
Sementara itu, Alex yang sudah habis kesabaran meluapkannya pada asisten pribadinya. Dia menyalahkan Rafi yang tidak bisa menemukan keberadaan Anita selama ini.
Rafi yang sudah tahu adat bosnya tersebut hanya diam dan menerima makian tuannya itu. Dia sudah mulai merasa terbiasa dengan sikap Alex yang akhir-akhir ini suka marah-marah dan menyalahkan orang lain.
Namun dia juga merasa bingung, kenapa orang-orang suruhannya itu begitu lama dan sulit untuk mencaritahu keberadaan Anita selama tujuh tahun ini.
Padahal itu adalah waktu yang terbilang lama, untuk orang-orangnya mencaritahu segala informasi mengenai Anita.
Bahkan Rafi juga sudah mencaritahu langsung ke kampung tempat kelahiran Anita waktu itu. Namun yang dia dapatkan malah informasi tentang pernikahan bosnya dengan Anita.
Tapi Rafi tidak berani menanyakan kebenaran hal tersebut pada Alex. Tapi sedikitnya dia merasa senang karena rupanya Anita sudah pernah di nikahi bosnya tersebut.
Sementara itu, Anita yang melihat anaknya begitu senang saat mendapatkan hadiah dari Raja segera menghampiri mereka.
"Jangan lupa ucapkan apa pada paman Raja" ucap Anita setelah menghampiri dan berada di hadapan anaknya untuk mengingatnya berkata terima kasih pada Raja.
"Oh iya maaf mah" ucap Alexa pada mamahnya kemudian segera beralih menatap Raja.
"Terima kasih paman hadiahnya" ucap Alexa segera berterimakasih pada Raja.
Kemudian Anita segera berdiri kembali setelah menyamakan tubuhnya dengan Alexa. Dia mulai berbicara pada Raja dan membiarkan anaknya untuk bermain dengan mainan barunya yang di berikan Raja barusan.
"Terima kasih Za. Kamu sudah banyak membantuku selama ini. Bahkan kamu tidak perduli aku telah menolak cinta mu. Maafkan aku" ucap Anita merasa tidak enak hati pada Raja.
"Sudah... kamu tidak perlu mengungkit-ungkit hal itu. Lagipula aku membantu mu ikhlas dan tulus. Jadi kamu tidak perlu khawatir dan tidak perlu merasa tidak enak hati padaku. Selama aku masih bisa berbuat sesuatu yang tidak merugikan mu" ucap Raja jujur pada Anita.
"Jadi bagaimana dengan pekerjaan mu selama ini. Apa temanku mempersulit pekerjaan mu?" lanjut Raja bertanya tentang pekerjaan Anita, sengaja mengalihkan pembicaraan supaya Anita tidak lagi mengungkit-ungkit tentang perasaannya.
"Tidak..." ucap Anita sambil perlahan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Justru dia memperlakukan aku dengan sangat baik. Sepertinya kamu di balik kebaikannya itu" ucap Anita dan sedikit menerka-nerka tentang bosnya yang selalu bersikap baik padanya.
Anita berpikir karena Raja berteman baik sekaligus partner kerja bosnya di kota itu, kemungkinan Raja yang telah menyuruh bosnya tersebut untuk memperlakukannya dengan baik selama bekerja di tempat tersebut.
"Za aku mohon, katakan padanya untuk memperlakukan aku seperti karyawan lainnya. Karena hal itu hanya membuat karyawan lain berpikiran yang tidak-tidak padaku" lanjut Anita memberitahu apa yang selama ini dia rasakan di pekerjaannya.
"Kamu membantuku mendapatkan pekerjaan saja sudah membuatku senang. Jadi aku mohon, kamu tidak perlu menyuruh bosku untuk memperlakukan aku istimewa dan menjadi terlihat berbeda dengan karyawan lainnya. Aku mohon" ucap Anita kembali memohon pada Raja, merasa yakin bahwa memang Raja yang meminta hal itu pada bosnya.
Membuat Raja yang melihatnya memohon seperti itu, menyanggupi permintaan Anita. Raja semakin bertambah respek dengan sikap Anita yang tidak memanfaatkan perlakuan istimewanya tersebut.
"Baiklah, maafkan aku. Nanti aku akan memintanya untuk memperlakukanmu sama seperti karyawan lainnya. Tapi ingat, kalau dia sampai marah-marah dan membuatmu menangis aku tidak akan tinggal diam" ucap Raja pada Anita.
"Terimakasih" ucap Anita menanggapinya.
