tangan Anita dan bangkit dari posisinya lalu gantian menekan tubuh Anita di dinding mobil tersebut.
Sontak membuat Anita terdiam dan sedikit takut. Takut Alex berbuat sesuatu yang lebih kepadanya.
Sementara Alex terlihat sedang mengamati wajah cantik Anita. Dari mulai rambutnya, matanya, hidungnya sampai kepada bibir Anita yang ranum membuatnya berlama-lama melihat bibir Anita sambil tetap menekan tubuh Anita supaya tidak bergerak dan tidak berteriak lagi.
__ADS_1
Kemudian pelan-pelan mendekati telinga Anita, membuatnya menutup mata bergidik merasa takut.
Lalu Alex perlahan kembali menatap Anita dengan tersenyum melihatnya menutup mata karena ketakutan, sambil Alex berkata.
"Dasar gadis licik. Kau menuduhku mengambil kesempatan. Sudah jelas tadi kau yang telah menindih ku lebih dulu dan menciumku. Kau lah yang telah mengambil kesempatan dari ku" lirih Alex di depan wajah Anita sambil tersenyum miring melihatnya.
Anita yang mendengar hal itu, tentu tidak terima dengan tuduhan Alex. Dia membuka mata dan berusaha melepaskan cengkraman Alex dari tubuhnya.
"Mmmhh.... lepaskan. Lepaskan aku tuan" pekik Anita meminta di lepaskan dan tetap berusaha mendorong tubuh Alex.
Namun usahanya sia-sia, Alex sengaja memperkuat cengkraman dan terus menekan Anita, tersenyum jahat dan menakut-nakutinya.
Tapi Anita juga tidak pasrah begitu saja, dia terus berusaha melawan sampai akhirnya Anita terpaksa menggigit telinga Alex yang terus berusaha menakut-nakutinya.
Repleks Alex teriak lalu melepaskan cengkramannya dan berusaha mengusap-usap, memegang telinganya yang terasa sakit, akibat gigitan Anita tadi, kemudian berkata "aaw sakit.... dasar kucing liar, gadis dajal... beraninya kau..." pekik Alex memaki Anita sambil menunjuk Anita, tidak terima karena kupingnya digigit.
Sementara itu sopir yang sedang mengemudi, samar-samar mendengar tuannya berteriak hendak berhenti mengecek ke adaan.
Namun Rafi yang berada di sampingnya berpura-pura tidak mendengar dan menyuruh sopir untuk tetap fokus melanjutkan perjalanannya.
Sementara Rafi berpikir itu adalah teriakan tuannya yang tidak membutuhkan bantuan siapapun untuk menolongnya. Membuat Rafi tersenyum geli memikirkan hal yang tidak-tidak tentang Anita dan tuannya.
Kemudian Anita yang sudah lepas dari cengkraman Alex, perlahan mengambil nafas dan memaki balik Alex yang sedang memegang kupingnya, sakit.
"Enak saja tuan memanggilku kucing liar, gadis dajal. Tuan sendiri, pria tua mesum duda karatan dan..." pekik Anita membalas makian Alex padanya, namun terhenti.
"Apa kau bilang. Coba kau ulangi lagi!" ucap Alex menghentikan makian Anita yang sebenarnya belum puas memaki, namun hal itu membuat Anita merasa takut kembali dan kikuk dengan reaksi dan tatapan Alex yang seolah-olah ingin melahapnya.
Membuat Anita perlahan bergeser, mundur dan membuat jarak dari Alex.
Namun sepertinya Alex kembali menakut-nakuti Anita, saat melihat Anita terdiam dan mulai memberi jarak padanya.
__ADS_1
Perlahan Alex menghampiri Anita seperti posisi saat Alex mencengkram Anita tadi.
Tapi tidak lagi mencengkram nya seperti tadi, hanya menakut-nakutinya saja membuat Alex merasa gemas saat melihat raut wajah Anita yang sedang ketakutan.