Kemudian mereka pun hendak pergi dan saat Anita hendak memanggil Alexa untuk segera datang menghampirinya masuk ke mobil Raja, tiba-tiba dari kejauhan Anita dan dari belakang Alexa datang sebuah mobil dengan kecepatan tinggi yang tak di sadarinya.
Padahal saat itu Alexa juga tidak berada di tengah jalan.
"Alexa... tidak...Menyingkirlah" teriak Anita sambil melambai-lambaikan tangan pada anaknya.
Namun Alexa yang salah paham dengan lambaian tangan ibunya dan suaranya yang tidak dapat di dengarnya karena suara mainan yang cukup keras dan lebih dekat ke telinganya membuat Alexa santai saja dan terus memainkan mainannya sambil perlahan menghampiri ibunya tersebut.
Dan dengan cepat mobil tersebut akhirnya menabrak Alexa hingga membuat Anita yang melihatnya menganga syok tak percaya dengan apa yang telah terjadi pada anaknya tersebut.
"Tidaaaak...." teriak Anita saat mobil tersebut benar-benar menabrak anaknya.
Sementara Raja yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil, seketika itu merasa kaget juga dan segera keluar saat mendengar teriakan Anita.
Namun sama seperti Anita, dia pun terlambat menghentikan kecelakaan itu. Dan segera berlari menghampiri tubuh Alexa yang sudah terkapar tak berdaya, penuh dengan darah di kepala dan bajunya.
__ADS_1
Tapi Anita yang masih syok atas apa yang telah di lihatnya dengan mata kepalanya langsung pada anaknya tersebut, membuatnya tiba-tiba menghentikan langkahnya dan jatuh bersimpuh merasa lemas di kaki, tidak bisa menopang tubuhnya sesaat.
Seolah dunia berputar dan waktu berjalan begitu cepat di pandangannya, kemudian air matanya pun mulai menetes dan menangis.
Sementara Raja yang sudah menggendong Alexa dengan cepat, segera menyadarkan Anita untuk masuk ke dalam mobilnya dan membawa Alexa menuju rumah sakit.
Setelah Anita sadar dari syoknya, cepat-cepat dia menyusul Raja dan segera masuk ke dalam mobil di jok belakang dengan memangku Alexa yang penuh dengan darah.
Membuat Anita yang melihat anaknya seperti itu, terlihat gemetar dan menangis.
Bagaimana tidak, ibu mana yang sanggup melihat anaknya tertabrak di depan matanya sendiri dan terluka seperti itu.
"Sayang bangunlah. Jangan tinggal mamah sendiri. Mamah tidak akan sanggup jika sampai kehilangan kamu. Mamah mohon bertahanlah, kita akan segera ke rumah sakit. Bangun lah, nak. Mamah mohon" ucap Anita dengan mendekap Alexa di pangkuannya, terlihat sangat khawatir dan terus menangis tak henti-hentinya sambil sesekali menggoyang-goyangkan tubuh Alexa supaya terlihat masih bernyawa.
"Tenanglah Nita. Kamu harus yakin, Alexa pasti dapat bertahan dia anak yang tangguh dan kuat. Kita akan segera sampai di rumah sakit" ucap Raja mencoba menenangkan Anita sambil tetap menyetir dan berusaha mengebut mengejar waktu.
Kemudian setelah beberapa menit mereka pun sampai di depan rumah sakit. Meskipun rumah sakit tersebut tidak terlihat besar.
Tapi itu rumah sakit satu-satunya yang terdekat dari tempat kejadian. Jadi, mau tidak mau untuk pertolongan pertama akhirnya Alexa di bawa ke rumah sakit tersebut.
Beruntung Alexa dapat segera di tangani dengan cepat oleh dokter yang ada saat itu.
Namun rupanya hal itu tidak cukup untuk menyelamatkan nyawa Alexa lebih lanjut. Tabrakan yang di alaminya harus segera membawanya ke rumah sakit yang mempuni untuk kelengkapan alat-alat dan juga untuk segera di operasi oleh para dokter yang ahli di bidangnya.
Tapi di kota itu tidak ada rumah sakit besar yang dapat menyiapkan segala sesuatu untuk membantu menangani anak tersebut.
Hingga akhirnya dokter menyarankan mereka untuk segera membawa Alexa ke rumah sakit besar di kota lain.
Dan tanpa berpikir apapun lagi, Anita segera menyetujui saran dari dokter tersebut. Saat ini, fokus Anita hanya tentang keselamatan anaknya saja.
__ADS_1
Dia tidak perduli dengan hal-hal lainnya, yang Anita inginkan hanya melihat anaknya segera tertolong dan kembali seperti sediakala.